
“ Husss…loe ngomong apa sih ra..jangan gosip deh loe..yang bener aja Tuan tega
begitu…Tuan kan baik banget loh..masak tega mukulin Lia sampai segitunya?” Tanya mina.
“ Ihhh gua sumpah mina kagak bohong tau…beneran ini gua lihat sendiri. Semalem kan
gua mau kedapur tuh. Eh malah lihat tuan Ardi nyiksa Lia sadis banget apalagi
Tuan tega banget bawa Lia kegudang itu ( Tunjuk Ira pada gudang yang ada
dibelakang dapur ). Lutut gua aja sampe gemeteran min..gua buru – buru cabut
aja bigung gua mau bantuin Lia tapi gua takut. Lia sama bik sum gimana ya??…kasihan
loh mereka.” Ujar Ira.
“ Husst....udah deh ra mending kita doain aja semoga Lia nggak kenapa – napa. Udah ahh
gosipnya nanti tuan denger berabe kita ra.” Ucap mina.
******
Percakapan para ART dirumah berhasil membuat perasaan Rayhan tak menentu.
Deg….
“ Sebenarnya apa yang terjadi semalam?? “ Tanya Rayhan
“ Apa benar yang dikatakan mereka? “ Tanya Rayhan dalam hati
Pikirannya kacau disatu sisi menyuruhnya untuk tidak memperdulikan keadaan lia, namun
disisi lain hati nuraninya berbicara untuk memastikan kondisi Lia.
Tanpa sadar Rayhan malah melangkahkan kakinya menuju arah gudang belakang.
Rayhan melangkahkan kakinya dengan rasa tak menentu. Tiba – tiba saja pikiran buruk
terlintas dikepalanya.
Ia mengingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu, saat tak sengaja Lia
mendorong Clara hingga masuk rumah sakit yang membuat Lia disiksa oleh Ardi.
Karena kejadian itulah Rayhan memutuskan untuk pergi kesingapur bersama Clara,
sebenarnya dalam hati kecilnya ia tak tega melihat Lia diperlakukan seperti itu
oleh Ardi bagaimanapun juga Lia adalah adik perempuan yang selama ini pernah ia sayanggi
dan pernah ia jaga. Namun rasa ego dan rasa yang belum bisa menerima kepergian ibunya membuat ia menutup hati nuraninya.
*****
Setelah melankahkan kaki menuju gudang,
kini tibalah Rayhan didepan pintu gudang yang terlihat agak lusuh dan penuh
debu. Dengan perasaan tak menentu ia membuka pintu itu yang kebetulan kuncinya
masih melekat dipintu.
Clekk..
Degg...
Degg..
Degg...
berdaya tepat dihadapannya. Terlihat wajah putih pucat seperti darah berhenti mengalir ditubuhnya.
“ To- tolong…” Lirih Lia sebelum kesadrannya benar - benar mengilang.
“ LIA…” Pekik Rayhan
Rayhan segera mensejajarkan tubuhnya untuk meraih tubuh rapuh adiknya
yang sekarang terlihat memprihatinkan.
“ Lia…bangun…ya..ayoo bangun. “ Rayhan menepuk – nepuk pelan pipi Lia
berharap ia akan sadar, namun nihil Lia masih enggan membuka matanya.
Tanpa sadar setetes air mata rayhan terjatuh membasahi pipi Lia yang terlihat
pucat, terlihat juga wajah rayhan yang memerah menahan emosi. Entah apa yang dirasakan
Rayhan saat ini hanya ia sendiri yang tahu.
Melihat kondisi Lia yang tak merespon panggilannya dan terlihat begitu mengkhawatirkan dengan cepat Rayhan
meraih dan menggendong adiknya dari tempat terkutuk itu.
Dengan tergesa – gesa Rayhan membawa tubuh adiknya menuju kerumah sakit.
Bik sumi yang tak sengaja melihat majikannya rayhan membopong Lia yang sedang dalam keadaan tak sadarkan diri, langsung tergopoh - gopoh menghampiri mereka.
“ Ya Allah,…Non Lia….( hiksss…hikss..) ”
“ Non Lia kenapa den ? “Ucap bik sumi.
“ Nanti Ray jelaskan bik, sekarang bibik panggil mang udin buat siapin
mobil, kita harus cepat bawa Lia ke rumah sakit bik.” Ucap Rayhan penuh rasa khawatir.
“ Baik den “ Ujar bik sumi yang dengan segera beregas menemui mang Udin.
******
Rayhan, bik sumi dan mang Udin membawa Lia kerumah sakit, Rayhan
khawatir kondisi lia saat ini. Ia tak ingin terjadi apa – apa dengan adiknya
itu.
Dengan lembut Rayhan membelai kepala Lia yang ia tidurkan dipangkuannya.
“ Aku..mohon kamu bertahan ya dek.. adik kak ray kuat...maafin kakak ya
yak…kakak nggak bisa jagain Lia” Ucap Rayhan dalam hati.
“ Ma…Ray udah gagal jagain Lia ma.. ma- maaf ma.” Lirih Rayhan.
Tak terasa air mata Rayhan jatuh membanjiri wajahnya.
*******
HUHUHU...GUA KOK SADIS BGT YAA...
MANA PAS NGETIK MEWEK LAGI...