
Hayyyy....readers maaf bgt yaa aku
enggak bisa upload tiap hari...huhuhuuuuu :(
Aslinya pngen bgt lhoo...tp apa
daya.......
Ini bisa upload karena pinjem
komputer kantor.
Itupun kalau ada waktu kosong .....
:(
Kalau up pakai HP, HPku memorinya
belum cukup.....
Harap bersabar yaaa
gyuss......Insyaallah aku usahaan up kok...
Dan Doain yaaa....semoga dpt rejeki
buat bisa beli lepi....hehheheh....
Makasiii semuaa....love u
allll...................
* NB : MAAF BGT YAA KALAU ADA BANYAK TYPO
************
Hiks…hikss….hikss….
Tangis lia pecah, sosok kakak yang
selama ini bersikap dingin & kasar berubah lembut,
bahkan berubah menjadi sosok rayhan yang dulu begitu sayang dengan adiknya lia.
“ Kak…Ray…...Hikss…hikss…Liaa...ka..ngen kak.. (
Hikss.... hiksss )” Ucap Lia lirih disela tangisannya.
Lia seakan seperti mimpi dan tak menyangka rayhan
memperlakukannya dengan lembut seperti dulu. Bahkan terlihat khawatir dengan kondisi
adiknya saat ini
“ Hey….heyy…sayang..kenapa…ada yang
sakit dek??? “ Panik Rayhan khawatir.
" Mana yang sakit dek??..Sabar
ya sayang…sebentar lagi dokter datang.” Ucapnya cemas
Bagaimana rayhan tidak cemas, saat ini adiknya yang baru saja siuman malah menanggis
tersedu - sedu.
Rayhan sangat khawatir terjadi sesuatu dengan adiknya itu. Bahkan terlihat berulangkali
ia menekan tombol emergency berharap dokter segera datang.
Tak selang beberapa lama
dokter dan dua orang suster datang berbondong - bondong menghampiri Lia dan dengan cekatan dokter sebut
memeriksa kondisi Lia.
Rayhan masih setia menemani adiknya bahkan raut wajahnya terlihat
cemas dan khawatir dengan kondisi adiknya.
" Apa yang terjadi dok?", Apa yang membuat adik saya menangis?" Tanya Rayhan khawatir.
" Mas tenang saja, dari hasil pemeriksaan syukurlah pasien dalam keadaan baik dan stabil, selanjutnya tinggal
pengobatan pemulihan luka – luka luar pasien saja”. Terang dokter
“ Terimakasih dok.” Ujar Rayhan.
Ia merasa bersyukur dan lega
mendengar penjelasan dokter tentang kondisi Lia saatini.
Tak lama setelah itu sang dokter pamit meninggalkan ruangan Lia.
Grebbbb...
Rayhan tiba - tiba memeluk Lia secara
erat seakan rasa khawatir dan semua kerinduan ia curahkan saat ini.
Begitupun dengan lia, ia membalas pelukan sang kakak tak kalah eratnya.
“ Tuhan….jika ini mimpi tolong jangan bagunkan aku, tapi..jika ini memang kenyataan aku
ingin tetap seperti ini, Terima kasih ya Allah engkau kembalikan kak Ray seperti dulu.” Ucap lia dalam hati.
“ Sayang…maafin kak ray yaa., selama ini kakak sudah jahat sama adek…kak ray janji sekarang
bakal jagain lia." Ucap Rayhan tulus, bahkan air matanya pun berhasil
lolos dari matanya
“ Kak…udah yaa jangan nangis ..…Lia
nggak apa – apa kok…Lia udah maafinkak ray..... Lia sayang sama Kak ray dulu kak ray yang selalu ngajarin
Lia buat jadi cewek strong, Tuh ..lihat nggak apa – apakan? “ Ucap Lia terkekeh berusaha
untuk menghibur Rayhan yang masih nampak terlihat wajah sedih yang mendalam.
Lia begitu sangat menyanyanggi
kakaknya itu, bahkan lia sudah memaafkan semua perlakuan rayhan.
Lia tak ingin melihat rayhan sedih dan merasa bersalah padanya,
Lia tahu bukan maksud Rayhan
meninggalkannya atau menyakiti lia, tapi karena yang kejadian yang dulu
membuat Rayhan harus membenci dan pergi meninggalkan Lia.
Rayhan tersenyum tulus melihat tingkah adiknya berusaha menghibur dirinya, padahal ia tahu
selama ini adiknya amat sangat menderita.
“ Maaf........Maaaffff....Maafff ya dek." Ucapa Rayhan lagi
" Udah Ahh masak cowok nangis kak, enggak pantes buat tampang kak ray yang sok cool itu." Ucap Lia sambil memperlihatkan senyum indahnya
" Lagiankak ray daritadi maap…maap melulu deh…inikan bukan lebaran....hehehe.” Ucap
Lia disela candanya.
“ Tapi bener dek…kakak minta maaf
sama kamu, dan satuhal yang harus kamu tahu, Sebenarnya kakak nggak ada maksud untuk melukai
atau menyakiti Lia sama sekali, kakak cuma belum bisa menahan ego kakak saat dulu.” Terang Rayhan.
“ Udah yaaa kak…semua udah berlalu,
Lia tahu kok…lagian kak ray kan sekarang sama Lia lagi.” Ujar Lia dengan senyum manisnya.
*****
Massion Atmaja
Sementara di kediamannya yang megah
seolah Ardi tak memperdulikant perlakuannya semalam
terhadap Lia, Bahkan bagaimana
kondisi Lii saat ini ia tak perduli, tak ada niat untuk menghampiri anaknya itu
digudang. Seakan Ardi lupa dengan perbuatannya semalam.
Padahal semalam ia baru saja dengan
tega menyiksa
Lia tanpa ada rasa kasihan dan
bersalah.
Dengan tenang Ardi menyantap
hidangan yang sudah
tersedia dimeja makan.
“ Pagi papa ganteng “ Sapa Clara
menghampiri Ardi dimeja makan.
“ Pagi sayang.” Balas Ardi. Tak lupa
ia mendaratkan ciumannya dipucuk kepala Clara sebagai tanda kasih sayang ayah
dan anak.
Ardi begitu sayang dan perhatikan
terhadap Clara
namun berbeda perlakuaannya terhadap
Lia, padahal bagaimanapun juga ada darahnya yang mengalir ditubuh Lia.
“ Mau kemana cantik, pagi – pagi kok
udah dandan cantik begini ? “ Tanya Ardi
“ Issshhh…papa gombal aja ahh…Clara tuh mau kesekolah pa…yaa...ada acara gitu deh di sekolah dan wajib banget pada dateng sih." Ucap Clara.
" Lho emang acara apa nak?" Bukannya kamu hari ini libur." Tanya Ardi
" Emmmm...Kalau nggak salah sih…ada lomba apa gitu
Clara lupa. Nah sekolahnya Clara yang jadi tuan rumahnya gitu. Ya …itung – itung cuci mata lha pa….bosen
dirumah…Hhaahahahha. “ Jelas Clara.
“ Ohhh.....ceritanya anak gadis papa ini udah gede ya…” Goda Ardi pada Clara.
“ Isshhhh…papa, kan emang Clara udah gede tau …( Wlekkkk )” Ujar Clara membalas godaan sang papa.
“ Hahahhah…..iyaa..iyaaa…sayang.” Ucap Ardi yang begitu bahagia mengoda putrinya itu.
Clara dan Ardi melanjutkan sarapannya,
Ditengah – tengah sarapannya, Clara seakan memperhatikan sekelilinya.
“ Lho…pap…kak ray nggak ikut sarapan? “ Tanya Clara.
“ Papa juga nggak tahu sayang, Mungkin masih tidur.” Jawab Ardi.
“ Tumben bener belum nonggol,
biasanya pagi - pagi buta udah keliyaran." Ujar clara.
Pasalnya Clara tahu kalau sang kakak
itu selalu bangun pagi hanya untuk sekedar berolah raga.
Ardi hanya mengeleng menanggapi ucapan Clara.
“ Kamu habisin dulu sarapanmu…habis itu kamu nanti biar diantar mang udin ya.” Ucap Ardi.
“ Iyaa deh…pap…....padahal aku tuh mau minta anter kak ray sekaliyan
mau pamer ketemen - temen...hehehhehe...Lumayan
punya kakak ganteng yaa dimanfaatin...hehehhehe..” Ucap Clara.
“ Kamu yyaaa...ada - ada.. aja.." Timpal Ardi
“ Ohh ya sayang siang nanti papa mau kesingapur ada kerjaan disana, sama mau sekaliyan nenggok oma sama opa, Kamu nanti minta dibeliin oleh – oleh apa sayang?.” Tanya Ardi.
“ Ehhmmmmm apa ya pa??? “ Ucap clara
seakan memikirkan keinginannya.
“ Emmmm...Papa..bawaain oleh – oleh clara cowok bule aja deh tapi yang ganteng
yaaa….hehehehe.” Ujar clara bercanda.
“ Hussss…kamu ini masih kecil….cowok aja yang dipikirin…emang papa ini masih kurang ganteng ? “ Goda Ardi terhadap putri yang ia manjakan.
“ hahahhaha…iyaa...iyaa....…papa Clara tuh super ganteng kok,.” Ucap clara sambil
memperlihatkan dua jempolnya kepada Ardi.
Dengan penuh canda tawa mereka mengabiskan sarapannya pagi ini.
Bahkan tak ada gambar raut wajah menyesal Ardi. Seakan lupa atau memang sengaja Ardi
melupakan keadaan Lia saat ini.
Mungkin baginya Lia adalah sebutir debu yang tak pernah terlihat keberadaannya.