ONE MINUTE

ONE MINUTE
50



Mereka memasuki masion mewah itu, saat akan menuju


kamar belakang yang selama ini lia tempati, tiba – tiba saja rayhan menahan


adinya itu.


“ehhh… dek mau kemana?” tanya rayhan pada sang adik


“ Mau kekamar kak.” Ucap lia polos


“ Noo….kamu kekamar kak rayhan aja yaa dek, istirahat


disana, kamu kan baru pulang dari rumah sakit sayang.” Jelas rayhan.


“ Haaa??? Kakak bercanda yaaa??? “ Kaget lia


“ enggak dek kakak serius…yukkk ahh!” Ucap rayhan


Rayhan langsung bergegas mengandeng lia. Lia pun hanya


menurut saja


Sementara bik sumi tersenyum melihat interaksi


keduanya.


“semoga non lia selalu bahagia yaa allah “ Doa tulus


bik sumi


*****


Setelah berdebat panjang dengan sang kakak, mau tak mau


sekarang lia berada dikamar sang kakak, padahal dari tadi lia


bersikukuh untuk tinggal dikamarnya sendiri.


Flash back


“ Kak...Lia balik kekamar lia sendiri aja yaa.. lia takut sama papa, nanti papa marah sama kak


rayhan, lia balik aja ya kak...” Ucap lia pada sang kakak.


“ Udah deh dek kamu disini aja yaaa, kali ini nurut sama kakak ya dek... kamu kan baru


sembuh, Urusan papa nanti biar kakak yang hadapin papa. Kan kakak sudah


janji sama kamu dek bakal jagain adek terus.” Ucap rayhan tulus.


“ Tapi…kak….” Ucap lia lagi


“ Stopp…pokoknya kamu tidur disini aja ya dek,


pleasee…kali ini nurut sama kakak yaa.soal papa nanti biar kak ray yang bilang


ya sayang. Lia enggak usah mikir yang aneh - aneh, sekarang istirahat gihh!!“ jelas rayhan pada sang adik.


Dengan terpaksa lia menuruti perintah kakaknya itu, padahal


dalam hatinya ia merasa takut, takut jika ardi akan memarahi kakaknya itu.


Flash back off


******


Keesokan harinya clara sudah siap dengan seragam sekolahnya dengan manis clara menyantap sarapan


yang sudah tersedia dihadapannya.


hanya suara denting sendok yang terdengar.


“ Huhhfttt..…ini pada kemana sih sepi amat yaa, kak ray juga


kemana yaa kok nggak pulang – pulang? Papa juga masih lama lagi, tau gitu aku


nginep aja lagi dirumahnya sheila.” Ucap clara pada dirinya sendiri.


Pasalnya dari empat hari yang lalu clara belum


berjumpa dengan sang kakak rayhan. Yaaa karena dari kemarin – kemarin Clara


menginap dirumah sheila sahabatnya. Dan ia baru pulang kerumah tadi pagi buta


karena harus mengambil seragam serta perlengkapan sekolahnya.


yang tiba – tiba duduk dihadapannya.


” Huhhuk.” Clara merasa tersedak ia bergegas mengambil


air minum.


“ Kak Ray….NGAPAIN SIH DEKET – DEKET SAMA CEWEK SIALAN


INI.” Bentak Clara ia bahkan berdiri dari duduknya.


Dadanya terasa bergemuruh, setiap clara melihat lia dadaknya terasa sesak, sorot matanya penuh kebencian.


Lia yang merasa ditatap clara hanya menunduk dan


menahan tangis. Lia masih tak menyangka clara masih begitu membencinya.


“ Clara..Jaga Bicaramu..!” Tegas Rayhan.


“ Inget dek….Lia masih saudara kita…udah lupain


kejadian dulu dek..kamu masih inget kan pesen mama sama kita dek.” Jelas


rayhan.


Sebisa mungkin rayhan bertindak adil pada dua adiknya


itu, rayhan tahu calara masih menaruh dendam dengan lia.


“ Kakak ngomong apa sih??? Kak Ray Gilaaa apa.”


“ KAKAK LUPA SAMA PERBUATANNYA DULU???INGETTT KAKK..…..


DIA UDAH NYEBABPIN MAMA MENINGGAL. CLARA BENCI KAK...BENCI BANGET SAMA DIA. "Tunjuk Clara pada lia, bahkan air matanya jatuh menetes membasahi pipinya.


“ CUKUP CLARA, KAK RAY NGGAK SUKA KAMU BICARA SEPERTI ITU.” bentak Rayhan.


" HEYY GADIS SIALAN LOEE APAIN KAKAK GUA, HAHAH???? LOOO KASIH APA KAKAK


GUA SAMPE – SAMPE BENTAK GUA HAHH??? DASAR GADIS SIALAN.”


Byurrrr….


Dengan tega clara menyiram lia dengan segelas susu


yang masih hangat.


“ CLARAAA….” Bentak rayhan.


Kesabaran rayhan sudah habis menghadapi adiknya itu,


rayhan tak menyangka clara bakal nekat.


“ Udah dek ayoo kita pergi aja dari sini, enggak usah


dengirin dia dek.” Ajak Rayhan pada lia


Rayhan menggandeng tangan Lia untuk meninggalkan ruang makan,


tak tega rasanya ia melihat  lia diperlakukan seperti itu.


Rayhan bahkan tak memperdulikan teriakan - teriakan clara yang


memanggil – mangil namanya.


Pyarrr…pyarrrr……


Clara membanting semua barang - barang yang ada dihadapannya.


“ Arghhhhhh…..GADIS SIALANNNN..….” Teriaknya.


Hikss,……hikss….hiksss…..


Air mata kebencian luruh membasahi pipi clara.


“ AWAS AJA KAMU


LIA…AKU NGGAK AKAN NGEBIARIN KAMU NGEREBUT KAK RAY,


AKU AKAN BUAT KAMU MENDERITA…..AKU BENCI KAMU LIAA……….AKU BENCI KAMU…..” Teriak Clara


Terlihat kilatan amarah dinetra coklat milik Clara.