ONE MINUTE

ONE MINUTE
40



Lia masih terus memegang kepalanya yang terasa amat sakit.


Dan tanpa ia sadari tiba – tiba cairan merah pekat meluncur dari hidung mancungnya.


“ Darah…..” Pekik lia kaget.


“ Ya Allah…Ehhhss ini sakit sekali.” Ringis Lia kesakitan.


Entah kenapa tiba – tiba kepalanya saat ini terasa berat dan sakit.


“ Hiksss.. Ma…sa..- sakit....tolongggg ma.” Ucap Lia lirih


Bruk ….


Tak lama kemudian Lia menutup matanya karena tak bisa menahan rasa sakit yang teramat dikepalanya.


Tubuhnya kecilnya terkulai lemas dilantai yang dingin itu bahkan wajahnya


terlihat pucat tak ada seorangpun yang mengetahuinya. Sungguh miris keadaan Lia saat ini.


* ******


**** Tuhan aku merasa Lelah


dengan semua ini, Lelah akan takdir yang engkau berikan kepadaku.


Bolehkah aku menyerah


untuk saat ini Tuhan? Bagiku hidupku hanya sebuah kepalsuan, di abaikan, diasingkan,


dan tak pernah dianggap. Tak kuat rasanya aku terus menahan siksaan yang ku


dapat dari segi manapun.


Tuhan aku sebnarnya tak tau Apa yang dipikirkan oleh


keluargaku? Apakah aku hanyalah sebuah boneka yang tak dapat merasakan sesak


dan sakit? Hingga mereka dengan tega terus menyiksaku.


Sungguh besarkah kesalahanku Tuhan?? Hingga engakau menghukumku.


Bukan keinginanku untuk kehilangan malaikatku. namun mungkin semua ini sudah jalan takdirku.


Tuhan ku serahkan semua


takdir ini kepadamu entah apa yang engkau rencanakan akan diriku. Tetapi satu


hal yang selalu malaikatku katakan kepadaku.


Dibalik badai yang engkau


kirimkan pada hambamu akan ada Pelangi yang muncul memberikan kebahagiaan bagi


semuanya.


Akan ku tunggu Pelangi itu


datang kepadaku\, walau hanya satu menit saja ia muncul dihadapanku  ******


***   _______ Curahan Hati Natalia ______***


******


Setelah pingsan selama beberapa jam akhirnya Lia terbangun dan melihat kondisi sekitar


yang ternyata masih sama. Lia masih terkurung didalam gudang itu. Bahkan rasa sakit dikepalanya pun belum sepenuhnya hilang.


Dengan sisa – sisa tenaganya Lia berjalan menuju pintu berharap ada yang mau mendengar


suara permintaan tolongnya.


“ Ihhhsss…sa-kit… “ Ringis lia yang masih terus memegang kepala yang masih terasa


Tokk…


Tokk…


Tokkk..


“ To-long…bikk..sum.….to-tolong aku..bikk..Lia..disi-ni..” Ucap lia dengan suara


lemah dan bergetar menahan rasa sakit.


Bahkan ketukan pintu darinya seolah hampir tak dengar. Lia benar – benar merasa


kesakitan mungkin hanya keajaiban tuhan yang dapat menolongnya saat ini.


“ Hikksss….hikkss…..to-long…bik..” Lirih Lia dengan isak tangisnya.


Sebelum Lia kembali kehilangan kesadarannya, samar – samar ia mendengar suara seseorang


yang berusaha memanggil namanya namun belum sempat ia mengenali sosok itu Lia


sudah kehilangan kesadarannya.


*****


Rayhan yang baru saja menyelsaikan olah raga pagi hendak mengambil air minum di kulkas yang ada


didapur.


Namun tak sengaja telinganya mendengar pembicaran para asisten rumah tangganya yang


membuat ia seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.


“ Eh…mina aku kasihan loh sama si Lia itu yang anaknya bik sumi.” Ujar Ira salah


satu ART


“ Emang kenapa sama Lia ? “ Tanya balik mina.


“ Sumpah min..gue takut banget tau semalem..gua lihat Tuan Ardi nyiksa Lia


sadis banget sampe tega mukul dan nendang Lia, cuman gara – gara lia ketahuan pulang


malem sama Tuan, Yaa walaupun Lia anak pelayan harusnya Tuan Ardi nggak boleh


seperti itu kan min? Gua aja masih gemeteran sampai sekarang na.” Ujar Ira dengar


suara pelan namun Rayhan masih bisa mendengarnya dengan jelas.


“ Husss…loe ngomong apa sih ra..jangan gosip deh loe..yang bener aja Tuan tega begitu…Tuan kan baik banget loh..masak tega mukulin Lia sampai segitunya?” Tanya mina.


“ Ihhh gua sumpah mina kagak bohong tau…beneran ini gua lihat sendiri. Semalem kan


gua mau kedapur tuh. Eh malah lihat tuan Ardi nyiksa Lia sadis banget apalagi


Tuan tega banget bawa Lia kegudang itu ( Tunjuk Ira pada gudang yang ada


dibelakang dapur ). Lutut gua aja sampe gemeteran min..gua buru – buru cabut


aja bigung gua mau bantuin Lia tapi gua takut. Lia sama bik sum gimana ya…kasihan


loh mereka.” Ujar Ira.


****


HALOOO YANG MASIH SETIA SAMA CERITA AMBURADUL INI TNKS BGT YA : )


JANGAN BOSEN BOSEN MAMPIR SINI OK..


PLUSS JANGAN BOSEN - BOSEN NGASIH DUKUNGAN BIAR SEMGAT UPLOAD KAYAK GINI LAGI...HIHIHIHIHIHH...