
" Hallo semua apa kabar???,,, hhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu :( sedih ak tuh udah lama bgt ini novel vacuuuuuuuuuum..... yaa mau gmn lagi yaaa pekerjaank padet banget ditambah laptopnya dibawa sama adek... jadi yaaa kgak bisa lanjt....doain yaa semoga ada rejekinya trs bisa berkarya lagi aminnn.......
" BTW aku mau ngucapin SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI YANG MERAYAKAN MAAF LAHIR BATIN YAA.... "
" PLUSSS....JANGAN LUPA LIKE & KASIH KOMEN YNG BAGUS YAA GUUUUUUUUYSS BYAR AKUUUUUUNYA SEMANGAT TRSSS..... ;)... LOVEEEEEE...... "
*********************
***
Natalia sedang duduk termenung di sebuah hamparan rumput yang dihiasi bunga warna –
warni dihadapannya. Banyak kupu – kupu bertebangan. Bahkan terdengar suara
gemericik air menambah suasana nyaman.
“ Dimana ini yaa?" Tanyanya dalam hati.
" Seingatku aku didalam gudang, tapi tempat ini bagus banget “ Ujar Lia
sambil memejamkan matanya meresapi suasana saat ini.
Seakan rasa sakit dan penderitaannya selama ini hilang sirna.
Ia masih merasa bigung, mata cantiknya meyusuri setiap sudut taman. hanya hamparan taman nah indah yang ia lihat bahkan terlihat kupu – kupu cantik warna – warni yang terbang mendekatinya.
“ Sayang……” Sapa lembut suara perempuan.
Lia menoleh kearah suara itu berasal.
“ MAMA…” Pekik Lia kaget seakan tak percaya dengan sosok yang ada didepannya saat ini,
betapa tidak sesosok Wanita lemah lembut yang selama ini amat ia rindukan pelukan
dan kasih sayangnya.
Yaaa… wanita itu adalah Ayu, wanita yang selama ini merawat dan menyanyanggi Lia dengan tulus.
Grebbb….
Seketika lia memeluk Ayu erat seakan tak ingin ia lepaskan.`
Hikss....hiksss....
“ Ma…Lia kangen banget sama mama ( Hiks….Hiksss… )tangisan Lia pecah.
Lia amat merindukan sosok Ayu, dengan bahu yang bergetar Lia menumpahkan segala rasa sedihnya dengan Ayu.
“ Maa...Lia mau ikut mama aja ya…boleh ya ma …Hiksss....hikksss...hiksss....Lia takut maaa…..Liaa sakitt....enggak ada yang sayang sama Lia
sekarang…Hikssss…hiksss….“ Lia terisak dipelukan Ayu.
Rasanya ia ingin sekali ia ikut pergi dengan ayu.
Ayu mengusap lembut surai Lia dengan penuh kasih sayang. Kecupan lembut Ayu berikan
dipucuk kepala Lia.
Ayu mencoba menenangkan putri cantiknya itu, Ia tahu anaknya saat ini amat
menderita, sungguh ia tak tega melihat keadaan lia saat ini.
Ayu mencoba menenangkan lia, ia menuntun Lia untuk duduk dikurusi ayunan yang entah
darimana asalnya.
Ayu memeluk dan mencurahkan kasih sayangnya kepada Lia seperti dulu ia lakukan.
“ Sayang….apa.kamu benar ingin ikut mama nak.? “ Tanya Ayu lembut
sama kak Ray jahat ma.” Ujar Lia yakin.
Ayu masih setia mendekap putrinya dalam pelukannya, Ayu tahu jika putri cantiknya itu amat merindukannya.
Lia amat bahagia ternyata dirinya bisa bertemu ayu, bahkan sampai memelukannya. Namun ditengah rasa rindunya dengan ayu, Lia mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada ayu, tentang apa yang sudah ia dengar dari sang papa.
Sebauh pernyataan yang membuat dirinya hancur, dan mungkin ini saat yang tepat Lia bertanya pada sang mama.
“ Emmm.... Ma…apa lia
boleh tanya sesuatu sama mama ?” Tanya Lia menatap mata indah ayu.
Ayu hanya mengangguk kecil, sambil terus memeluk lia dari samping.
“ Maa….( Lia sedikit ragu dengan pertanyaannya ).”terlihat ia menggigit ujung bibirnya.
“ Iyaa sayang, Lia mau tanya apa sama mama nak?” Ucap Ayu lembut sambil mengusap surai rambut milik Lia.
“ Emmmm….. Ma…apa benar yang papa katakan Lia bukan anak kandung mama?? “ Tanya Lia lesu,
kepalanya ia jatuhkan dipelukan sang bunda.
“ Apa ituu benar ma…??” Tanya Lia sekali lagi.
Dengan sebuah senyuman yang amat cantik ayu menjawab.
“ Sayang….lihat mama nak..” Ucap Ayu lembut kepada putri cantiknya.
Lia menatap mata indah sang mama, terlihat bulir bening membasahi pipinya saat ini.
“ Lia anakku,….dengarkan mama yaa nak..…sampai kapanpun Lia adalah anak mama, anak
kandung mama. Mama sayang banget sama lia.” Ucap Ayu.
" Apapun yang terjadi Lia tetap anak mama Ayu, jangan pernah lupakan itu ya Nak... mama Sayang banget sama Lia. " ucap Ayu tulus, mata ayu terlihat berkaca
– kaca menatap putri kecilnya itu.
Lia mempererat pelukannya kepada ayu, seakan ia enggan untuk melepaskan pelukan
itu.
“ Ingat sayang…. Sampai kapanpun mama selalu ada buat Lia, mama ada disini nak ( Tunjuk
Ayu tepat didada Lia ). “ Ucap Ayu.
Mereka berdua masih betah berpelukan seakan tak mau terpisahkan.
Saat lia merasa nyaman dipeluk oleh ayu.
Tiba – tiba saja Ayu berdiri dari duduknya dan mengandeng tanggan Lia.
Ia menuntun Lia menuju sebuah jalan yang diselimuti cahaya yang amat menyilaukan
mata.
“ Maa…..kita mau kemana? “Tanya Lia, dirinya sebenarnya bingung dan penuh tanda tanya.
Ia bingung kemana Ayu akan membawanya karena yang Lia lihat hanyalha silauan cahaya yang
amat terang.
Ayu tak menjawab pertanyaan Lia, langkah demi langkah Ayu menuntun Lia dengan lembut.
Ditengan pikirannya yang penuh tanya, tiba – tiba saja terdengar suara yang amat sangat lia kenali.
Suara seseorang yang membuat langkahnya terhenti.