
Hallo semua aku mau ucapin beribu terimakasih bgt sama kalian yg udh mau mampir ke ceritaku
yg amburadul ini.....huhuhuuuuuu... :)
Makasi bgt yaaa...buat yg udh support aq sampai sejauh ini,...........
Insyaallah aku janji bakal up buat kalian semua, jadi mohon terus dukung aku yaa dengan ttp Like
& komen cerita aku......
NB : maaf bgt kalau banyak typo......
**************
Tiba – tiba saja Ayu berdiri dari duduknya dan mengandeng tanggan Lia.
Ia menuntun Lia menuju sebuah jalan yang diselimuti cahaya yang amat terang dan menyilaukan mata.
“ Maa…..kita mau kemana? “ Tanya Lia penasaran, dirinya sebenarnya bingung dan penuh tanda
tanya.
Lia bingung dab penasaran kemana sebenarnya Ayu akan membawanya, karena yang Lia lihat hanyalha silauan
jalan lurus tanpa ujung dengan cahaya yang amat terang.
Ayu tak menjawab pertanyaan Lia, langkah demi langkah Ayu menuntun Lia dengan lembut.
sesekali ayu tersenyum menatap Lia.
Dengan pikiran yang penuh tanya lia tetap melangkahkan kakinya.
Namun tiba – tiba saja Lia mendengar suara seseorang yang
amat sangat lia kenali.
Suara seseorang yang membuat langkah kakinya berhenti melangkah.
Lia menghentikan langkah kakinya, dengan seksama ia mencoba mendengarkan suara itu,
suara yang begitu jelas ia dengar dan kenali pemiliknya.
“ Kak Ray??..Itu suara kak Ray.” Ucap Lia kaget.
Ia yakin benar kalau pemilik suara yang ia dengar saat ini adalah suara Rayhan.
Suara Rayhan yang terdengar memanggil - manggil namanya, bahkan suara itu terdengar begitu
jelas ditelingganya.
“ Dekkk...Ayoo bangun!!!....( Hiks...hiksss....) Maafin kakak dek...ayoo dekkk
bangun...Jangan tingalin kak Ray, kak Ray janji bakal jagain lia, kak ray nggak
bakal ninggalin lia lagi.” ( Begitulah suara yang Lia dengar ).
Hati lia seakan trenyuh mendengar suara Rayhan. Tak tega rasanya jika ia harus pergi
tanpa bertemu dengan Rayhan.
Lia menatap Ayu, hatinya resah dan bingung. Ingin sekali ia ikut dengan sang mama,
tetapi apa yang ia dengar saat ini, suara rayhan kakaknya yang begitu memilukan sedang memanggil
- manggil namanya\, kata – kata yang selama ini ia rindukan akhirnya ia
dengar dengan jelas.
“ Sayang.....bangunn yaa…kak ray disini....Ayooo dek bangunn..!” ( Hiksss.... hiksss...hiksss...)
Suara itu semakin membuat hati lia bimbang.
Seakan mengerti perasaan anaknya saat ini dengan lembut Ayu mengelus pipi mulus Lia.
Ayu menatap mata indah sang buah hati.
“ Pulanglah nak…belum waktunya Lia ikut mama....Kembalilah sayang..” Ujar Ayu lembut.
“ Emmmm...Tapi….ma.” Ucap Lia ragu.
Lia ragu disatu sisi ia ingin sekali ikut dengan sang ibu, namun di sisi lain Lia ingin memastikan apa benar
Dengan tersenyum Ayu mengeleng dan melepaskan gengamnya pada Lia.
Ayu melangkah mundur meninggalkan lia, Ia melambaikan tangan sebagai perpisahan.
“ Pulanglah nak…kak Ray menunggumu…masih banyak yang sayang sama kamu Nak.!
Ucap Ayu sebelum menghilang ditengah cahaya yang amat terang.
“ MA....MAMA…..jangan tingalin Lia maa…..” Lia berlari menghampiri Ayu, namun sia – sia
tangannya tak lagi bisa meraih sang mama, Ayu pergi dan menghilang ditengah cahaya.
Dirumah Sakit.
" Mama…...mama......jangan tingalin lia ma..” ucap Lia dalam tidurnya.
Rayhan yangmasih setia disamping brankar lia, mendengar suara sang adik yang memangil
- mangil mamanya.
Rayhan yang mendengar suara lia mencoba membangunkan Lia.
“ Sayang bangun….ini kakak dek…” Ucap lembut Rayhan
Tangannya mencoba menepuk – nepuk lembut pipi putih Lia.
" Eungh..." Lenguhan kecil keluar dari bibir mungil Lia, dengan Perlahan Lia membuka
matanya, kepalanya masih terasa pusing, padangannya juga belum begitu jelas.
Lia mencoba mengerjapkan - ngerjapkan matanya, menyusuaikan cahaya yang masuk namun tanpa sengaja netra indahnya menatap wajah tampan yang kini ada dihadapannya.
Kedua netra itu berkaca – kaca seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Lia mencoba mengerjap – ngerjapkan matanya kembali untuk memastikan sosok yang ada
dihadapannya saat ini.
“ Kenapa sayang….apa ada yang sakit?” . Tanya lembut Rayhan.
“ Kakakpanggil dokter dulu ya dek.” Ujar rayhan.
Rayhan berusaha menekan tombol yang berada disamping brangkar Lia, Ia ingin dokter
datang untuk memastikan kondisi Lia saat ini, Rayhan khawatir kalau kondisi Lia tidak baik.
“ Ka..k..Ray….ini benar kak ray? “ Lirih Lia.
Matanya berkaca - kaca, rasa haru tak bisa ia tahan. Seorang kakak yang selama ini amat
ia rindukan sekarang berada dihadapannya.
“ Iya sayang….ini
kakak…ini kak Ray…” Ucap Rayhan lembut.
Tangannya tak berhenti mengelus surai indah milik adiknya itu.
Hiks…hikss….hikss….
Tangis lia pecah, sosok kakak yang selama ini bersikap dingin & kasar berubah lembut, bahkan berubah menjadi
sosok rayhan yang dulu begitu sayang dengan adiknya lia.
“ Kak…Ray…...Hikss…hikss…Liaa...ka..ngen kak.. ( Hikss.... hiksss )” Ucap Lia disela tangisannya.
Lia seakan seperti mimpi dan tak menyangka rayhan
memperlakukannya dengan lembut seperti dulu. Bahkan terlihat khawatir dengan kondisi adiknya saat ini
“ Hey….heyy…sayang..kenapa…ada yang sakit dek??? “ Panik Rayhan khawatir.
" Mana yang sakit dek??..Sabar ya sayang…sebentar lagi dokter datang.” Ucapnya cemas
Bagaimana rayhan tidak cemas, saat ini adiknya yang baru saja siuman malah menanggis
tersedu - sedu.
Rayhan sangat khawatir terjadi sesuatu dengan adiknya iitu. Bahkan terlihat berulangkali ia menekan tombol emergency karena berharap dokter segera datang.