ONE MINUTE

ONE MINUTE
22



Tanpa berbelas kasihan Ardi terus menyeret Lia menuju parkiran mobil.


“ Masuk Kamu.!!!” Perintah Ardi.


Lia hanya bisa mengikuti apa yang diperintahkan oleh Ardi.


Selama diperjalanan Lia sangat ketakutan, pasalnya Ardi membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Bahkan tak ada percakapan diantara mereka. Lia yang ketakutan hanya bisa diam dan pasrah, Ia tahu pasti Ardi akan menghukumnya.


Sesampainya dirumah, Ardi menyuruh turun Lia dari dalam mobil, dan mengikutinya masuk kedalam rumah.


Plakkkk…plakkkk….


Tamparan bertubi – tubi Ardi layangkan untuk Lia, hingga Lia jatuh tersungkur kelantai. Lia manahan sakit dikedua pipinya.


“ DASAR ANAK SIALAN.” Marah Ardi


“ APA YANG UDAH KAMU LAKUKAN PADA PUTRI KESAYANANGKU, HAHHH???.. CLARA SAMPAI


KETAKUTAN DENGANMU...” Bentak Ardi


“ Maafffff Tuan, hikkkksss….hikssss…saya ti- .tidakkk melakukan apa – apa….


Saya..tidak bermaksud menyakiti Clara…Hiksss….hikssss….Ampunn….tuann…“ Jawab


Lia penuh ketakutan.


“ PEMBOHONGG..” Bentak Ardi


Pyarrrrrr…


Sebuah Vas bunga pecah berserakan dilantai karena Ardi membantingnya


Lia semakin ketakutan melihat Ardi yang kali ini benar – benar seperti iblis. Terlihat kilatan amarah terpancar dikedua matanya.


Tiba – tiba Ardi meninggalkan Lia sendirian dengan keadaan yang masih besimpuh


dilantai, terlihat darah segar mengalir dari sudut bibirnya akibat kerasnya


tamparan Ardi padanya, bahkan lututnya sedikit tergores oleh pecahan beling.


Selang beberapa menit kemudian Ardi datang kembali menghampiri Lia dengan membawa sebuah


cambuk.


Ctarrr….ctarrr…ctarrrr…


Terdengar suara cambukan berulang – ulang kali yang membuat siapa saja yang mendengarnya


akan merasa ketakutan dan miris.


“ Argghhhhh……ss- saa…kitt…..Amm…Ammpunnn…Tuaaannn,….. Ammmpunnn… Hiksss….Hikss....”


Teriak Lia merasa kepedihan yang amat luar biasa.


Setiap cambukan yang dilayangkan Ardi berhasil merobek kulit putih Lia, membuat Lia


meringgis kesakitan, seakan rasa sakit itu tembus sampai ketulang.


Melihat kondisi Lia yang begitu memprihatinkan tidak membuat Ardi untuk segera menyudahi tindakannya.


Malah Ia dengan tega terus leyangkan cambuknya ketubuh Lia berulang – ulang kali.


Ctaarrr….Ctarrrr…Ctarrrr….


“ Tuuuuaannn …Saa-sakitt….Arrggkhhhh…Tolonggggg,..cukupppp..……Sa…- kit….Ampunnn….Hiksss……hiksss…….”.Lirih


Lia


Entah sudah berapa kali Ardi melayangkan cambuknya ketubuh Lia,


Lia merasakan nyeri yang amat sangat disekujur tubuhnya. badanya seakan mati rasa.


Bajunya bahkan sudah robek akibat kerasnya cambukan Ardi, terlihat juga bercak – bercak


darah yang menempel dibajunya.


“ Itu Hukuman Kamu karena sudah menyakiti Putriku,” Ucap Ardi yang sudah merasa puas menghukum Lia


“ JANGAN PERNAH SEKALI – KALI KAMU MENYAKITI KELUARGAKU LAGI!!!!! “. Ucap Ardi dengan


penuh amarah.


Tanpa rasa iba Ardi menyeret lia yang sudah lemah tak berdaya.


Ditenggah rasa sakit yang mendalam Lia hanya bisa pasrah atas apa yang Ardi lakukan padanya.


Dan dengan tega Ardi menghempaskan dan meninggalkan Lia seorang diri disebuah gudang.


“ Anak Sialan, Sekarang tempat ini yang pantas untukmu.” Ucap Ardi


“ Jangan berani – berani keluar dari ruangan ini atas ijinku!!!. Atau kamu tanggung


sendiri akibatnya. “ Ancam Ardi.


Ardi dengan tega meninggalkan Lia begitu saja didalam ruangan yang kotor, pengang, dan


gelap.


Didalam sana Lia hanya meringkuk kesakitan, tak ada seorangpun yang berani untuk


menolongnya.


Semua ART yang melihat kejadian itu tak ada yang berani untuk mendekat, karena kalau majikannya sudah marah tak ada yang bisa mereka lakukan. Bisa saja malah mereka yang juga akan ikut kena disiksa oleh Ardi.


Tanpa Ayu, Ardi bagaikan seekor singa yang kehilangan induknya.


“ Tuhan….aku..sudah..tidak ku-at...sa-sakitt sekaliii...rasaanya.... Hiksss....hikssss.....” Ucap Lia


Hikkkssss….hikssss…..hikssss..


“ Maa…..Lia Kangen sama mama…..Papa Jahatt Maa…mereka semua nggak Sayang Lia…


HIkss….Hikss….” Lirih lia.


Karena tak mampu menahan rasa sakit yang amat ditubuhya Lia pingsan tanpa ada yang tau.


Entah sudah berapa lama Ia tergeletak pingsan didalam gudang, yang Lia ingat saat itu Ardi menghukumnya dengan kejam dan meninggalkannya didalam sebuah gudang yang gelap, tapi sekarang Lia tersadar dan melihat sekeliling ruangan seperti dirumah sakit.


Ternyata bik Sumi yang sudah menolong Lia, Bik Sumi yang memohon bahkan sampai bersujud


dikaki Ardi supaya Ardi mau melepaskan dan memaafkan kesalahan Lia, hingga akhirnya Ardi luluh.


Dan betapa terkagetnya bik Sumi Ketika pintu gudang terbuka, Lia ditemukan


tergelatak tak sadarkan diri dengan wajah pucat pasi.


Bik sumi yang panik segera meminta pertolongan dan bergegas membawa Lia kerumah sakit, beruntung


Bik Sumi datang tepat waktu untuk menolong Lia, entah apa yang terjadi padanya


jika Bik sumi terlambat menolongnya.


Sungguh miris memang, Lia gadis munggil nan cantik harus menahan siksaan yang begitu


kejam. Bahkan siksaan itu ia dapat dari Ayah kandungannya sendiri.


Namun setidaknya Lia sedikit bersyukur, ia masih memiliki Bik Sumi yang selalu menyayangginya dengan tulus.