ONE MINUTE

ONE MINUTE
41



“ Husss…loe ngomong apa sih ra..jangan gosip deh loe..yang bener aja Tuan tega


begitu…Tuan kan baik banget loh..masak tega mukulin Lia sampai segitunya?” Tanya mina.


“ Ihhh gua sumpah mina kagak bohong tau…beneran ini gua lihat sendiri. Semalem kan


gua mau kedapur tuh. Eh malah lihat tuan Ardi nyiksa Lia sadis banget apalagi


Tuan tega banget bawa Lia kegudang itu ( Tunjuk Ira pada gudang yang ada


dibelakang dapur ). Lutut gua aja sampe gemeteran min..gua buru – buru cabut


aja bigung gua mau bantuin Lia tapi gua takut. Lia sama bik sum gimana ya??…kasihan


loh mereka.” Ujar Ira.


“ Husst....udah deh ra mending kita doain aja semoga Lia nggak kenapa – napa. Udah ahh


gosipnya nanti tuan denger berabe kita ra.” Ucap mina.


                                                                            ******


Percakapan para ART dirumah berhasil membuat perasaan Rayhan tak menentu.


Deg….


“ Sebenarnya apa yang terjadi semalam?? “ Tanya Rayhan


“ Apa benar yang dikatakan mereka? “ Tanya Rayhan dalam hati


Pikirannya kacau disatu sisi menyuruhnya untuk tidak memperdulikan keadaan lia, namun


disisi lain hati nuraninya berbicara untuk memastikan kondisi Lia.


Tanpa sadar Rayhan malah melangkahkan kakinya menuju arah gudang belakang.


Rayhan melangkahkan kakinya dengan rasa tak menentu. Tiba – tiba saja pikiran buruk


terlintas dikepalanya.


Ia mengingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu, saat tak sengaja Lia


mendorong Clara hingga masuk rumah sakit yang membuat Lia disiksa oleh Ardi.


Karena kejadian itulah Rayhan memutuskan untuk pergi kesingapur bersama Clara,


sebenarnya dalam hati kecilnya ia tak tega melihat Lia diperlakukan seperti itu


oleh Ardi bagaimanapun juga Lia adalah adik perempuan yang selama ini pernah ia sayanggi


dan pernah ia jaga. Namun rasa ego dan rasa yang belum bisa menerima kepergian ibunya membuat ia menutup hati nuraninya.


*****


Setelah melankahkan kaki menuju gudang,


kini tibalah Rayhan didepan pintu gudang yang terlihat agak lusuh dan penuh


debu. Dengan perasaan tak menentu ia membuka pintu itu yang kebetulan kuncinya


masih melekat dipintu.


Clekk..


Degg...


Degg..


Degg...


berdaya tepat dihadapannya. Terlihat wajah putih pucat seperti darah berhenti mengalir ditubuhnya.


“ To- tolong…” Lirih Lia sebelum kesadrannya benar - benar mengilang.


“ LIA…” Pekik Rayhan


Rayhan segera mensejajarkan tubuhnya untuk meraih tubuh rapuh adiknya


yang sekarang terlihat memprihatinkan.


“ Lia…bangun…ya..ayoo bangun. “ Rayhan menepuk – nepuk pelan pipi Lia


berharap ia akan sadar, namun nihil Lia masih enggan membuka matanya.


Tanpa sadar setetes air mata rayhan terjatuh membasahi pipi Lia yang terlihat


pucat, terlihat juga wajah rayhan yang memerah menahan emosi. Entah apa yang dirasakan


Rayhan saat ini hanya ia sendiri yang tahu.


Melihat kondisi Lia yang tak merespon panggilannya dan terlihat begitu mengkhawatirkan dengan cepat Rayhan


meraih dan menggendong adiknya dari tempat terkutuk itu.


Dengan tergesa – gesa Rayhan membawa tubuh adiknya menuju kerumah sakit.


Bik sumi yang tak sengaja melihat majikannya rayhan membopong Lia yang sedang dalam keadaan tak sadarkan diri, langsung tergopoh - gopoh menghampiri mereka.


“ Ya Allah,…Non Lia….( hiksss…hikss..) ”


“ Non Lia kenapa den ? “Ucap bik sumi.


“ Nanti Ray jelaskan bik, sekarang bibik panggil mang udin buat siapin


mobil, kita harus cepat bawa Lia ke rumah sakit bik.” Ucap Rayhan penuh rasa khawatir.


“ Baik den “ Ujar bik sumi yang dengan segera beregas menemui mang Udin.


                                            ******


Rayhan, bik sumi dan mang Udin membawa Lia kerumah sakit, Rayhan


khawatir kondisi lia saat ini. Ia tak ingin terjadi apa – apa dengan adiknya


itu.


Dengan lembut Rayhan membelai kepala Lia yang ia tidurkan dipangkuannya.


“ Aku..mohon kamu bertahan ya dek.. adik kak ray kuat...maafin kakak ya


yak…kakak nggak bisa jagain Lia” Ucap Rayhan dalam hati.


“ Ma…Ray udah gagal jagain Lia ma.. ma- maaf ma.” Lirih Rayhan.


Tak terasa air mata Rayhan jatuh membanjiri wajahnya.


                         *******


HUHUHU...GUA KOK SADIS BGT YAA...


MANA PAS NGETIK MEWEK LAGI...