
*****
Skip RS
POV Lia
Hancur sudah duniaku saat itu tak pernah terpikir olehku akan kehilanggan seseorang yang sangat amat aku
cintai untuk selama – lamanya.
hikskss,,,,hikkss,,,,hiksss,,..
“ Mama….kenapa mama tega meninggalkanku sendiri, Lia takut ma, Lia tak tau harus apa ma “.
Setelah pemakaman mama, Papa dan kedua saudaraku mengacuhkanku bahkan rasa kebencian papa seakan semakin bertambah.
Begitupun Clara Ia menyalahkanku atas kepergian mama.
“ Kamu……JAHAT…… …KAMU sudah membunuh mama.” Ucap Clara padaku.
“ INI SEMUA SALAHMU…..Kembalikan Mama. Hikss….hikssss…hiksss…” Ucap Clara
padaku.
Akupun hanya bisa menanggis sesegukkan mendengar uucapan - ucapan Clara padaku, karena memang benar apa yang Clara ucapkan karena aku, mama pergi meninggalkan kami untuk selamanya.
Papa mencoba menenangkan Clara yang masih belum bisa menerima kepergian mama.
Sedangkan bang Rayhan ia juga membenciku terlihat dari sorot matanya yang tajam, tak ada kata dari
bibirnya, seakan semua orang dirumah ini mengacuhkanku.
“ Rayhan….bawa Clara kekamar nak…” Ucap Papa pada abang Rayhan.
Clarapun menuruti perintah papa untuk naik kelantai dua ditemani abang Rayhan.
Saat aku sedang berdua dengan papa, tiba – tiba saja papa perlahan mendekatiku. Ku pikir Ia akan
memelukku dan mencoba menenangkanku. Namun,…
Plakkkk….Plakkkkk…
Dua buah tamparan keras mendarat dipipiku, saking kerasnya tamparan
papa, aku pun terjatuh.
“ Dasarr ANAK S*AL*N…!!! KAU BUAT ISTRIKU MENINGGAL…. PUASSS… KAMU…”
“ ANAK TAK TAU DIRI ” Terlontar makian Ayah padaku.
Coba saja waktu itu aku tak menolong kucing itu, pasti kami masih bisa berkumpul dengan mama.
Hiksss……hiksss….hikssss……..
“ Pa…..maaf…Ma-maafin Lia pa, Lia salah.”
Aku pun hanya mampu bersujud dan memeluk kaki papa, berharap papa mau memaafkanku.
Namun dengar keras papa malah menendangku sehingga aku terjungkal.
Terlihat jelas kilatan kebencian yang begitu mendalam dari sorot mata papa.
“ HEYYY…DENGAR SAMPAI KAPANPUN ANAKKU CUMAN RAYHAN DAN CLARA, BUKAN KAMU. INGAT ITU.!!!!!” Ucap papa dengan penuh amarah kepadaku.
Papa berlalu begitu saja meninggalkan aku, akupun hanya bisa menangis sambil bersimpuh dilantai, hancur
sudah hatiku. Papa yang selama ini aku harapkan kasih sayangnya malah semakin membenciku, tak ada yang sayang padaku sekarang.
Bik sumi yang melihatku menangis meraung – raung menghampiriku, dengan lembut bik sumi memeluk dan
membelai rambutku.
“ Sabar… ya non… semua ini sudah takdir Allah. Non Lia harus kuat.” Ucap bik sumi padaku.
Terlihat butiran bening membasahi wajah bik sumi.
POV Natalia And
******
Sejak kejadian meninggalnya Ayu, seluruh keluarga Atmaja menyalahkan Lia dan membenci Lia bahkan Clara mengusir Lia dari kamar mereka. Padahal dulu mereka tak bisa terpisahkan selalu bersama - sama apapun yang terjadi.
Clara amat sangat membenci Lia karena menurutnya Lia adalah penyebab mama Ayu meninggal.
Begitupun sikap Rayhan sikapnya sekarang berubah menjadi dingin kepada Lia, tak ada lagi canda tawa
atau tegur sapa diantara keduanya, baginya Lia adalah orang asing. Padahal dulu Rayhan adalah sosok yang paling sering menghibur Lia dikala Lia sedang bersedih, Rayhan juga begitu menyanyanggi Lia.
Bahkan sekarang sikap Ardi kepada Lia semakin menjadi, semenjak kepergian Ayu.
Ardi sering memukul dan memarahi Lia tanpa alasan yang jelas. Bahkan tega menghukum Lia untuk tidak memperbolehkan Lia makan seharian hanya karena Lia tanpa sengaja menjatuhkan vas bunga.
Lia dengan iklhas menerima semua perlakuan mereka bahkan masih ada seulas senyum diwajah cantiknya, Baginya ini memang adalah hukuman yang harus ia terima, sebab Ia-lah penyebab kematian Ayu.
Sekalipun diperlakukan kasar Lia tetap menyanyanggi keluarganya.
Lia masih memegang nasihat Ayu yang selalu mengajarkan mereka, apapun yang terjadi keluarga harus saling menjaga dan menyanyanggi.