ONE MINUTE

ONE MINUTE
12



...( Entah sudah berapa ratus kali ditolak...huhuhh sedih aq tuhh...ngadat gara2 ep ini.... 😭😭 .....huhuhuhu...kagak tau ditolak terus padahal kagak frontal - frontal banget.....)...


****curhat...huhuhuu...ini yg bkin males...up...udh bnyak kerjaan, disruh mikir 1 ep yg ngadat trus dr jaman bahulaa..... 😪😪😪😪


*****


" Emmmmhhh, " Lenguh Sari yang mencoba memberontak dari bekapan ciuman Ardi


" Mas...lepas......Lepaskan aku mas, aku mohon.. !!!!" Teriak Sari.


" Diam ****** !!!!bukannya ini yang kamu inginkan??? Akan aku Kabulkan." Ucap Ardi sedikit emosi


Seolah kehilangan akal sehatnya, ia tak menghiraukan tangisan dan perkataan Sari.


" Arkkhhhh..sakit mas....Lepaskan mas...!!" Ucap sari memberontak dari cengkraman Ardi.


Ardi malah semakin mencengkram kuat kedua tangan sari.


" Sudah ku bilang DIAM...wanita ****!!" Bentak Ardi.


" Nikmati saja ini.....hahhaa." Ujar Ardi yang sudah kehilangan kesadarannya.


Sekuat tenaga Sari mencoba mendorong tubuh Ardi yang makin mengila, namun usahanya sia - sia. Ardi malah semakin menekannya.


Ardi seperti hilang kendali, saat ini yang dipikirannya adalah bagai mana mengakhiri apa yang dia rasakan saat ini.


Lama - lama Sari mengikuti permainan Ardi, seolah terhipnotis oleh permainan yang Ardi berikan padanya. batinnya mengatakan bahwa hal ini adalah salah, tetapi tubuhnya malah menginginkan lebih.


“ Akhhhhh……sa- sakittt...….mas.” Rintih Sari saat Ardi berhasil masuk dengan paksa,


" Aku mencintaimu Ayu,.....Akhhh......." lirih Ardi terdengar lembut ditelinga sari.


Mungkin dalam banyangannya saat ini, Sari adalah Ayu istrinya.


Seketika air mata sari membasahi pipinya, mendengar Ardi menyebut nama Ayu Istrinya ditengah permainannya saat ini.


Rasa bersalah menghantui Sari. Namun apa daya nasi sudah menjadi bubur mahkota yang selama ini Sari jaga sudah hilang ditangan Ardi.


“ AAhhhhhhhhh.........aku mencintaimu Ayu...terima kasih sayang...“ ******* panjang lolos dari bibur Ardi


Ardi terkulai lemas disamping Sari dalam tak lama kemudian ia memejamkan matanya, begitu juga dengan Sari yang sudah merasakan lelah yang teramat sari menyusul Ardi ke alam mimpi.


entah apa yang terjadi besok pagi tak terpikir oleh mereka.


***********


Pagi – pagi sekali Sari terbangun, ia merasakan sakit disekujur tubuhnya, terutama ia merasakan sakit yang amat dibagian bawah.


Sari mengingat – ingat kejadian tadi malam.


“ HIksss…..Hikssss…….."


" AAAAAAAAAhhhh...” Teriak Sari sambil menjambak rambutnya.


“ Kau jahat Ardi, Benar – benar IBLIS.” Teriak Sari memaki Ardi.


Sari sudah terlihat kacau, sementara Ardi yang mendengar teriakan Sari tentu merasa terganggu dan terusik tidurnya.


" Auuuu...kenapa kepalaku pusing sekali. " Kesal Ardi.


Ardi yang merasa ada yang aneh ditubuhnya terdiam sesaat.


Dan seakan disambar petir disiang bolong  Ardi terlonjat kaget, binar matanya tak menyangka melihat dirinya sendiri yang tidak mengenakan baju.


Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat ke samping.


Yaappzz…bagaimana tak terkejut,


orang saat ini yang disampingnya adalah Sari, Bukan Ayu Istrinya.


keadaan mereka sama saat ini polos, tanpa baju sehelaipun.


Ardi mencoba mengingat – ingat apa yang sudah ia lakukan tadi malam.


“ ARRRGHHHHH....SIALLLLL……Apa yang sudah aku lakukan semalam...BODOHH......” Teriak Ardi frustasi.


“ Dasar Wanita murahan....Ini Pasti Rencanamu kan????.” Bentak Ardi pada Sari


" Sudah tak perlu kau keluarkan Air mata Palsumu itu, Dasar perempuan ******. " Ucap Ardi


“ Dasar kamu Iblis Ardi, Aku tak tau apa yang kamu maksud. Kamu yang memaksa aku.” Maki Sari pada Ardi


“ CUKUPPPP…. DIAMMM!!!!!.” Bentak Ardi


" Satu Hal yang harus kamu Ingat !!!!, Jangan sampai hal ini tersebar, apalagi sampai kamu mengadu ke istriku,..AKAN KU BUNUH KAMU.!!!" Ancam Ardi pada Sari.


“ Apapun yang terjadi ini adalah kesalahanmu dan aku tak mau bertanggung jawab atas hal apaun yang terjadi hari ini !!!...” Ucap Ardi lantang.


“ Bajingan kamu ARDI......ARGGHHHHHHH.... “ Maki sari.


“ Hikssss….hikkssss….”


Sari hanya bisa menangis. Ia tak mengerti harus berbuat apa lagi, kesucian nya sudah terenggut, Ia juga takut dengan ancaman Ardi.


Sementara itu Ardi bergegas menggunakan pakaiannya, dan berniat keluar dari kamar itu. Pikirannya saat ini kacau.


“ Ini….ambil kartu itu.!!!!“ Ucap Ardi sambil melempar kartu warna emas diatas Kasur.


“ Gunakan kartu itu sepuasmu, Dan Ingat satu hal AKU ARDI ATMADJA Tak akan bertanggung Jawab atas apa yang sudah terjadi hari ini..... JANGAN TEMUI AKU LAGI!!!!!!” Terang Ardi.


Ardi meninggalkan sari yang masih menangis.


Dan anehnya pintu kamar yang tadi malam terkunci tiba - tiba sudah dapat terbuka.


“ Sialll….siapa yang melakukan ini semua, Akan aku Balas.!!!!!” Ucap Ardi sambil mengepalkan tangan.


*********


Tanpa disangka setelah kejadian itu Sari hamil, dan melahirkan seorang anak perempuan yang cantik.


Awalnya ia berniat untuk menitipkan anak itu dipanti asuhan namun niatnya berubah.