
Hingga tak terasa jam sudah menunjukan waktu pulang kerja, karena kondisi café yang
rame maka sang manager café memutuskan untuk menambah extra time
kepada para karyawan hingga membuat Lia dan karyawan yang lain harus pulang larut malam.
“ Lia..loe pulang gua anterin aja deh udah malem banget loh ini. “ Ujar tomy.
“ Iya bener tuh kata tomyang, loe kita anterin aja.” Timpal Fara.
“ Tenang.. bro..kali ini gua udah pesen ojol kok...jadi kagak usah repot yee.” Ujar Lia
“ Yakin loe kagak mau gua anter??, kan lumayan tuh uang ojol bisa buat loe berobat ke-prikan loe itu." Ucap tomy.
Pletakkk....
Terdengar suara jitakan
" Auwwwhh...Sakit ogeb." Ucap Tomy
" Rasain sapa suruh tomyang ngomong sekate - kate" Ujar Lia.
" Hahhahahha..." Terdengar tawa mereka
" Udah ..deh sono kalian pulang....tuh kayaknya ojol gua udah dateng." Tunjuk Lia pada sebuah montor yang datang menghampiri mereka.
“ Neng Natalia ya.” Ujar bang ojol
“ Yapzz..bener bang, Yukss bang berangkat !!” Ujar lia pada sang ojol.
“ Fara..tomy gua pulang dulu yee..bye….” Ujar lia
“ Hati – hati loe..…” Teriak Fara.
Lia pun melaju dengan bang ojol menuju kerumahnya.
Begitupun fara dan tomy melajukan montornya untuk pulang kerumah masing – masing.
*****
Saat tiba dirumaah, seperti biasa Lia melewati pintu belakang karena ia hari ini pulang terlalu larut malam, ia takut
membangunkan penghuni massion Atmaja, Lia tahu pasti ayahnya Ardi akan marah
pulang larut malam yang mebuat Ardi marah besar dan menghukumnya.
Hingga pada akhirnya bik Sumi yang tak tega memberikan Lia kunci cadangan pintu belakang supaya jika Lia
pulang larut lagi karena lembur bisa masuk melalui pintu belakang dan tak ketahuan oleh Ardi.
Lia berjalan perlahan melewati dapur untuk menuju kamarnya yang bersebelahan dengan dapur.
Namun saat baru beberapa langkah ia berjalan terdengar suara berat yang menggelegar ditelinganya.
“ DARI MANA SAJA KAMU!” bentak suara keras itu.
Lia terlonjak kaget mendengar suara
yang amat sangat ia kenal, seketika Lia berbalik badan dan memandang orang yang
saat ini sudah berjarak beberapa meter dihadapannya.
“ Tuuu- Tuaaann, sa-saaayaaa….lemburr….” Ujar Lia dengan penuh ketakutan.
Yaaa pemilik suara tadi adalah Ardi Atmaja, Sebenarnya Ardi tahu kalau Lia berkerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri selama ini, tapi seakan menutup mata Ardi malah sering memarahi dan menghukum Lia jika ia mendapati Lia pulang terlalu larut malam.
Sama Seperti kejadian yang lalu saat Ardi mendapati Lia pulang jam 11. 00 WIB malam, Ardi langsung naik pitam dan memberikan Lia pelajaran.
“ Halaahhh Alasan itu yang selalu kamu gunakan...Kerja apa kamu sampai pulang jam segini, mau jadi ****** kamu diluar sana???haahhh!.” Bentak ardi.
“ Maa-maaf tuan, tapi saya beneran pulang kerja tuan, saya bukan seperti apa yang tuan tuduhkan.” Jawab lia dengan sudut mata yang berair.
Lia merasa sakit hati dan tak menyangka ayah kandunganya sendiri melontarkan kalimat yang tak pantas dilontarkan oleh seorang Ayah kepada putrinya.
“ Kenapa??? Kenapa Ayah tega berbicara seperti itu, aku juga putrimu …apa aku sehina itu?? “ Batin Lia dalam hati.
Tak terasa air mata Lia lolos begitu saja dari mata
indahnya. Dengan buru – buru Lia menyeka air matanya ia tak ingin Ardi melihatnya.
Sebenarnya Lia iri bahkan sangat iri atas perlakukan yang Ardi berikan pada Clara, Clara selalu mendapatkan kasih
sayang Ardi dengan tulus berbeda dengan dirinya yang selama ini kebencian yang ia dapat dari Ardi.
( Aku bakal usahin buat sering up... ya bestie doain yaa biayar bisa ngatur urusan ini itu...hihihihih )