Nothing'S Gonna Change

Nothing'S Gonna Change
Kehilangan Dia



Rafa terkejut mendengar kebenaran yang keluar dari mulut lelaki paruh baya itu. Selama ini dia tulus berteman dengan Kanaya. Awalnya dia memang merasa kasihan saat tau Kanaya anak yatim piatu, dan berteman dengan gadis itu hanya karena kasihan semata. Tapi lama-kelamaan dia menjadi peduli pada gadis malang tersebut, layaknya dia peduli pada ketiga sahabat laki-lakinya.


Semua ketulusan dan kepeduliannya dibalas dengan cara seperti ini. Waww betapa cocoknya Kanaya menjadi seorang Actrees, aktingnya sangat meyakinkan. Rasa kasihannya pada gadis licik itu membuat Rafa Ellard berakhir ditempat mengerikan ini.


Alasan sebenarnya Rafa peduli pada Kanaya karena gadis itu mengingatkannya pada Rachel yang juga yatim piatu. Tapi untuk membandingkan Kanaya dan Rachelnya itu sangat tidak mungkin. Rachel adalah perempuan special yang selama ini dikaguminya. Rachel yang Humble, baik hati dan juga wajahnya yang cantik membuat orang tak bosan untuk memandangnya. Rachel yang apa adanya dan suka membantu orang lain. Sudah berapa kali dia melihat Rachel membantu orang lain dengan diam-diam. Dan itu membuat Rafa semakin mengaguminya.


Rafa bersumpah tidak akan mempedulikan atau merasa kasihan lagi pada orang lain. Apalagi itu adalah seorang perempuan. Kecuali perempuan itu adalah mamanya, adik perempuannya dan tentu saja perempuan yang ada disebelahnya saat ini.


"Aku bisa saja melepaskanmu dan temanmu, jika kamu mau membujuk mamamu untuk menceraikan papamu dan menikah denganku" Rafa tersenyum sinis mendengar perkataan laki-laki itu. Dia tidak akan pernah sudi mamanya menikah sama laki-laki brengsek dihadapannya ini.


"Cih!!Anda jangan terlalu banyak bermimpi pak tua" Rafa berdecih tak suka, membuat semua orang yang ada disana tercengang dengan jawabannya yang di luar ekspektasi mereka. Kecuali Rachel. Karena gadis itu merasa sangat puas dengan jawaban Rafa.


Plaaak!!


Plaaak!!


Suara tamparan terdengar nyaring di telinga Rafa. Bukan...bukan dia yang ditampar oleh laki-laki brengsek itu, karena dia tidak merasakan apa-apa. Tapi kemudian dia tercengang saat mendengar suara Rachel yang menangis kesakitan dan Rafa bisa melihat darah segar keluar dari ujung bibir gadis itu.


Rachel merasa kepalanya sangat pening. Tamparan itu benar-benar sakit. Ck! tamparan laki-laki gila itu pasti akan membekas dipipi mulusnya.


"Kau begitu lancang Rafa. Jadi jangan salahkan aku jika aku menyakiti temanmu. Karena akan jauh lebih menyenangkan melihat wajah frustasimu yang tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat gadis ini terluka"


Wajah Rafa memerah menahan amarah yang sedari tadi ditahannya. Dengan brutal dia mencoba melepas pegangan orang-orang suruhan laki-laki gila itu. Karena entah kekuatan apa yang telah merasukinya, dia bisa melepas ikatan tali pada tangannya. Anak buah lelaki itu menyadari bahwa ikatan tersebut telah terlepas dan terpaksa memegang pergelangan Rafa agar tidak bisa berbuat apa-apa. Saat pegangan mereka melonggar Rafa mengambil kesempatan untuk berlari, dengan Rafa yang membawa tangan Rachel pada genggamannya.


Tapi itu tidak berlangsung lama karena mereka berdua lari melewati tangga dan sampai pada jalan buntu alias Balkon. Pegangan tangan mereka terlepas saat mereka berdua tertangkap oleh orang suruhan laki-laki itu. Rachel menggigit tangan orang yang memegang tangannya dan refleks berjalan mundur dan bersandar pada balkon lantai dua rumah tua tersebut, mengakibatkan pagar balkon yang ternyata sudah rapuh dan tidak kuat itu membuat Rachel jatuh ke lantai bawah. Yang dibawahnya terdapat kolam renang yang memiliki kedalaman 2 meter.


Byuuurrr


Dor!


"RACHEEEELLL"


Suara terceburnya seseorang ke dalam kolam pada tengah malam bertepatan dengan suara tembakan dari luar sana. Rafa berteriak memanggil nama Rachel. Tanpa sadar air mata jatuh dari mata beririskan cokelat itu. Hatinya terasa sangat sakit. Kejadian beberapa menit yang lalu begitu cepat terjadi tanpa mampu dicegahnya. Ini benar-benar menyesakkan untuk Rafa. Dia tak peduli lagi dengan keadaan kacau disekitarnya. Dia hanya bisa meraung dengan apa yang dilihat barusan tepat di depan matanya.


Rachel terjatuh dari lantai dua dan dia tidak melakukakn apa-apa untuk menolong gadis itu.


Dia merasa sangat marah karena bantuan untuk mereka datang terlambat. Tapi Rafa jauh lebih marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa-apa. Dan hanya bisa melihat tubuh gadis itu jatuh kedalam kolam pada malam hari dengan Rachel yang tidak bisa berenang.


Apakah gadis itu baik-baik saja?


Memikirkan kesempatan Rachel untuk selamat sangatlah minim, membuat hatinya teriris.


Saat Rafa ingin melompat mengikuti Rachel dan menolongnya, seseorang menarik Rafa untuk menjauh dari balkon. Dia dapat melihat Jonathan Ellard berdiri tidak jauh dari sisinya. Ketika dia ingin berbicara dengan papahnya dia merasa kepalanya sangat sakit, tubuhnya oleng dan dia pun terjatuh pingsan.


Sebelum kesadaran Rafa sepenuhnya menghilang. Dia masih bisa mendengar seseorang berteriak memanggil Rachel. Dengan nada pilu di dalamnya.


Apakah dia telah kehilangan Rachelnya?


Apakah semuanya telah berakhir?