Nothing'S Gonna Change

Nothing'S Gonna Change
Raquell



Four Years Later...


"RAQUEEELL!!"


Seorang gadis cantik berbalik ketika mendengar suara cempreng berteriak memanggil namanya. Gadis yang memiliki rambut panjang coklat yang di curly pada ujungnya dan di warnai pink, memutar kedua bola matanya. Kulitnya yang putih layaknya gadis-gadis korea terlihat begitu cantik. Ditambah lagi wajah blasteran dengan iris mata abu-abu membuatnya terlihat menarik.


"Aduh suara kamu cempreng banget, sumpah" Raquell mendengus kesal, saat tau suara cempreng yang membuat telinganya berdengung adalah sahabat tercintanya. Ayumi Clareesa.


Ayumi terkekeh geli melihat wajah kesal gadis cantik dihadapannya.


"Suara gue yang cantik membahana gini lo bilang cempreng? Helloo, kayaknya telinga lo deh yang perlu diperiksa. Kali aja ada yang salah"


"Ck!! Bodo Amat" Decak Raquell, tak peduli dengan apa yang dikatakan Ayumi.


"Btw, lo kok bisa ada di Indonesia? Bukannya kemarin lo masih di Korea yah? Buat nonton konser idola lo itu?" Tanya Ayumi penasaran. Karena setaunya, kemarin Raquell melakukan siaran langung konser Boyband korea yang menjadi idolanya di media sosial milik gadis tersebut.


Ketika berjalan menuju fakultasnya, tanpa sengaja sorot mata Ayumi menangkap sosok familiar yang berjalan dengan begitu anggun, sehingga menarik perhatian beberapa orang disekitarnya. Demi meyakinkan diri sendiri, Ayumi pun memanggil nama orang yang dia yakini adalah sahabat baiknya.


"Ngampus. Aku baru nyampe dari korea dan langsung kesini." Jawab Raquell cuek, sembari terus berjalan menuju kelasnya.


"Aduh! Punya sahabat satu kok nyebelinnya minta ampun" Rutuk Ayumi dengan sinis dan mendapatkan cubitan gemas dipipinya.


"Biar nyebelin gini, aku tetap sahabat tercinta kamu kan?" Ejek Raquell sembari terkekeh, merasa lucu dengan perkataannya sendiri.


Mendengar kata 'cinta' dari mulut Raquell membuat Ayumi bergidik geli,


"Jijik, Ra!!"


Bukannya merasa tersinggung dengan ucapan ayumi, perempuan cantik itu tertawa dengan keras. Raquell merasa lucu dengan ekspresi jijik Ayumi.


"Gak usah nunjukin muka jelek kamu di hadapan aku. Gak mempan!!"


Sontak perkataan Raquell membuat Ayumi melotot. Mereka terus saja berbicara sambil berjalan tanpa menghiraukan tatapan orang-orang disekitar mereka yang memandang penuh binar, Terutama memandang wajah cantik Raquell.


"WHAT!!!! Lo pindah ke Indonesia? Jadi mahasiswi di kampus ini, dan.. wait jangan bilang lo juga sejurusan sama gue? Kok, lo tega banget gak bilang-bilang dulu sama gue!" Ayumi menatap kesal sahabatnya, dan tak jauh berbeda dengan Raquell yang juga sedang menatap kesal kepadanya


"Haiiss!!kamu makan toa yah? Suara kamu besar banget tau gak sih? Dan bisa gak kalo mau nanya tuh satu-satu. Aku pusing mau jawab yang mana dulu!" Desis Raquell dengan menatap tajam kearah gadis imut berwajah oriental. Bukannya terlihat menakutkan, tapi Raquell terlihat menggemaskan.


"Aku kan udah bilang ke kamu lewat Telephone minggu lalu. Aku pindah kesini karena nenek sakit dan mau Aku menetap di Indonesia, lagian aku juga kangen sama negara ini. Apalagi makanan-makananya, selalu ngangenin. Aduh! jadi lapar deh"


Ayumi melongo dan mengerjapkan matanya berkali-kali. Sahabatnya ini memang ajaib. Bisa-bisanya ditengah pembicaraan yang cukup serius dia memikirkan makanan. Apakah yang ada dihadapannya sekarang adalah Raquell sahabatnya yang tertutup dan pendiam? Huh? Sepertinya Raquell yang dulu hanyalah cover doang. Dasar bule gesrek. Sudalah abaikan saja. Huh! Orang cantik mah bebas.


♡♡♡


Pertemuan dua gadis cantik itu berawal dari Ayumi yang menjadi salah satu siswi pertukaran pelajar dari Indonesia ke sekolah Raquell di Jerman.


Waktu itu Raquell adalah siswi yang bisa dikatakan nerd karena penampilan Raquell yang memakai kacamata dan lebih suka berteman dengan buku dari pada teman-teman sekolahnya. Rambut lurusnya yang berwarna cokelat alami selalu digerainya, untuk menyamarkan wajahnya. Raquell yang dulu ketika pertama kali mereka bertemu sosok introvet yang tidak suka keramaian.


Sedangkan Ayumi yang Humble dan gampang bergaul, malah lebih tertarik berteman dengan si introvet Raquell dari pada yang lainnya, dia juga bisa membuat seorang Raquell mau menjalin pertemanan dengannya. Raquell yang juga bisa berbahasa Indonesia membuat interaksi mereka berjalan lancar, Bukannya Ayumi tidak lancar berbahasa Jerman tapi dia lebih nyaman menggunakan bahasa dari negara kelahirannya. Begitu juga Raquell, dia akan menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara dengan ibunya. Dan sejak adanya Ayumi dikehidupannya, bahasa Indonesia menjadi lebih sering digunakan olehnya.


Setelah berteman lama dengan Raquell, Ayumi jadi tau kepribadian gadis itu. Raquell tidak gampang menaruh kepercayaan pada orang lain. Dia terlihat jutek pada orang yang tidak dikenalnya atau baru dikenalnya. Dan Ayumi sudah pernah merasakannya saat pertemuan awal mereka. Sebaliknya, Raquell akan menjadi sangat peduli pada orang-orang terdekatnya. Itulah mengapa Ayumi senang menjadi sahabat Raquell. Ayumi sangat menyayagi Raquell seperti saudaranya sendiri, terlepas dari kejadian buruk yang menimpanya di Jerman dan membuat dia dan Raquell menjadi dekat.


Ayah Raquell salah satu pengusaha sukses di Jerman, dan ibunya yang orang Indonesia asli menetap di Jerman mengikuti suaminya. Ibunya membuka usaha restoran yang mempunyai cabang dimana-mana, termasuk di Indonesia.


Ayumi speccless ketika pertama kali melihat Raquell yang tanpa kacamata. Raquell terlihat sangat cantik. Matanya mewarsi mata ayahnya yang mempunyai iris berwarna Abu-abu. Raquell hanya malas bergaul dan tidak ingin menarik perhatian. Dia hanya ingin lulus secepatnya dan mencapai impiannya menjadi seorang dokter yang bisa menyelamatkan banyak orang. Alasan klise tapi dia bersungguh- sungguh akan hal itu.


Ketika gadis yang memiliki paras cantik itu lulus sekolah, dia meminta pada ayahnya agar bisa melanjutkan kuliahnya di Indonesia. Ayahnya menentang keras keputusan princess kesayangannya. Ayahnya tidak mau Raquell jauh dari keluarganya. Raquell merasa sedih dengan keputusan sang ayah, padahal dia ingin sama-sama dengan Ayumi dan bertemu nenek dan kakeknya. Pada akhirnya Raquell melanjutkan kuliahnya di Jerman. Sesuai keinginan kedua orang tuanya.


♡♡♡


Rambut Raquell