ONE MINUTE

ONE MINUTE
24



( Hallo Bestie..... Aku mau ucapin nih,,,, Makasi banget yang udah mau mampir and Baca Novel aku yang masih acak adul kagak karuan.. : )


... BTW aq juga mau Ucapin... SELAMAT MENJALAN PUASA YAA... :) SEMOGA KUAT PUASANYA :).. 


yang lagi nunggu Ep 12 harap bersabar yaaa..... karena masih aku revisi ulang - ulang terus soalnya masih sering ditolAK...huhuhhuh.....


dan aku juga mau bilang maaf baget kalau bulan puasa ini jarang - jarang update soalnya lagi banyak banget handel kerjaan yang lain....


tapi aku usahain  nemenin kalian ngabuburit buat update cerita : )...


************


Tak terasa air matanya menetes. Lia sangat merindukan kebersamaanya bersama Clara dan Rayhan, karena selama lima tahun ini mereka tak pernah bertemu sekalipun.


Lia ingin merasakan kebahagian seperti dulu kebersamaan bersama dengan Clara yang selalu manja kepadanya dan juga Rayhan yang selalu menjaganya dan menghiburnya kala ia sedih.


Mungkin baginya hal tersebut adalah hal yang mustahil ia dapatkan saat ini


Pasalnya mereka semua masih terus selalu menyalahkan Lia atas kematian Ayu.


*****


Skippp ya guys


Pagi hari seperti biasa Lia bersiap – siap untuk berangkat kesekolah. Pagi sekali Ia sudah


berangkat, Lia berangkat sekolah jam enam pagi.


Maklum Lia berangkat kesekolah pagi karena lia naik angkot, Lia memilih berangkat


pagi – pagi sekali karena takut terlambat kesekolah.


Lia berjalan keluar rumah menuju pangkalan angkot. Jarak rumah dari pangkalan cukup


jauh, karena maklum rumahnya berada dikawasan elit dan tak mungkin ada anggkot


yang masuk ke kawasan tersebut. Hal ini Ia lakukan bertahun - tahun.


Tidak seperti dulu yang sering diantar jemput oleh sopir. Tapi biarpun begitu Lia ikhlas menjalaninya ia tak pernah mengeluh sekalipun.


********


Setelah hampir satu jam diperjalanan akhirnya Lia sampai didepan gerbang sekolah.


Tentu saja hal seperti ini menjadi bahan gosip para siswa - siswi disana, bagaimana tidak sekolah elit yang biasanya para muridnya pulang pergi naik mobil mewah dan bagus, lah ini Lia datang dengan angkot.


Lia sering dipandang rendah oleh para siswi disana. Tetapi hal itu


tak membuat Lia malu, karena Lia sudah kebal dengan perlakukan mereka seperti itu.


******


Lia perlahan berjalan masuk kedalam sekolah.Hingga tak


lama berselang, terdengar bunyi bel yang menandakan sudah waktunya jam masuk.


Kringgggg…..Kringgggg…kringg……


Para siswa – siswi berhamburan untuk segera masuk kekelas masing – masing.


Lia saat ini duduk dikelas kelas 11 IPA 2 yang merupakan salah satu kelas unggulan, hampir


semua para murid yang dikelas itu berotak encer dan berkantong tebal alias anak para sultan.


Terlihat seorang guru perempuan datang memasuki kelas bersama dengan seorang gadis cantik.


“ Morning…anak – anak.” Sapa guru


" Morningg....bu.... " Ucap para siswa.


“ Lohhh…lohhh..Bentar deh bu.....Bu


Ari ngapain masuk sini buk, kan ini belum jam MTK buk??” celetuk seorang siswa.


“…Ehhh…kamu ya ris…emang ada yang bilang saya mau ngajar ris, Dasar kamu tuhh ya.” Ucap sang


“ Hehehhe….piss


bukk…..jangan sewot ahh bu..nanti antiknya ilang loh…” Ucap Aris


“ Hahahhahaha…”


Terdengar tawa riuh dari dalam kelas.


“ Sudah…sudah…kamu..ini yaahhh…aris ngebanyolll terus. “ ujar sang guru..


“ Anak –anak…….Tenang!!!…..harap..perhatikan ibu sebentar!!! “, Ucap sang guru.


Setelah dirasa cukup tenang. Guru tersebut memperkenalkan sosok gadis yang ada disampingnya.


 “ Anak – anak perkenalkan ini teman baru kalian,”


“ Silahkan nak kamu perkenalkan diri.” Ucap lebut guru tersebut.


“ Haloooo…. perkenalkan Nama aku Clara Putri Atmaja.”


“  Pindahan dari singapur,” Ucap Clara memperkenalkan dirinya.


“ Haiii Clara cantikkk..……”


“ Aduhhh beninggg benerr..”


“ Ini nih idola baru .”


“ cuittttt…cuittt…”


“ Bidadari turunn nihh, apa nyasar ya…?”


" Ehhhh Busettttt Bening bener kayak gelas - gelas kaca."


“ Hahahahhahahhaha.”


Begitunya sautan para siswa yang ada didalam kelas itu. suasana rame pun kembali terjadi.


*Maklum mata cowok kalau lihat yang benih langsung riuh.


Bu ari wali kelas XI IPA 2 hanya bisa mengeleng kepala melihat tingkah  para murid – muridnya.


“ Sudah….sudah……. tenang.!!!!” Ucap Bu Ari.


“ Okk,, Clara sekarang kamu duduk ya disana” Ucap bu Ari sambil menunjuk sebuah bangku


yang kosong.


Clara pun mengangguk dan berjalan menuju bangku yang ditunjuk tadi oleh bu Ari.


Ketika berjalan menuju tempat duduknya, tak sengaja sudut mata Clara melihat sosok yang sangat ia benci selama


ini.


Ya Sosok itu adalah Natalia atau Lia.


“ Cihhhh…ternyata sekelas sama pembunuh…..” Batin Clara.


“ Kakakku tersayang, aku sudah kembali... ( Tawa dalam hati ).” Batin Clara


“ Akan ku buat kamu menderita, merasakan apa yang aku rasakan.” Batin Clara tersenyum


miring


“ Gara – gara kamu aku kehilangan mama.” Batin Clara dalam hati.


Terlihat jelas aura kebencian yang amat besar dari sorot matanya ketika ia melihat Lia.


Entah mengapa rasa saling menyanyangi yang dulu pernah ada sekarang menghilang dalam


diri Clara begitu saja, malah yang ada hanya sebuah rasa benci dan dendam untuk


menyakiti.