ONE MINUTE

ONE MINUTE
29



“ Ehh ra loe ngapain nglamun gitu.” Ucap cecil


“ Haaa???? Ehh.. apa????” Jawab Clara dari lamunannya.


“ Yee ditanya malah nanya ra…capekkk dehh.. “ Ucap cecil


Clara hanya sedikit tersenyum menjawab pernyataan cecil


“ Eh...ehhh..ehhh.. lihat tuh dua anak sogong, kok bisa sih deket sama Black Dragon ? “ Tanya meta.


“ Iyaa..yaaa...…aduhh ayang bebebku ngapain sihh deket – deket sidekil.” Ucap cecil


“ Aduhhh cecill loe yaa, ngarep aja,... ayang farel tuh punya gua. “ ujar Meta.


“ Ihhhh…apaan sih loe memet…..loe kan udah putuh juga sama ayang farel.” Ujar cecil sewot


" Boddoo...." ujar Meta.


“ Ehhh udahh..udah...kalian tuh ribut aja....udah tau si farel Playboy....loe sihh cil...masih mau aja. “ Ucap Sheila.


“ Ehhh apa kaliyan tadi bilang Black Dragon?” Ucap clara penasaran.


“ Yupsss bestie itu gank yang paling terkenal di sini, isinya Cowok – cowok keren, Tuh lihat aja.. apa


lagi yang itu ..beuhhh….ganteng banget idola kita tuh…mana dia ketua ganknya...” Ucap Sheila sambil menunjuk kekursi tempat kevin duduk.


“ Ohh......” Ucap Clara dengan senyum penuh misteri.


********


Skippp Kantin


Massion Atmaja sore ini terlihat ramai pasalnya berjejer mobil – mobil mewah


terpakir rapi didepan halaman yang luas.


“ Mobil siapa ini yak kok banyak banget, apa ada acara didalem ya??” Tanya


lia pada dirinya sendiri.


" Bodo ahh...meding gua masukk aja. " Ujar lia


Sore ini Lia dapet libur kerja dari café, sehingga sepulang sekolah ia


menemani Dewi ke Mall untuk mencari sesuatu.


Tanpa banyak peduli siapa yang sedang berkunjung ke massion atmaja. Lia


pun terus melangkah masuk kedalam rumah, Lia melewati pintu belakang dan saat


didapur lia bertemu dengan ima.


Ima adalah salah satu pembantu yang baru bekerja sekitar lima bulan di


massion atmaja, Ima seumuran dengan Lia dan yang ia tahu Lia adalah anak dari Bik sumi, karena melihat


kedekatan bik sumi dan Lia yang begitu akrab layaknya ibu dan anak terlebih


lagi Lia tinggal dikamar belakang.


Tapi Ima ini pasalnya orang yang sombong dan sering judes dengan Lia,


mungkin karena ia merasa iri pada Lia yang mempunyai paras cantik dan juga Lia bisa bersekolah layaknya anak – anak lainnya sementara ima harus bersih – bersih dan bekerja layaknya pembantu di rumah


besar itu tiap hari.


Saat lia hendak menuju kamarnya, tiba – tiba ada yang memangil Namanya.


“ Iya ada apa mah? Ucap Lia penasaran.


“ Loe bantuin gue nih bawa minuman buat tamunya Non Clara sama den


Rayhan tuh.” Tunjuk Ima pada beberapa minuman yang sudah siap diantar.


“ Tamu????” Tanya Lia


“ Ihhhss iya tuh temen – temennya non Clara sama den Rayhan… cepet ahh


ya…lemot loe.. “ Marah ima.


“ Iyaa…iyaa....tapi bentar yaa ma, aku ganti baju dulu.” Ucap lia


Pasalnya saat ini Lia masih memakai seragam sekolah.


“ Alah ..…udah deh ayoo ini kelamaan tau, nanti non sama aden keburu


marah.” Ucap Ima.


Mau tak mau Lia menuruti ima, lia menaruh tas sekolahnya diatas meja


makan, setelah itu ia membawa nampan yang berisi minuman itu dan berjalan


dibelakang ima.


Sementara ima membawa beberapa cemilan.


“ Siapa yaa tamunya clara sama kak ray?” Tanya Lia dalam hati


Dengan cekatan dan telaten Lia membawa nampan berisi minuman, sesampai


di taman belakang betapa terkejutnya Lia, ternyata Clara membawa Wildcats Cs.


Pasalnya selama ini teman – teman sekolah Lia tak ada seorangpun yang tau


tempat tinggal Lia yang sebenarnya yang tau hanya lha Dewi sahabat baiknya.


Prokkkk…prokkk….


Terdengar suara teput tangan dari salah satu sahabat Clara.


“ Widihh….widihhh…kejutan girls “ Ujar Sheila.


“ Woowwww..wowww...wowww…..ini super mah…..jadi ini yang loe bilang tadi kejuta ra???” Tanya


hilda.


“ OOOOhhhhhh…..ternyata upik abu memang upik abu girls….hahahhaha.”


Celetuk Sheila.


“ Hahaha…..”


Terdengar tawa ejekan dari mereka.


“ Sabar….Lia….loe pasti bisa hadapi mereka…..Huffttt “ Ucap lia dalam


hati.


Sementara ditempat lain segerombolan genk cowok – cowok lebih tepatnya


sahabat Rayhan ada sesosok pria tampan duduk dipinggir kolam renang yang sedang


memperhatikan gerembolan genk cewek.