ONE MINUTE

ONE MINUTE
14



Ayu kira bayi yang digendong bik sumi adalah anaknya Clara.


Clara adalah anak kedua dari Ardi dan Ayu. Yang usianya kurang lebih baru dua minggu.


*********


Dengan perasaan yang gugup dan takut bik Sumi berjalan mendekati majikannya, Ardi menggamati


gerak - gerik pembantunya itu dan terlihat ada yang aneh dengan sikapnya,


kenapa jalannya seperti orang yang sedang ketakutan.


Saat bayi itu diserahkan kepada Ayu, Ayu merasa kaget.


“ Bikkk…Sum…, INI BAYI SIAPA???”,Tanya Ayu kaget.


“ Ini bukan Clara bik.. “ Ucap Ayu memastikan


Mendengar kalimat Ayu, Ardi terlonjak kaget.


“ Bik Sum, Apa Maksudnya ini??” Tanya Ardi


“ Bayi siapa ini yang kamu bawa kemari???” Tanya Ardi sedikit bernada tinggi


“ Am- Ampunnn…Tuaa….annn…Nyo-


nyonyyaa, sa- saya juga tidak tau ini bayi siapa Tuan.” Ucap bik Sumi terbata –


bata saking takutnya.


“ Sa- saya tadi mendengar suara tanggisan bayi tuan, lalu sa-saya menemukan bayi ini tadi tergeletak diruang


tamu tuann…nyonya.” Jelas Bik Sumi.


Mendengar penjelas Bik Sumi Ayu sudah tau bayi siapa itu, itu adalah bayi suaminya dengan


perempuan lain yang bernama Sari.


Ia tak menyangka Sari tega meninggalkan bayinya sendirian dirumahnya.


” BUANGGG….BAYI ITU BIK!!!!” Perintah Ardi tiba - tiba yang membuat bik Sumi kaget.


“ Apa Kau Gila membawanya kesini. “ Ucap Ardi Marah.


Bik Sumi terlihat ketakutan akan sikap Ardi yang begitu emosi setelah menjelaskan siapa bayi itu.


Melihat wajah bayi kecil yang tak punya dosa itu Ayu merasa kasihan.


Bagaimana pun Ayu adalah seorang ibu, naluri keibuannya saat ini yang berbicara.


“ Mas….” Panggil Ayu lembut


“ Biarlha bayi itu disini!!! dia juga anakmu pa.” Ucap Ayu lembut


Saat ini Ayu tak mau bersikap egois, ia tak tega jika membiarkan bayi munggil itu hidup sendirian tanpa keluarga, naluri keibuannya yang berbicara saat ini menyingkirkan semua rasa sakit dan sesak yang ada didalam dada. Toh semua ini bukan kesalahan bayi munggil itu.


” MAA...Apa maksudmu???” Kaget ardi.


“ Pa...biarlah bayi itu disini, aku akan merawat bayi itu sama seperti anakku, Ia berhak pa untuk hidup , didalam dirinya ada darah papa, bayi ini tak berdosa .” Terang Ayu


“ Tak seharusnya ia menanggung kesalahan kalian.” Ucap Ayu pada Suaminya.


“ Aku ikhlas merawatnya Pa, akan aku sayangi dia seperti anakku sendiri.” Terang Ayu kepada suaminya.


“ Apa yang kamu katakan maa….Mama Sadar dengan Ucapanmu itu???” Ucap Ardi tak percaya


“ Aku tak setuju ma, jika bayi ini disini ia akan membawa luka untumu dan untukku.“ Jelas Ardi.


“ CUKUPPP….PAA.!!!” Bentak Ayu


“ Aku tak ingin berdebat denganmu, ini sudah pilihanku.”


“ Jika kamu mencintaiku, maka turutin keinginanku pa. “ Ucap Ayu


“Arghhhhhhhhh…” Ucap Ardi frustasi dengan apa yang dikatan istrinya


Tak habis pikir istrinya mau merawat anak dari hasil perbuatan zinanya dengan perempuan


lain.


“ TERSERAHHH, apa yang kamu mau ma.” Ucap Ardi masih emosi dengan keputusan


istrinya itu.


Duuarrr,,,,,..


Terdengar bantingan pintu saat Ardi keluar dari dalam kamar, Bik Sumi bahkan sampai


terlonjat kaget.


” Oeekkkkkk….oeeekkkkkk….” Sang bayi mungilpun menanggis seakan tahu akan seperti


apa nasibnya kelak.


“ Cupppp….cupppp….Sayang…cantikk…jangan menangis ya..!” Ucap Ayu lembut mencoba menenangkan bayi itu.


“ Nyo-Nyonyaa…maaf apa benar nyonya akan merawat bayi ini??? “ Tanya bik Sumi ragu.


“ Atau biayarkan saya saja nyonya yang merawat bayi ini. “ Tawar Bik Sumi.


Bik Sumi sudah bertahun – tahun menikah namun belum dikaruniai anak. Sehingga bik sumi


berniat menawarkan diri untuk merawat bayi munggil itu. Toh menurutnya Tuannya tak mau menerima bayi itu.


“ Enggak bik, bagai manapun bayi ini ada darah mas Ardi yang mengalir ditubuhnya.”


“ Lagian ini bukan salahnya, kenapa harus dia yang menanggungnya.”


“ Aku akan menyanyangginya bik, seperti aku sayang dengan Rayhan dan Clara.” Ucap Ayu


sambil mengelus pipi mulus bayi cantik itu.


“ Cantiikkkk....sekali...kamu sayang..” Ucap Ayu sedikit tersenyum memandang wajah mungil bayi itu.


“ Sayang…. Sekarang kamu jadi anak mama ya,” Ucap Ayu tulus dan penuh kasih sayang.


“ Mama janji akan menyanggimu, kamu berhak bahagia sayang.” Ucap Ayu kepada Bayi itu.


Setetes butiran bening membasahi pipi Ayu, ia tak tega dengan bayi itu nasibnya sungguh malang.


Bik Sumi yang melihat pemandangan itu hanya bisa meneteskan air mata.


“ Sungguh mulia hatimu, nyonya…Semoga kelak kamu Bahagia nak.” Batin Bik Sumi dalam hati.


“ Bik…dia cantik yaa?” Ujar Ayu sambil memandanggi wajah munggil bayi yang ada dalam


gendongannya.


“ Mukanya persis seperti Mas Ardi.” Ucap Ayu tersenyum


“ Akan aku beri nama ia Natalia Atdmaja .” Ucap Ayu Pasti


Seakan tahu, bayi itu pun tersenyum cantik.