ONE MINUTE

ONE MINUTE
32



Saat ini hari sudah mejelang pagi membuat Lia harus bangun untuk membantu Bik Sumi melakukan pekerjaan rumah.


Kenapa bisa Lia membantu pekerjaan bik Sumi??, karena itu adalah perjanjian Lia dan Ardi.


Ardi mengijinkan Lia tinggal ditempatnya tetapi dengan syarat Lia juga harus


menanggalkan statusnya sebagai nona keluarga atmaja selain itu Lia harus


melakukan pekerjaan seperti pembantu dirumahnya.


Mau tak mau Lia menyetujui persyaratan Ardi karena pada saat dulu umur lia


masih kecil sehingga ia tak tau harus pergi kemana lagi jika Lia diusir dari


tempat Ardi.


Setelah selesai menyelsaikan tugasnya, Lia segera bergegas bersiap untuk


pergi kesekolah.


Seperti biasa Lia berangkat kesekolah dengan naik angkot dan untung saja


Lia datang kesekolah tepat waktu padahal tadi ia sudah was – was karena jalanan


macet.


Saat Lia melangakahkan kakinya memasuki gerbang sekolah semua mata


tertuju padanya dengan pandangan mencemo'oh, bahkan ada yang terang – terangan bergosip


tentang dirinya.


“ Ehhh…guys..lihat tuh..upik abu kita, PD banget ya dia.”


“ Iyaa..ternyata bener yaa rumornya kalau disekolah kita ada upik abu Hhahahhahaha.”


Ejek seorang siswi saat melihat Lia.


“ Iiiuhhhh Jijik banget yaa.. “


“ Pantesan ya kampungan banget gayanya .”


" Hahahahahaha...."


Begitulah kiranya yang Lia dengar, berbagia macam ejekan dari mereka yang tidak


mengenakan hati Lia saat ini.


Terdengar juga tawa dari mereka yang melihat lia, juga pandangan


yang jijik dan meremehkan.


“ Pasti mereka sudah tau kejadian kemarin, Huftt?” Batin Lia pasrah


“ Ahhh sudah lha Lia, Sabar biarkan saja mereka menghinamu toh sudah


biasa kan.”


“ Semangat Lia.” Ucap Lia menyemangati dirinya sendiri


Saat Lia berusaha tegar dengan menyemangati dirinya sendiri.


Tiba – tiba datanglah sebuah mobil sport warna hitam melintas disamping


Lia.


Lia menatap sendu mobil yang baru memasuki halaman itu, sudah tak asing


lagi mobil itu baginya dan pasti lha sudah ia kenali siapa pemilik mobil itu,


Tampak dari kejauhan Lia melihat Rayhan turun dari mobilnya dengan


gagahnya bak pangeran dari negeri dongeng, Rayhan melangkah kepintu samping


mobil dan membukakan pintu itu, dan keluarlah  sesosok gadis cantik berparas ayu.


Yapss gadis itu Clara, Clara tersenyum manja atas perlakuan Rayhan


terhadapnya, Rayhan memperlakukannya bak Putri kerajaan.


Rayhan sangat menyayanggi adik perempuannya itu.


“ Makasi Kakak ganteng... “ Ucap Clara pada rayhan sambil mengacak –


acak rambut kakaknya.


“ Ihhh dasar kamu ya dek kebiasaan. “ Ucap Rayhan sebal tapi ia tahu


adiknya hanya berniat usil padanya.


“ ohh ya.. nanti kamu pulang dijemput mang agus ya, kakak ada jadwal


kuliah sampe malem .” Jelas Rayhan.


“ Siap Bos.” Ucap Clara dengan sikap hormat layaknya seorang polisi yang


hendak melapor pada atasannya.


Sekilas Rayhan mencium tipis pucuk kepala clara dan membalas mengacak –


acak rambut Clara.


Dengan sedikit berlari Rayhan memasuki mobilnya karena ia tahu pasti Clara


akan mencak – mencak padanya.


“ Ihhh kak Rayhan.. ReseHHh.” Ucap Clara sedikit memanyunkan bibirnya


Sementara Rayhan sudah melajukan mobilnya keluar dari gerbang sekolah.


Lia yang melihat pemandangan itu hanya bisa meratapinya.


“ Kak Ray…dulu kamu perlakukan aku seperti itu, apa kak Rayhan masih


membenciku??? Tak bisakah kita seperti dulu kak??.” Tanya Lia Dalam Hati, tanpa


aba – aba sebutir air bening meluncur membasahi pipi mulusnya. Seketika Lia menyeka


air mata yang berani meluncur tanpa aba – aba.


Ada rasa sesak dihatinya, pasalnya dulu rayhan juga sangat sayang pada


Lia. Rayhan selalu menjadi tameng nomer satu jika ada yang menganggu adiknya


itu, bahkan Rayhan selalu bisa membuat Lia tersenyum kala Lia sedang bersedih.


Bagi Rayhan kebahagian kedua adik perempuaannya adalah yang utama. Tapi semua


ini lenyap sudah, Rayhan tak pernah memandang Lia ataupun berbicara


padanya sejak  kejadian itu.


“ Ahhhhh.... sudah lah..medingan aku masuk kelas aja deh.” Ujar Lia pada


dirinya sendiri.