ONE MINUTE

ONE MINUTE
38



“ Maa-maaf tuan, tapi saya beneran pulang kerja tuan, saya bukan seperti apa yang tuan tuduhkan.” Jawab lia dengan sudut mata yang berair.


Lia merasa sakit hati dan tak menyangka ayah kandunganya sendiri melontarkan


kalimat yang tak pantas dilontarkan oleh seorang Ayah kepada putrinya.


“ Kenapa??? Kenapa Ayah tega berbicara seperti itu, aku juga putrimu …apa aku


sehina itu?? “ Batin Lia dalam hati.


Tak terasa air mata Lia lolos begitu saja dari mata indahnya.


Dengan buru – buru Lia menyeka air matanya ia tak ingin Ardi melihatnya.


Sebenarnya Lia iri bahkan sangat iri atas perlakukan yang Ardi berikan pada Clara, Clara


selalu mendapatkan kasih sayang Ardi dengan tulus berbeda dengan dirinya yang selama ini kebencian yang ia


dapat dari Ardi.


“ DASAR ANAK TAK TAU DIUNTUNG KAMU SUDAH BERANI MELAWAN SAYA???. “ Bentak


Ardi.


Dengan penuh amarah Ardi melangkah maju mendekati Lia.


Plakkkkk......


Satu tamparan Ardi membuat Lia jatuh tersungkur kelantai.


“ ( Hikkkkkss )…. Tu-tuaan apa salah saya,…??..Kenapa tuan


selalu menyiksa saya??” Isak tangis terdengar dari bibir mungil Lia.


“ Sebenarnya siapa aku ini tuan.” Ucap Lia dengan deraian air mata


Hingga satu pertanyaan yang selama ini ia pendam lolos begitu saja ia ucapkan.


“ KAMUUU…TANYA….KAMUU SIAPA???” Ucap Ardi


“ DENGAR GADISS BODOHH KAMU ITU PEMBAWA SIAL....” Ujar Ardi


“ SATU HAL YANG HARUS KAMU TAHU…KAMU ITU BUKAN DARAH DAGING AYU, KAMU ITU


ANAK SEORANG ******..IBUMU SEORANG WANITA ******.” Ucap Ardi penuh emosi.


Jeduaarrrr.....


Jeduarrr....


Bagaikan tersambar petir disiang bolong, Lia kaget setengah mati atas apa yang ia dengar dari mulut Ardi.


Ia tak percaya bahwa Lia bukan putri kandung Ayu, karena selama ini yang ia tahu Ayu amat sayang padanya.


" Bohong.....papa pasti bohong...aku anak mama Ayu...nggak.... nggak...mungkin ( Hikss...Hiksss....) " Ucap Lia


“ BOHONG??? KAMU BILANG SAYA BOHONG!!! DASAR TAK TAU DIRI.... ( Bughhh ) .... ANAK SIALAN.. GARA - GARA KAMU ISTRIKU MATI..DASAR..PEMBUNUH..…MATI SAJA KAMU.” Ucap Ardi Kalap.


Bughh...


Bughhh....


Bughh....


Entah apa yang merasuki Ardi kali ini, Ia dengan tega menyiksa lia begitu kejam.


Bahkan dengan tega Ardi menendang Lia berkali – kali, kali ini Ardi tak


dapat mengontrol emosinya.


Mungkin karena saat ini Ardi sedang dalam pengaruh Alkohol, sehingga Ia


tak sadar akan tindakannya saat ini.


Sebelum bertemu dengan Lia Ardi memang sedang menyendiri diruang kerjanya.


Karena hari ini tepat hari pernikahannya dengan Ayu, dimana dulu


Ardi dan Ayu selalu merayakan ulang tahun pernikahan mereka dengan penuh


kebahagiaan namun sekarang Ayu tak lagi ada disampingnya.


Hanya minuman yang selama ini selalu menemani Ardi dalam kesedihannya.


Lia dijadikan Ardi sebagai pelampiasan emosinya, sehingga hal itu meembuat Lia trauma


dan tak berani muncul dihadapan Ardi.


Namun sekarang mungkin bukan hari keberuntungan Lia, karena saat ini


dengan tega Ardi melampiaskan amarahnya terhadap putri kandungnya sendiri.


Baginya melihat lia adalah suatu sumber permasalahan yang harus


segera dihilangkan, menurutnya Lia adalah penyebab kematian Ayu, Istri yang amat ia cintai.


“ Ammmm-punn tuaann,…..Ammpunnn…. Sa- sakitt…tuan.. ( Hiksss…hiksss…).” Ucap lia penuh iba


Seperti orang kesetanan Ardi terus memukul dan memaki Lia dengan kata – kata menyakitkan.


“ DENGARR GADIS BODOH SAMPAI MATIPUN KAMU BUKAN ANAKKU!!..


KAMU PEM-B-U-N-U-H ”. Teriak Ardi.


Dengan sengaja Ardi menekankan kata pembunuh pada Lia.


“ Ti..- dak saya bukan pembunuh……bukann…. ( Hikkkss…hikkkksss… )” Ujar


Lia.


“ Maa…saa-..sakit…to..-long..….” Suara serak lia yang


hampir tak dengar karena ia menahan rasa yang teramat menyakitkan.


Tak sampai disitu penyiksaan Ardi pada Lia. Dengan tega Ardi menjambak


rambut Lia dan menariknya dengan kuat.


Dengan kasar Ardi menghempaskan Lia begitu saja hingga membuat lia jatuh tersungkur


dilantai yang dingin.


“ Sa..-.sakit...Tu-tuan …Mohon…ampuni saya tu-tuaan,... tolong jangan kurung saya disini…


( Hiksss…hiksss…)…Saya ta- kut...ampun tuan.” Ucap Lia memelas.


Seakan tuli, Ardi tak menghiraukan tangisan dan juga permohonan Lia. Ia


dengan tega menghempaskan badan lia yang bersimpuh dikakinya memohon ampun, Lia kembali tersungkur.


“ INI HUKUMAN BUAT ANAK PEMBAWA SIAL SEPERTIMU,!” Ujar Ardi.


Tanpa memperdulikan kondisi Lia saat ini Ardi dengan segera bergegas keluar meninggalkan lia didalam Gudang


yang penggap itu.


Pencahayaan yang kurang yang membuat keadaan Gudang terlihat remang - remang dan penggap seperti itu. Lia


memang takut dengan keadaan gelap, karena dulu waktu kecil ia memiliki trauma


dimana saat bermain dengan Clara dan Rayhan Lia terkunci didalam lemari yang


membuatnya hampir pingsang karena ketakutan, hal ini lah yang membuat lia


mengingat kejadian masa kecil dulu, rasa takut yang teramat mulai menyelimuti


Lia.


Sebenarnya kematian Ayu bukan sepenuhnya salah Lia , mungkin ini sudah takdir dari sang pencipta


Ayu meninggal seperti itu, namun apa daya seluruh keluarga Atmaja menyalahkan itu semua


kepada Lia Padahal tak semestinya Lia menanggung semua penderitaan yang ia alami


sekarang.


Isakan tangis masih terdengar dari dalam Gudang, seakan yang mendengarnya merasa iba.


“ Mama….Apa benar yang papa bilang??? ..Hiksss…hiksss… Apa benar Lia bukan


anak mama “ Ucap lia pada dirinya


“ Ma...Lia kesakitan....papa tega sama lia ma... Hiksss....Lia kangen ma..Lia takut…sendiri disini….. “ Ucap Lia lirih.