
POV Ardi
Bagiku ia adalah sebuah Aib yang seharusnya sudah aku singkirkan dari dulu. Namun Hanya karena kebaikan Istriku saja aku masih mengijinkannya tinggal dirumahku.
Dan balasannya sekarang\, anak si*l*n itu malah membunuh Istriku dan sekarang menyakiti anak gadisku. Sungguh benar – benar GADIS S*al*n.
Ingin ku sekali menyingkirkan ia dari hidupku, tetapi permintaan terakhir Ayu masih begitu teringat jelas dimemoriku.
“ Kenapa kamu harus memberikanku pesan seperti itu sayang.??? “
“ Kamu tahu aku tak pernah suka dengannya.”
Ucapku dalam hati.
( Balik ke laptop,…ehh ke Author deng 😊)
*****
Mendengar pintu ruang tindakan terbuka, Ardi melepas cengkramannya dirambut Lia.
Bik sumi yang melihat itu hanya bisa berdiam diri dan hanya bisa menangis pasalnya ia tak bisa melakukan apa – apa, sekalipun Ia memohon untuk tidak menyakiti Lia tetap saja majikannya itu akan tetap menyiksa
Lia. Sungguh miris bukan.
“ Bagaimana Dokter keadaan putriku.” Tanya Ardi cemas
“ Tenang Tuan, Putri anda baik – baik saja.” Ucap dokter
“ Tak ada luka serius yang perlu dikhawatirkan, sebentar lagi ia akan sadar.” Terang dokter
“ Huhhhh……Syukurlah dok.” Ucap Ardi
Terdengar helaan nafas Ardi Ia merasa bersyukur tidak terjadi apa – apa dengan putrinya. Ia pun meminta
ijin dokter untuk menemui putrinya dan dokterpun mengijinkannya.
Ardipun bergegas masuk untuk menemui Clara.
Didalam ruang perawatan, Ardi berjalan perlahan mendekati Clara, Ardi mengelus kepala Clara dengan penuh kasih sayang. Dilihatnya perban yang menempel di dahi putri kecilnya itu.
“ Ini sakitt... ya sayang..?? " Tanya Ardi pada Clara yang masih terlelap
" Cantiknya papa, Jangan
buat takut papa... sayang cepat bangun ya..!!!.” Ucap Ardi pelan.
Clara yang merasa ada seseorang yang menyentuh kepalanyapun terbangun.
“ Euugghhhh.” Lenguhnya pelan
Clara mencoba membuka matanya perlahan.
“ Pa-..papa....Clara takut pa…Kak Lia Jahat..” Ucap Clara.
“ Tenang sayang sudah ada Papa disini… Jangan takut lagi..Papa janji akan menjaga Clara ” Ucap Ardi.
“ Apa ada yang sakit nak?.” Tanya Ardi cemas.
Clara pun hanya mengeleng menanggapi pertanyaan Ayahnya.
“ Sebenarnya apa yang terjadi sayang??, Kenapa Clara bisa seperti ini.?” Tanya Ardi lembut.
Clara pun menceritakan hal sudah ia alami kepada Ardi, terlihat jelas Amarah dari wajah Ardi. Entah apa
yang Clara ceritakan sehingga Ardi terlihat begitu emosi.
" Pa...Clara nggak mau deket - deket sama kak Lia, Kak Lia jahat sama Clara...Hiksss....hikss...." Adu Clara pada Ardi.
“ Sudah..sudah.. ya sayang….masalah ini biar papa yang urus.” Ucap Ardi menenangkan Clara.
“ Sekarang kamu istirahat dulu ya nak, papa akan selalu menjaga kamu disini.” Jawab Ardi
Sesaat kemudian Clara pun tertidur lelap, mungkin masih pengaruh obat dari dokter.
Setelah dirasa Clara tertidur dengan pulas Ardi keluar dari kamar perawatan.
“ Bik tolong jaga Clara sebentar, Saya ada urusan.” Jawab Ardi Pasti.
“ Baik tuan. “ Ucap bik Sumi
Bik sumi segera bergegas masuk keruang perawatan Clara, sementara itu Lia dengan keadaan takut memberanikan diri mendekati Ardi.
“ Tu-tuan bagaimana kondisi Non Clara? “ Tanya Lia pada Ardi
Lia masih khawatir jika sesuatu terjadi pada Clara, Ia tak ingin Clara kenapa – kenapa. Bagaimanapun Lia
sangat menyanyanggi Clara. Ia tak bermaksud hati menyakiti Clara seperti itu.
“ Halah…tak usah sok peduli kamu. “ Ucap Ardi acuh.
“ Sekarang kamuu, Ikut Saya.!!!” Jawab Ardi sambil menyeret lenggan Lia untuk ikut dengannya.
Tanpa berbelas kasihan Ardi terus menyeret Lia menuju parkiran mobil.
“ Masuk Kamu.!!!” Perintah Ardi.
Lia hanya bisa mengikuti apa yang diperintahkan oleh Ardi.
Selama diperjalanan Lia sangat ketakutan pasalnya Ardi membawa mobil dengan kecepatan tinggi, Bahkan
tak ada percakapan diantara mereka. Lia yang ketakutan hanya bisa diam dan pasrah, Ia tahu pasti Ardi akan menghukumnya.
Sesampainya dirumah, Ardi menyuruh turun Lia dari dalam mobil, dan mengikutinya masuk kedalam rumah.