Nothing'S Gonna Change

Nothing'S Gonna Change
Party?



"Princess!! Kamu harus istirahat seminggu penuh. Aku gak mau lihat kamu sakit kayak gini. Pokoknya kamu harus pergunakan waktu kamu untuk istirahat, okay?!"


Raquell memutar bola matanya. Dia bosan mendengar ocehan Rafa yang itu-itu saja. Bayangkan, Rafa terus mengoceh seperti itu dari mereka berada di dalam mobil sampai sekarang mereka sudah berada di rumah Raquell. Lebih tepatnya rumah kakek dan nenek Raquell. Dan bukan Raquell saja yang merasa jengah dengan kebawelan Rafa tapi semua orang yang berada ditempat yang sama dengan pasangan sejoli itu.


"Bawel deh!!"


Rafa mengerutkan dahinya tidak suka dengan respon dari kekasihnya. "Ini semua demi kebaikan kamu, dan gak ada bantahan!!" ucap Rafa tegas ketika melihat Raquell telah membuka mulutnya dan Rafa yakin bahwa gadis kesayangannya itu akan membantah ucapannya.


Semua yang berada ditempat itu menahan tawa melihat wajah cantik Raquell yang ditekuk. Terlihat menggemaskan.


"Kalian berdua gak usah berdebat!!" seru nenek Raquell kemudian wanita yang sudah tidak muda lagi itu menatap cucu kesayangannya. "Apa yang nak Rafa bilang itu ada benarnya Rara sayang. Kamu butuh banyak istirahat. Toh nenek akan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan nak Rafa jika nenek tau bahwa akhir-akhir ini kamu insomnia, susah tidur. Kamu sih nyembunyiinnya dari kami. Kalo Dad sama Mom kamu tau, bisa-bisa kamu dibawa pulang ke Jerman. Kamu mau? Nenek mah gak mau kamu balik kesana. Kalo nenek kangen sama kamu gimana?"


Rafa yang merasa diatas awan karena sang nenek dari kekasihnya sependapat dengannya, menampilkan senyum lebarnya yang jarang sekali terlihat setelah kejadian beberapa tahun yang lalu.


Andai saja Raquell mempunyai kantong doraemon, dia tidak akan ragu lagi untuk mengeluarkan pintu kemana saja agar dia bisa segera pergi dari hadapan kedua orang menyebalkan yang sayangnya adalah orang yang dia cintai. Haissh!!


"Nenek kok omelin Rara sih?" ucap Raquell dengan menyebut nama panggilan kesayangan dari sang nenek dan juga kakeknya yang sedang tidak berada dirumah.


"Nenek gak omelin kamu loh ya!! Kamu ajah yang baperan. Bener kan Rafa?"


Rafa mengangguk membenarkan ucapan nenek Raquell. Sedangkan Raquell sudah melotot pada sang kekasih.


"Kamu belain nenek?"


Rafa mengangkat bahunya, tanpa mau menjawab. Raquell yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas sebal.


"Oh!! Gitu yah sekarang. Kamu udah berpaling yah sama aku?"


Rafa terkekeh geli melihat tingkah kekasihnya dengan muka yang ditekuk. Bukannya Raquell terlihat jelek malah sebaliknya gadis itu terlihat menggemaskan dimatanya. Ah, kalau saja hanya ada mereka berdua sudah dapat dipastikan bahwa Rafa akan mengecup pipi gadis itu, tapi berhubung mereka sedang tidak sedang berdua saja, laki-laki blasteran itu memilih mengacak rambut cokelat Raquell dengan gemas.


Rafa mendekatkan tubuhnya pada Raquell kemudian laki-laki itu membisikan sesuatu yang tidak bisa didengar oleh orang lain.


"Gak usah ngambek!! Kamu tau sendirikan aku paling gak bisa jauh dari kamu, dan salah satu cara untuk mempertahankan kamu untuk stay disamping aku, yah dengan cara kayak gini. Buat nenek kamu senang agar aku gak dipecat jadi cucu menantunya kelak, dan yang paling terpenting nenek kamu gak jauhin kita dengan cara nenek kamu ngembaliin kamu balik ke Jerman"


Raquell memicingkan matanya, "Tck!! Alesan"


Rafa tertawa puas bisa mengerjai gadis yang sangat dia cintai itu. Jarang-jarang dia bisa melakukannya dan tidak tanggung-tanggung karena sang nenek Raquell juga ikut terlibat.


Diam-diam Ayumi tersenyum lega dan bersyukur melihat kakaknya menjadi lebih hidup dan terlihat bahagia, yah walaupun sikap dingin dan cueknya tidak dapat diubah lagi.


Sedangkan Reagan dan Kavin hanya menatap interaksi Raquell dan neneknya beserta Rafa yang sekali-kali ikut serta dalam percakapan, tanpa mau mereka ikut dalam pembicaraan ketiga orang tersebut. Tapi tidak bisa dibohongi oleh kedua laki-laki tampan itu bahwa mereka juga senang melihat sahabat mereka bahagia.


Reagan sadar bahwa seharusnya dia tidak menghakimi Raquell yang telah menggantikan posisi Rachel dihati Rafa, karena dengan hanya melihat sahabatnya bisa nyaman dan mendapat kebahagiaannya dari gadis berdarah Jerman-Indonesia itu maka dia tidak akan masalah dan ikut bahagia.


♡♡♡


Universitas Sensius gempar dengan adanya artikel di website kampus yang mengatakan bahwa Kampus yang terkenal high class itu akan mengadakan party mewah di sebuah kapal pesiar milik keluarga Ellard pada akhir bulan nanti, party tersebut diadakan kerena Universitas Sensius akan berulang tahun.


"Gila! The best banget bokap lo, Raf!!" seru Gio dengan menggebu-gebu. Matanya terlihat berbinar-binar memandang ponsel yang ada di genggamannya. "Ngadain party gak pernah mengecewakan, selalu buat semua orang takjub!"


Kavin yang juga sedang melihat artikel tersebut mengangguk, membenarkan perkataan sahabat playboynya itu.


"Lo kayak gak kenal om Jonathan aja, man!! Tau sendiri kan om Jonathan tuh gimana. Royalnya overdosis!!" cetus Reagan, tidak mau ketinggalan mengomentari kabar yang  sedang menjadi pembicaraan seluruh penghuni kampus Sensius.


Kavin mengernyit, merasa sedikit aneh dengan party yang akan diadakan pada akhir bulan nanti. Jonathan Ellard memang seorang yang dermawan dan royal tetapi laki-laki paruh baya itu tidak pernah membuat acara kampus dengan sangat mewah ditambah lagi anak laki-lakinya tidak menyukai hal itu.


Kemudian Kavin menjatuhkan pandangan pada sosok yang sedari tadi hanya diam saja tanpa mengklarifikasi berita yang sedang heboh-hebohnya.


"Lo kelihatan happy banget, gak kayak biasanya. Soal party?"


Rafa yang merasa bahwa pertanyaan Kavin ditujukan padanya memfokuskan pandangan pada sahabatnya itu. Kemudian hal yang tidak diduga oleh ketiga orang yang sudah bertahun-tahun menjadi sahabat Rafa yaitu senyum lebar Rafa yang jarang terlihat.


"Hmm"


Kavin yang sudah bisa menebak bahwa ada hal istimewa menyangkut pesta nanti, tidak tampak terkejut. Kalo soal kepekaan Kavin jagonya. Berbeda dengan ekspresi Gio dan juga Reagan, terlihat bingung. Mereka tidak tahu menahu tentang sesuatu yang membuat seorang Rafa Ellard tersenyum seperti yang ditampilkan tadi, dan hal itu membuat kedua orang itu sangat penasaran.


Perlu kalian tau bahwa seorang Axelle Rafardhan Ellard tidak pernah menyukai namanya party dan semacamnya. Karena selain berisik, laki-laki itu juga tidak suka bertemu dengan orang-orang bermuka dua, yang akan bersikap penuh kepalsuan dihadapannya. Oh come on orang-orang tersebut banyak dijumpainya kala dia sedang menghadiri pesta-pesta perusahaan untuk menggantikan Daddy nya yang berhalangan hadir. Mereka hanya ingin mencari muka padanya karena Rafa adalah seorang pewaris dari kerajaan Ellard, yang memiliki perusahaan raksasa dimana-mana.


Tapi berbeda untuk kali ini. Rafa terlihat bersemangat dan bahagia dibalik raut wajahnya yang dingin, dan tentunya ketiga sahabat laki-laki itu dapat melihat kebahagiaan dari binar mata yang tidak dapat disembunyikan oleh Rafa.


Kavin yang hanya bisa menebak bahwa ada sesuatu yang istimewa tentu tidak mengetahui hal istimewa apa yang bisa membuat mood seorang Rafa sebagus itu.


Ketiga orang laki-laki tampan yang menjadi idola kampus atau sering dijuluki pangeran kampus menatap Rafa dengan wajah serius dan penuh tanda tanya.


"Party di kapal pesiar itu gue yang minta ke bokap!!"


"WHAT!!"


Rafa menyeringai saat melihat ketiga sahabatnya nampak kaget dengan apa yang di ucapkannya. Mereka sangat mengenal Rafa. Laki-laki itu tidak pernah mau terlibat dalam hal-hal yang tidak disukainya. Sekalipun itu adalah sosok Rafa yang dulu dikenal hangat dan periang.


"Karena selain ulang tahun kampus, party itu mempunyai tujuan lain. Dan itu akan menjadi acara utamanya."


Rafa menghentikan ucapannya sejenak. Kemudian dia tersenyum hangat pada sahabat-sahabatnya yang masih menampilkan wajah 'tidak percaya' dengan penuturan Rafa barusan.


Acara utama?


Jadi itu artinya--


"Gue bakal tunangan sama Princess!!"


♡♡♡