
HALOOO SEMUAAA......
AKU MAU NGUCAPIN MAKASI BGT YAAA YG MASIH SETIA SAMA NOVELKU INI
MAKASI BGT ATAS DUKUNGAN KALIAN, YAAAH WALAUPUN AKU UP LOADNYA KAGAK
KONSISTEN DAN LAMA BGT HUHUUUUU...SEDIH AKU TUH...:(
TP INSYAALLAH AKU SLLU USAHIN UP YAAA....
TETEP DUDUKUNG NOVEL INI YAAAA.........
TERIMAKASIH SEMUA........
******
Pagi harinya JIH terlihat begitu ramai, yaa karena pagi ini ada pertandingan basket antar JIH dan SMA Rajawali. Walaupun sedang hari libur sekolah para siswa – siswi JIH diharuskan
datang kesekolah menggunakan pakain bebas. karena JIH adalah sebagai tuan rumah pertandingan maka dari itu para murid diharap hadir guna memberikan dukungan tim basket mereka.
Lapang basket pun sudah dipenuhi supporter masing –
masing sekolah, bahkan mereka sudah siap dengan attribute supporter.
Kedatangan empat pemain basket JIH menggalihkan atensi
para supporter, Yaa bagai mana tak terpesona dengan para pemain basket yang
tampan – tampan bak raja – raja yunani…hehehe… ( lebay.com yaa author ini )
“ AAAA….. kak Kevin summpah cool bgt.”
“ kak dewa….aku padamu.”
“ Yaa..tuhan kak farel juga senyumnya bikin hati adek
meleleh .”
“ Kak Noaahh.....kita ke KUA yokkk...”
Begitulah kiranya teriakan para siswi yang histeris
ketika genk black dragon memasuki lapangan.
Kembali ke tim basket JIH, mereka sedang mendengarkan
arahan dari pelitih mereka.
Tak selang berapa lama pertandingan pun dimulai saat
wasit meniup peluitnya dan melemparkan bola basket keudara. Banyak teriakan
yang menyemanggati tim masing – masing, namun ada juga yang masih terpukau dan
memuja visual mereka.
“ AYoo…kevinn…semangat.”
“ Gooo…goo….Gooo… JIH…menang.”
Dan masih banyak lagi teriakan – teriakan yang
terdengar dari para supporter mereka.
Pertandingan basket berlangsung sangat sengit, namun
pada akhirnya tuan rumahlah yang menjadi pemenang.
Setelah pertandingan selesai genk clara Cs memutuskan untuk berkumpul dikantin.
“ Ehh…girls habis ini kita jalan yuks….” Ucap meta, memecah keheningan.
“ Ayyoookkk…kemana kita ta??” Timpal Hilda semangat.
“ Girlss..kesalon aja yuks, kita perawatan bareng gitu…kan udah lama nih kita
kagak perawatan.” Ucap meta lagi
Tanya Hilda pada cecil, sheila, dan clara
Ketiganya hanya mengangguk setuju. Dan tak selang beberapa lama merekapun pergi meninggalkan sekolah,
toh pertandingan basket juga sudah berakhir.
*****
Dirumah sakit rayhan masih setia menemani lia,
“ Eughhm....lenguh lia, yang terbangun dari tidurnya.
Setelah sadar tadi dokter memberikan lia sejenis obat
tiidur agar lia dapat istirahat sebentar.
“ Kak ray masih disini?" Tanya lia sedikit serak khas
orang bangun tidur.
“ Iyaa….sayang kak ray mau jagain lia disini.” Ucap
rayhan tulus.
Rayhan tak bosan - bosannya mengelus surai indah milik adiknya.
Lia tersenyum kecil menanggapi jawab sang kakak.
“ Tidur adik pasti nyenyak yaa?” Tanya rayhan lembut,
tak lupa ia mengelus rambut hitam milik adiknya.
“ iya kak…nyenyak..buannngetsss.hehehhe”. jawab Lia
terkekah kecil.
“..Esshhh…Au..….ucap lia yang baru merasakan nyeri
disudut bibirnya yang sedikit robek.
“..ehh.....hati – hati sayang, masih sakit ya dek? Jangan
ketawa dulu dek itu lukanya masih basah.” Ucap rayhan penuh perhatian.
Rayhan mengusap - ngusap lembut pipi adiknya berharap rasa sakit itu hilang.
“ iyaaaaa... kakakku yang ganteng.” Jawab lia tersenyum
tipis.
Tak lupa rayhan membalas senyum cantik adiknya itu.
“ Yaa Allah terima kasih atas kebahiannmu ini, terima kasih
sudah mengembalikan kak rayhan yang dulu lagi, kak lia bener – bener
bersyukur sekarang bisa bercanda dan tersenyum lagi dengan kakak, lia Kangen banget sama moment kayak gini kak...Ya Allah.... Semoga papa dan clara juga cepet sayang sama lia lagi…aminn…” doa tulus lia dalam hati.
“ Dek kamu kalau tidur jangan nyenyak – nyeka lagi yaa
! Kak ray takut banget. Janji ya sang jangan kayak gitu lagi.” Ucap
rayhan sambil mengelus pipi lia penuh kelembutan dan cinta.
Tak sadar bulir bening menetes dipelupuk mata rayhan. Lia tak
tega melihat kakanya yang sedih seperti itu.
“ iyaa kak, lia janji kok, enggak kayak gitu lagi....sekarang kan kakak udah ada sama lia..,"
” Kakak juga janji yaa...jangan tingalin Lia lagi.." Ucap lia penuh harap, tak lupa ia menghapus airmata sang kakak yang berhasil lolos.
Rayhan menjawab itu dengan menautkan jari kelingkingnya pada sang adik, Lia pun membalasnya, dan tak lama mereka berpelukan.