
( Hayyy...bestie...aq mau nyapa dulu nih :).... BTW aq ucapin terimakasih bgt yaa ats dukungan n coment2 semuanya, mkasi ya sudah sedia mampir kesini : ), Maaf banget kalau akhir - akhir ini up-nya sering telat - telat, karena jujur banyak banget tugas dan kerjaan yang lain....padahal udh dibagi2 waktunya tapi ttp novel ini keteteran...huhuhuh..... sekali lagi makasi yaa.... ttep suport author... : )... sorry klau diselipin curhatan dikit...hehehhe ) .
*********
Lia berjalan mengikuti pelayan toko itu dan diperlihatkanlha koleksi – koleksi
jam tangan yang menurutnya harganya tidak terlalu mahal bagi Lia.
Lia memutuskan pilihan pada salah satu jam tanggan Cowok yang harganya
berkisar 2 jutaan.
Mungkin bagi orang – orang kaum elit harga segitu termasuk jam kelas murahan.
Tapi bagi Lia itu merupakan jam yang mewah karena Ia membelinya dengan hasil
kerja kerasnya selama ini.
Tapi tak masalah baginya karena Lia ingin sekali memberikan hadiah spesial ulang tahun
sang kakak.
Karena semenjak kejadian itu mereka tak pernah bertegur sapa.
Mungkin bagi Lia ini moment yang tepat Ia meminta maaf dengan
Rayhan dan Clara saudara yang selalu ia sayangi.
“ Semoga kak ray suka sama jam ini.” Batin lia.
****
Setelah menyelsaikan pembayaran dan mendapatkan
jam tangan itu lia, langsung bergegas meninggalkan toko dan pergi menuju cafe
tempat Ia bekerja.
Karena sudah sore Lia memutuskan untuk
memesan salah satu aplikasi ojek online di ponselnya, karena ia tahu kalau
sekarang Lia naik anggkot maka Lia akan terlambat apalagi saat ini jam – jam padat.
Setelah selesai memesan ojek online Lia menunggu didepan pintu keluar Mall.
Selang beberapa menit menunggu akhirnya datang lah ojek yang sudah dipesan Lia.
“ Neng Natalia ya ?” Tanya bang ojol yang langsung mengenali Lia, Karena Lia sudah memberi tahu ciri – cirinya saat memesan ojol tadi.
“ Siap neng…..” Ucap abang ojol.
Brummmm......
Mereka melaju membelah jalanan yang ramai, maklum waktu pulang kerja tapi untungnya Lia saat ini naik montor jadi bisa melaju dengan gesitnya mencari celah – celah jalan yang tidak macet.
Rupanya selama diperjalan Lia bercengkrama dengan si abang ojol, ya Lia memang terkenal anak yang ramah dengan siapapun apalagi abang ojolnya kali ini orangnya asik buat diajak ngobrol.
“ Abang udah lama ngojek yaa?” Tanya Lia
“ Iya neng lumayan lama udah sekitar empat tahunan. “ Jawab bang ojol.
“ Wiuhhh lumayan lama ya bang kalau itu waktu buat kredit panci udah dapat satu toko bang….hehehhe.” Ucap Lia sedikit bercanda.
“ Hehehee…sieneng bisa aja…” Jawab bang ojol.
“ Ohh ya neng kita nanti dipertigaan sana belok kiri aja ya, kayaknya lewat jalan situ lebih cepet soalnya jarang macet kalau disana.” Ujar sang ojol.
“ Rebesss…lha bang pokoknya terserah abang lah, asal cepet dan slamet.” Jawab Lia.
“ Beres non.” Ujar sang ojol.
Motor sang ojol dengan gesitnya membawa Lia. Dan Saat melewati jalannya yang agak sepi dari kejauhan tiba – tiba Lia melihat ada segerombolan orang yang sedang berkelahi.
“ Ehhh…..ehhh…..Stoppp.. bang..!” Ucap Lia sambil menepuk – nepuk Pundak bang ojol.
Ckitttt……
Seketika bang ojol memberhentikan montornya agak jauh dari tempat kejadian perkelahian
“ Ada apa neng?” Tanya bang ojol.
“ Bang lihat deh disana itu apaan ya,?? kayak ada orang kelahi?” Tanya Lia pada Bang ojol.
“ Ehhh iyaa…non… jangan – jangan itu begal non.” Ujar bang ojol yang mulai ketakutan.
Saat mengamati kejadian itu tanpa sengaja kedua bola mata Lia menangkap pemandangan yang tak asing
baginya, dimana ia melihat dua orang cowok yang sedang dipukuli oleh beberapa
orang – orang yang berpakaian serba hitam.
“ Lha itu yang dua orang kok seragamnya sama kayak seragam
sekolah punya Gue?” Ehhh…bentarrr deh……itu bukannya Kak Kevin sama kak dewa
ya?” Tanya Lia pada diri sendiri yang sedikit kaget karena mengenali sesosok yang menjadi bulanan - bulanan preman.