
Prokkkk…prokkk….
Terdengar suara tepuk tangan dari salah satu sahabat Clara.
“ Widihh….widihhh…kejutan girls “ Ujar Sheila.
“ Woowwww..wowww...wowww…...jadi ini yang loe bilang tadi kejuta ra???” Tanya hilda.
“ OOOOhhhhhh…..ternyata upik abu memang upik abu girls….hahahhaha.” Celetuk Sheila.
“ Hahahahahaha…..”
Terdengar tawa ejekan dari mereka.
“ Sabar….Lia….loe pasti bisa hadapi mereka…..Huffttt “ Ucap lia dalam hati.
*******
Sementara ditempat lain segerombolan genk cowok – cowok lebih tepatnya sahabat Rayhan ada sesosok pria
tampan duduk dipinggir kolam renang yang sedang memperhatikan gerembolan genk cewek.
“ Woiiii…..loe lihatin apa sih dim??” celetuk cowok yang bernama leo.
“ loe lihatin genknya adiknya ray ya??? tumben banget loe dim....jangan - jangan ada yang loe taksir nih. Hahahahaha” Ucap Leo
Sementara yang diajak ngobrol tadi tak ada tanggapan satupun yang ada hanya cuek bebek.
“ Loe ya dim kebiasaan deh kalau orang tanya loe kacangin..basi loe ahh..” ujar leo sedikit kesal dengan kelakuan sahabatnya itu.
“ Kenapa si Leo berisik melulu dari tadi.” Ujar sang pemilik suara yang kali ini Bernama rayhan.
“ Nama leo kelakuan burung pipit.” Ucap dimas sikat namun nylekit
“ Beuuhhhh bukan mamen mah ini shoib gua ya, sekalinya ngebacot pedes amat bang.” Ujar leo pada dimas
Ya, leo dan dimas adalah sahabat rayhan dulu sebelum rayhan pindah keluar negeri dan sekarang mereka bertemu
lagi yah, untuk melepas kangen karena sudah lama mereka tidak bertemu toh apalagi sekarang mereka satu kampus.
******
Skip Dimas, leo, dan rayhan.
“ Silahkan non ini minumannya.” Ucap Lia Lembut
“ Ehhhh..besok bakal ada berita bagus nih Guyss.” Ucap sheila sambil
mengarahkan kamera Hpnya kedepan Lia.
“ Hahahahaha….bener – bener upik abu nih.” Timpal meta
“ Hay upik abu, hadap sini dong muka loe itu. biar besok trending
di grub sekolah…hahahahah. “ Ujar sheila yang masih mengarahkan kameranya kepada
Lia.
Sementara Clara dan imah seakan menikmati pemandangan ini.
“ Hahahaha, Rasain kamu lia, emang enak dikerjain temen – temennya non
Clara. “ batin ima dalam hati.
“ Ini belum ada apa – apanya kak, loe lihat aja entar.” Ucap clara
dalam hati dengan senyum yang miterius
Saat Lia selesai meletakkan minuman untuk mereka dan hendak berlalu pergi, Clara memberikan kode mata kepada meta, entah apa yang dimaksud hanya mereka berdua yang tau.
Baru ingin melangkahkan kakinya ternyata lia tersandung kakinya meta,
seketika ia terjatuh dan minuman yang baru saja Lia letakkan malah jatuh
berserakan, karena lia jatuh menabrak meja yang diatasnya berisi minuman yang
dibawanya tadi.
Brukkkkkk…
Pyaarrrr….pyarrrrr…..pyarr….
Semua orang terkejut, tapi tidak dengan Clara dan meta karena
merekalah yang sengaja ingin menjatuhkan Lia.
“ Mampus..” ucap clara lirih
“ Maaa…maafkan saya, non, saya tidak sengaja.” Ujar Lia dengan suara
Clara perlahan melangkah maju kedepan Lia, dan berjongkok untuk dapat
bertatap muka dengan lia.
Plakkk…Plakkk…..
Dua tampar dengan tega Clara berikan pada Lia, tak hanya itu Clara mendorong Lia hingga ia tersungkur
dilantai.
“ BODOH….loe bisa kerja nggak sih hahh?!” Bentak Clara dengan wajah yang
memerah.
“ Ma-maafkan saya non, saya tidak sengaja.” Lirih Lia
“ Maaff!!!!Loe bilang Maaf Ha????.”
“ Dasar pembantu sialan, Loe tuh udah bikin malu gue.” Bentak Clara pada lia.
Seketika air mata Lia jatuh membasahi pipi cantiknya.
Namun Clara tak peduli isakan tangis Lia malah Clara meraih rambut Lia dan
mejambaknya dengan kuat.
“ Ahhhh…..sa…kittt non, Am-mmpun.” Iba Lia yang tak kuasa menahan rasa
sakit dikepalanya
“ Gua kagak mau tau ..sekarang beresin semuanya!!!!” Perintah clara pada
Lia.
Clara dengan kasar melepaskan tanggannya dari rambut Lia. Semua yang
disana malah menertawakan Lia
“ Ckckckck…uluhh..uluhh…kasihan upik abu.” Ujar meta
“ Hahahhaaa…salah sendiri kerja pakai dengkul….Kasih pelajaran aja tuh
ra.” Ujar Sheila mengkompori Clara.
“ Hahahhaa…..betul tuh sel…kasih pelajaran jalan aja ia ra biar kagak
jatuh tuh si lia.” Ucap cecil yang sedikit ngebug, maklum lha yaa.
“ Sttttt….meding loe diam aja deh cel.” Ujar hilda.
Lia bangun dari lantai dengan tubuh yang basah dan terluka akibat
pecahan gelas yang beberapa mengenai kakinya. terdengar isakan lirih dari
bibirnya, mungkin yang saat ini ia rasakan adalah hancur dan malu, saudara yang
dulu saling meyanyanggi sekarang tega menyakitinya.
Tanpa berkata – kata lagi Lia langsung pergi dari tempat itu, dadanya
terasa amat sakit atas apa yang sudah clara lakukan pada dirinya, Ia tak
menyangka Clara akan mempermalukannya seperti itu didepan teman – teman
mereka.
“ WOIII KESINI LOE SIALAN. !!!!!" Triak Clara pada Lia yang bergi begitu saja.
“ Udah lha ra kagak penting urusin Upik abu tuh, mending loe kenalin nih
kita – kita sama cowok – cowok disana tuh.” Tunjuk meta pada gerombolan Rayhan
Cs.
“ Ck..dasar loe yaa ratu buaya.” Timpal cecil.
“ Ini belum seberapa kak, loe bakal rasain yang lebih dari ini!!!gua
nggak rela loe hidup Bahagia natalia.” Ucap Clara dalam hati.
Seakan kabut kebencian menyelimuti Clara, clara yang dulu mencintai dan
menjaga lia seakan hilang sudah tak ada Clara yang dulu lagi, semua hanya
kenangan bagi lia.