
Mereka memasuki masion mewah itu, saat akan menuju
kamar belakang yang selama ini lia tempati, tiba – tiba saja rayhan menahan
adinya itu.
“ehhh… dek mau kemana?” tanya rayhan pada sang adik
“ Mau kekamar kak.” Ucap lia polos
“ Noo….kamu kekamar kak rayhan aja yaa dek, istirahat
disana, kamu kan baru pulang dari rumah sakit sayang.” Jelas rayhan.
“ Haaa??? Kakak bercanda yaaa??? “ Kaget lia
“ enggak dek kakak serius…yukkk ahh!” Ucap rayhan
Rayhan langsung bergegas mengandeng lia. Lia pun hanya
menurut saja
Sementara bik sumi tersenyum melihat interaksi
keduanya.
“semoga non lia selalu bahagia yaa allah “ Doa tulus
bik sumi
*****
Setelah berdebat panjang dengan sang kakak, mau tak mau
sekarang lia berada dikamar sang kakak, padahal dari tadi lia
bersikukuh untuk tinggal dikamarnya sendiri.
Flash back
“ Kak...Lia balik kekamar lia sendiri aja yaa.. lia takut sama papa, nanti papa marah sama kak
rayhan, lia balik aja ya kak...” Ucap lia pada sang kakak.
“ Udah deh dek kamu disini aja yaaa, kali ini nurut sama kakak ya dek... kamu kan baru
sembuh, Urusan papa nanti biar kakak yang hadapin papa. Kan kakak sudah
janji sama kamu dek bakal jagain adek terus.” Ucap rayhan tulus.
“ Tapi…kak….” Ucap lia lagi
“ Stopp…pokoknya kamu tidur disini aja ya dek,
pleasee…kali ini nurut sama kakak yaa.soal papa nanti biar kak ray yang bilang
ya sayang. Lia enggak usah mikir yang aneh - aneh, sekarang istirahat gihh!!“ jelas rayhan pada sang adik.
Dengan terpaksa lia menuruti perintah kakaknya itu, padahal
dalam hatinya ia merasa takut, takut jika ardi akan memarahi kakaknya itu.
Flash back off
******
Keesokan harinya clara sudah siap dengan seragam sekolahnya dengan manis clara menyantap sarapan
yang sudah tersedia dihadapannya.
hanya suara denting sendok yang terdengar.
“ Huhhfttt..…ini pada kemana sih sepi amat yaa, kak ray juga
kemana yaa kok nggak pulang – pulang? Papa juga masih lama lagi, tau gitu aku
nginep aja lagi dirumahnya sheila.” Ucap clara pada dirinya sendiri.
Pasalnya dari empat hari yang lalu clara belum
berjumpa dengan sang kakak rayhan. Yaaa karena dari kemarin – kemarin Clara
menginap dirumah sheila sahabatnya. Dan ia baru pulang kerumah tadi pagi buta
karena harus mengambil seragam serta perlengkapan sekolahnya.
yang tiba – tiba duduk dihadapannya.
” Huhhuk.” Clara merasa tersedak ia bergegas mengambil
air minum.
“ Kak Ray….NGAPAIN SIH DEKET – DEKET SAMA CEWEK SIALAN
INI.” Bentak Clara ia bahkan berdiri dari duduknya.
Dadanya terasa bergemuruh, setiap clara melihat lia dadaknya terasa sesak, sorot matanya penuh kebencian.
Lia yang merasa ditatap clara hanya menunduk dan
menahan tangis. Lia masih tak menyangka clara masih begitu membencinya.
“ Clara..Jaga Bicaramu..!” Tegas Rayhan.
“ Inget dek….Lia masih saudara kita…udah lupain
kejadian dulu dek..kamu masih inget kan pesen mama sama kita dek.” Jelas
rayhan.
Sebisa mungkin rayhan bertindak adil pada dua adiknya
itu, rayhan tahu calara masih menaruh dendam dengan lia.
“ Kakak ngomong apa sih??? Kak Ray Gilaaa apa.”
“ KAKAK LUPA SAMA PERBUATANNYA DULU???INGETTT KAKK..…..
DIA UDAH NYEBABPIN MAMA MENINGGAL. CLARA BENCI KAK...BENCI BANGET SAMA DIA. "Tunjuk Clara pada lia, bahkan air matanya jatuh menetes membasahi pipinya.
“ CUKUP CLARA, KAK RAY NGGAK SUKA KAMU BICARA SEPERTI ITU.” bentak Rayhan.
" HEYY GADIS SIALAN LOEE APAIN KAKAK GUA, HAHAH???? LOOO KASIH APA KAKAK
GUA SAMPE – SAMPE BENTAK GUA HAHH??? DASAR GADIS SIALAN.”
Byurrrr….
Dengan tega clara menyiram lia dengan segelas susu
yang masih hangat.
“ CLARAAA….” Bentak rayhan.
Kesabaran rayhan sudah habis menghadapi adiknya itu,
rayhan tak menyangka clara bakal nekat.
“ Udah dek ayoo kita pergi aja dari sini, enggak usah
dengirin dia dek.” Ajak Rayhan pada lia
Rayhan menggandeng tangan Lia untuk meninggalkan ruang makan,
tak tega rasanya ia melihat lia diperlakukan seperti itu.
Rayhan bahkan tak memperdulikan teriakan - teriakan clara yang
memanggil – mangil namanya.
Pyarrr…pyarrrr……
Clara membanting semua barang - barang yang ada dihadapannya.
“ Arghhhhhh…..GADIS SIALANNNN..….” Teriaknya.
Hikss,……hikss….hiksss…..
Air mata kebencian luruh membasahi pipi clara.
“ AWAS AJA KAMU
LIA…AKU NGGAK AKAN NGEBIARIN KAMU NGEREBUT KAK RAY,
AKU AKAN BUAT KAMU MENDERITA…..AKU BENCI KAMU LIAA……….AKU BENCI KAMU…..” Teriak Clara
Terlihat kilatan amarah dinetra coklat milik Clara.