ONE MINUTE

ONE MINUTE
10



Ardi hanya diam saja, ia bingung harus memulai menjelaskan dari mana. Karena ia


tahu, ia telah menyembunyikan hal ini begitu lama dari istrinya. Tapi


percayalah semuanya terjadi bukan atas kemauannya sendiri dan ia lakukan hal


ini tanpa sadar.


“ Ma- maaff...sayang..Maafin aku.” Hanya kata maaf yang mampu keluar dari mulut ardi.


“ Tapiii…Sum-pah demi Nyawaku aku tak mengkhianati cinta kita.” Ucap Ardi menyakinkan Ayu


Ardi tak mampu menutupi rasa bersalahnya, hingga


bulir bening yang ditahannya akhirnya lolos dari bola mata hitamnya. Rasa


penyesalan yang amat besar ia rasakan, ia merasa sudah gagal menjadi suami yang


baik yang tidak mampu menjaga keutuhan rumah tangganya.


****


“ Ka-kamu bilang maaf mas, Berarti benar yang diucapkan wanita tadi.” Ucap ayu tak


percaya dan diiringgi isak tanggis.


“ KENAPA KAMU TEGA MAS, KENAPA KAMU TEGA MENGINGKARI JANJI KAMU MAS.”


“ APA SALAHKU SELAMA INI. ?”


“ APA KURANGNYA AKU SELAMA INI MAS?.” Ucap ayu penuh emosi.


Bahkan ia sampai memukul – mukul pelan dada bidang ardi yang sedang memeluknya.


“ Jahatt Kamu mas..Hikkss…hiksss…, Tega kamu.” Tangis ayu pecah.


Semua gejolak yang ia tahan meledak sudah.


Rasa sakit yang teramat ia rasakan, hatinya sudah hancur ia tak tau harus berbuat apa lagi.


Hanya erangan tangisan yang bisa mengambarkan rasa sakitnya saat ini.


Hikssss…….Hikkssss…..Hikssss…


Ardi semakin kuat memeluk ayu istrinya, ia pun tak kuasa menitikkan air mata. Memang


benar apa kata ayu, ardi tega mengkhianatinya dan menyembunyikan hal sebesar


ini dari istrinya begitu lama.


“ Sayangg….jangan begini, aku tak tega melihatmu seperti ini, hatiku sakit sayang...” Ucap Ardi lirih


“ Sayang... kamu tenang dulu yaa.., Dengerin penjelasannku dulu." Ucap ardi memohon.


Ardi mencoba menenangkan ayu ia memegang tangan ayu dengan lembut. Ketika ia merasa ayu


sedikit tenang ia mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


“ Sayang..Memang bayi itu anak aku, tetapi itu semua terjadi karena sebuah


kesalahan, bukan atas keinginanku sendiri.” Jelas ardi frustasi mengingat


kejadian itu.


“ Kesalahan??? Kesalahan apa mas yang kamu maksud.” Ucap ayu geram.


“ Kamu tenang dulu sayang, Ingat juga kondisimu, kamu masih lemah.”


“ Kali ini kamu tolong tenang dan dengerin penjelasanku dulu.” Mohon ardi.


Ayu diam tak menjawab apapun hanya suara tangisan yang terdengar dari bibirnya.


Sekuat tenaga Ayu menata hatinya, ayu mencoba mendengarkan penjelan Ardi,


sakit.


Setelah dirasa ayu sudah merasa lebih tenang Ardi memulai menjelaskan kejadian satu


tahun lalu.


Dengan perlahan Ardi memulai menjelaskan kepada Ayu istrinya.


Flash Back 1 tahun yang lalu.


“ Mama ingat waktu acara reuninan sekolah papa dulu?”. Tanya Ardi pada Ayu.


Dan ayu mengangguk menjawab pertanyaan Ardi.


“ Lalu apa hubungannya dengan kejadian ini pa?”, Tanya Ayu bigung.


“ Pada hari itu aku datang sendiri ma, tanpa mama.”


“ Saat itu, mama lagi berada di singapur, menemui orang tua mama disana.”


“ Awalnya aku tak berencana pergi keacara reuni itu, tapi mama yang terus memaksa papa


untuk berangkat, katanya dari pada papa dirumah sendirian lebih baik papa


ketemu teman – teman  lama papa.” Terang


Ardi Panjang kali lebar.


Ayu mencoba mengiingat – ingat kejadian itu, dan sepersekian detik ia teringat


ucapannya dulu yang meminta suaminya untuk tetap datang keacara itu karena ia


yang menyuruhnya.


Padahal ia tahu Ardi sudah bilang padanya untuk enggak berangkat keacara itu namun Ayu tetap


memaksa Ardi untuk pergi. Sekarang ia tahu bahwa kesalahan ini bukan seratus persen kesalahan Ardi suaminya tapi secara tidak sengaja ia juga terlibat.


“ Pada saat papa lagi kumpul bersama teman – teman akrab papa dulu, tiba – tiba Sari datang


dan menghampiri kami.”


“ Sari hanya sebatas menyapa kami, dan ngobrol tak ada yang lebih. “


“ Karena bagi papa Sari adalah masa lalu dan papa sudah punya kehidupan papa sendiri


yaitu bersamamu ma, Istriku pilihan hatiku.” Ardi menjelaskan dengan serius.


“ Tak ada perasaan apapun antara Aku dan Sari, dan sebaliknya kami hanya mengobrol biasa tak ada yang lebih.” Ujar Ardi menjelaskan penuh keyakinan


Ayu sedikit tersenyum mendengar Ardi mengatakan kalau, Ayu lha Istri tercintanya.


Terlebih terlihat dari sorot mata Ardi tak ada kebohongan dari semua cerita yang ia


ucapkan.


“ Saat kita lagi asik ngobrol tiba – tiba faris menawarkan kami minum ma, mama ingat


kan Faris yang dulu pernah menyatakan cinta sama mama. Dan setelah itu entah


apa yang terjadi tiba – tiba papa pusing.”


“ Papa sudah tak ingat kejadian apa – apa lagi.” Jawab Ardi


“ Saat Papa tersadar papa sudah berada didalam kamar entah kamar siapa, dan saat papa akan


bangun dan keluar dari kamar itu papa merasa sangat pusing.” Jelas Ardi.


Ardi pun mulai menjelaskan lagi kepada Ayu apa yang terjadi selanjutnya kepada Ayu.