
Saat ini hari sudah mejelang pagi membuat Lia harus bangun untuk membantu Bik Sumi melakukan pekerjaan rumah.
Kenapa bisa Lia membantu pekerjaan bik Sumi??, karena itu adalah perjanjian Lia dan Ardi.
Ardi mengijinkan Lia tinggal ditempatnya tetapi dengan syarat Lia juga harus
menanggalkan statusnya sebagai nona keluarga atmaja selain itu Lia harus
melakukan pekerjaan seperti pembantu dirumahnya.
Mau tak mau Lia menyetujui persyaratan Ardi karena pada saat dulu umur lia
masih kecil sehingga ia tak tau harus pergi kemana lagi jika Lia diusir dari
tempat Ardi.
Setelah selesai menyelsaikan tugasnya, Lia segera bergegas bersiap untuk
pergi kesekolah.
Seperti biasa Lia berangkat kesekolah dengan naik angkot dan untung saja
Lia datang kesekolah tepat waktu padahal tadi ia sudah was – was karena jalanan
macet.
Saat Lia melangakahkan kakinya memasuki gerbang sekolah semua mata
tertuju padanya dengan pandangan mencemo'oh, bahkan ada yang terang – terangan bergosip
tentang dirinya.
“ Ehhh…guys..lihat tuh..upik abu kita, PD banget ya dia.”
“ Iyaa..ternyata bener yaa rumornya kalau disekolah kita ada upik abu Hhahahhahaha.”
Ejek seorang siswi saat melihat Lia.
“ Iiiuhhhh Jijik banget yaa.. “
“ Pantesan ya kampungan banget gayanya .”
" Hahahahahaha...."
Begitulah kiranya yang Lia dengar, berbagia macam ejekan dari mereka yang tidak
mengenakan hati Lia saat ini.
Terdengar juga tawa dari mereka yang melihat lia, juga pandangan
yang jijik dan meremehkan.
“ Pasti mereka sudah tau kejadian kemarin, Huftt?” Batin Lia pasrah
“ Ahhh sudah lha Lia, Sabar biarkan saja mereka menghinamu toh sudah
biasa kan.”
“ Semangat Lia.” Ucap Lia menyemangati dirinya sendiri
Saat Lia berusaha tegar dengan menyemangati dirinya sendiri.
Tiba – tiba datanglah sebuah mobil sport warna hitam melintas disamping
Lia.
Lia menatap sendu mobil yang baru memasuki halaman itu, sudah tak asing
lagi mobil itu baginya dan pasti lha sudah ia kenali siapa pemilik mobil itu,
Tampak dari kejauhan Lia melihat Rayhan turun dari mobilnya dengan
gagahnya bak pangeran dari negeri dongeng, Rayhan melangkah kepintu samping
mobil dan membukakan pintu itu, dan keluarlah sesosok gadis cantik berparas ayu.
Yapss gadis itu Clara, Clara tersenyum manja atas perlakuan Rayhan
terhadapnya, Rayhan memperlakukannya bak Putri kerajaan.
Rayhan sangat menyayanggi adik perempuannya itu.
“ Makasi Kakak ganteng... “ Ucap Clara pada rayhan sambil mengacak –
acak rambut kakaknya.
“ Ihhh dasar kamu ya dek kebiasaan. “ Ucap Rayhan sebal tapi ia tahu
adiknya hanya berniat usil padanya.
“ ohh ya.. nanti kamu pulang dijemput mang agus ya, kakak ada jadwal
kuliah sampe malem .” Jelas Rayhan.
“ Siap Bos.” Ucap Clara dengan sikap hormat layaknya seorang polisi yang
hendak melapor pada atasannya.
Sekilas Rayhan mencium tipis pucuk kepala clara dan membalas mengacak –
acak rambut Clara.
Dengan sedikit berlari Rayhan memasuki mobilnya karena ia tahu pasti Clara
akan mencak – mencak padanya.
“ Ihhh kak Rayhan.. ReseHHh.” Ucap Clara sedikit memanyunkan bibirnya
Sementara Rayhan sudah melajukan mobilnya keluar dari gerbang sekolah.
Lia yang melihat pemandangan itu hanya bisa meratapinya.
“ Kak Ray…dulu kamu perlakukan aku seperti itu, apa kak Rayhan masih
membenciku??? Tak bisakah kita seperti dulu kak??.” Tanya Lia Dalam Hati, tanpa
aba – aba sebutir air bening meluncur membasahi pipi mulusnya. Seketika Lia menyeka
air mata yang berani meluncur tanpa aba – aba.
Ada rasa sesak dihatinya, pasalnya dulu rayhan juga sangat sayang pada
Lia. Rayhan selalu menjadi tameng nomer satu jika ada yang menganggu adiknya
itu, bahkan Rayhan selalu bisa membuat Lia tersenyum kala Lia sedang bersedih.
Bagi Rayhan kebahagian kedua adik perempuaannya adalah yang utama. Tapi semua
ini lenyap sudah, Rayhan tak pernah memandang Lia ataupun berbicara
padanya sejak kejadian itu.
“ Ahhhhh.... sudah lah..medingan aku masuk kelas aja deh.” Ujar Lia pada
dirinya sendiri.