
Lia dengan iklhas menerima semua perlakuan mereka bahkan masih ada seulas senyum diwajah cantiknya, Baginya ini memang adalah hukuman yang harus ia terima, sebab Ia-lah penyebab kematian Ayu.
Sekalipun diperlakukan kasar Lia tetap menyanyanggi keluarganya.
Lia masih memegang nasihat Ayu yang selalu mengajarkan mereka, apapun yang terjadi keluarga harus saling
menjaga dan menyanyanggi.
*****
Pernah suatu ketika Ardi dengan tega menghukum Lia dengan kejam. Lia disiksa dan dikurung didalam Gudang,
hanya karena Lia tak sengaja melukai Clara.
Awalnya Clara dan Lia berebut kotak musik. Clara tahu kotak musik itu adalah hadiah Ayu untuk Lia.
Namun merasa tak senang Clara ingin merampasnya dan tanpa sengaja Clara
terdorong oleh Lia dan terjatuh.
Saat terjatuh tanpa sengaja kepala Clara membentur pinggiran meja.
Seketika Clara jatuh pingsan. Melihat keadaan Clara yang pingsan dan ada darah di dahinya.
Lia semakin panik dan ketakutan.
“ Tolongggggg….tolong…….Bik Sum…..Bik Sum. “ Teriak lia meminta pertolongan
Lia berusaha mengoyang – goyangkan tubuh Clara berharap Clara akan bangun namun Clara tak kunjung
membuka matanya.
Perasaan takut dan khawatir melanda Lia, Ia takut jika kejadian yang lalu terulang lagi, Ia tak mau harus
kehilangan orang yang ia sayang untuk kedua kalinya.
Dengan tergopoh – gopoh Bik Sumi menghampiri mereka. Dan betapa kagetnya bik Sumi melihat kondisi Clara.
“ Ya Allah Non, Apa yang terjadi dengan Non Clara???” Kaget Bik Sumi.
“Hiksss….hikss….hikss…Bik tolongin Clara Bik,..” Ucap Lia ketakutan.
“ Ayoo kita bawa Clara segera kerumah Sakit bik.” Pinta Lia pada Bik Sumi.
Tanpa pikir panjang Bik Sumi meminta pertolongan yang lain untuk mengendong Clara, Ia mencari mang Asep,
salah satu supir keluarga Atmaja.
Bik Sumi dan Mang Asep langsung berlari menghampiri anak majikannya itu, Mang Asep mengendong Clara
kedalam mobil dan dengan segera pergi kerumah sakit.
*****
Sesampainya dirumah sakit Clara segera dibawa keruang perawatan, dengan perasaan khawatir Lia terus
“ Bik…tolongg…bibik telepon papa, kabarin papa bik….aku takut jika sesuatu terjadi pada Clara bik.” Mohon Lia.
Dengan perasaan takut bik sumi menghubunggi Ardi. Dan menceritakan kondisi Clara.
Selang beberapa menit Ardi datang dengan berjalan terburu – buru mengahmpiri mereka.
*********
Ardi POV
Plakkkkk……plakkkkk….
Kutampar anak sialan itu, rasa emosi, marah, takut bercampur menjadi satu.
Saat aku mendengar kabar dari bik sumi yang menggatakan anak gadis kesayanganku masuk rumah sakit pikiranku kacau dan kalut, aku tak mau kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya.
Yang ada dalam pikiranku saat itu, pasti semua gara – gara anak sialan itu. Dan aku harus memberinya pelajaran.
“ APA YANG KAU LAKUKAN, PADA
CLARA????” Bentakku.
Kutarik dengan kuat rambutnya, meminta penjelasan apa yang sudah dia lakukan pada Clara putri kesayangganku.
“ Argghhhhh….sa-sakittttt..Pa.” Ucapnya.
“ Am-Ampunnnn pa….li- lia tak sengaja menyakiti Clara Pa.” Jawabnya.
" TAK SENGAJA KAMU BILANG\, AWAS...JIKA TERJADI SESUATU SAMA CLARA\, KAMU AKAN AKU B*N*H." Ucapku penuh Emosi
Terlihat wajah kaget dan takut, namun aku pun tak menghiraukannya, terdengar rintihan dan tangisannya, ku lontarkan kata – kata makian untuknya, karena itu memang pantas untuknya.
“ SATU HAL JANGAN PERNAH PANGGIL AKU PA-PA. A..K..U..BUKAN PAPAMU.” Jawabku penuh amarah
Sungguh Aku tak sudi dia memangilku Papa, Karena bagiku anakku hanya Rayhan dan Clara seorang tak ada
yang lain.
Bagiku ia adalah sebuah Aib yang seharusnya sudah aku singkirkan. Namun Hanya karena kebaikan Istriku saja aku masih mengijinkannya tinggal dirumahku.
Dan balasannya sekarang\, anak si*l*n itu malah membunuh Istriku dan sekarang menyakiti anak gadisku. Sungguh benar – benar GADIS S*al*n.
Ingin ku sekali menyingkirkan ia dari hidupku, tapi
permintaan terakhir Ayu masih begitu teringat jelas dimemoriku.
“ Kenapa kamu harus memberikanku pesan seperti itu sayang. “
“ Kamu tahu aku tak pernah suka dengannya.” Ucapku dalam hati.
( Balik ke laptop,…ehh ke
Author deng 😊)