
"Kamu gak usah buang-buang waktu buat liatin mereka, aku gak suka perhatian kamu terbagi"
Ucapan dingin Rafa sontak saja membuat semua orang di meja yang sama dengan kedua sejoli itu menganga tak percaya. Apakah dihadapan mereka benar adalah seorang Rafa Ellard? Jika saja mereka hanya mendengar dari orang lain, dan tidak mendengarnya dengan telinga mereka sendiri mungkin saja mereka akan mengatakan orang tersebut adalah pembohong besar.
Ucapan Rafa memang terkesan datar. Tapi semua orang yang mendengarnya pasti akan tau ada nada merajuk dan cemburu didalam ucapan tersebut.
Hell!!
Bahkan untuk membayangkan saja mereka tidak berani, seorang Rafa yang sekarang merajuk dan ingin diperhatikan oleh seorang perempuan merupakan hal yang sangat tidak mungkin.
"Raf!! Lo gak mau ngenalin ke kita bertiga siapa cewek cantik disebelah lo itu?" ucap Gio sembari menampilkan senyum menawannya yang terlihat menggoda. Dia sudah tidak sabar lagi mengetahui sosok perempuan tersebut.
Rafa menatap tak suka kearah Gio, "Pacar gue. Lo gak boleh deket-deket sama dia"
"oh... WHAT PACAR!!" Teriakan Gio membuat seluruh cafeteria heboh. Mereka yang sedari tadi memasang kuping agar bisa mencuri dengar percakapan yang ada di meja para orang-orang populer itu, sontak saja kaget dengan ucapan Rafa.
Sedangkan Raquell yang sedang memakan baksonya kaget mendengar teriakan Gio yang spontan. Sontak saja hal itu membuatnya terbatuk-batuk karena tersedak kuah baksonya sendiri. Rafa memberikan Raquell minuman dan mengusap punggung Raquell dengan lembut.
Perlakuan Rafa membuat mereka semua melongo sembari mengerjapkan mata berkali-kali. Yang lebih mengejutkan lagi laki-laki dingin yang tidak suka disentuh sembarangan malah dengan santainya mengelap sudut bibir Raquell penuh kasih sayang. "Pelan-pelan makannya, Princess"
"Aduh Rafa sweet banget yah?"
"Pasti seneng banget deh jadi pacarnya Rafa"
"Jarang-jarang loh liat Rafa yang dingin jadi sweet kayak gitu"
"Dasar *****. Sok cantik banget bisa dekat sama Rafa"
"Itu yah? cewek ganjen yang tiba-tiba peluk Rafa"
Kehebohan pun terjadi melihat seorang Rafa Ellard bersikap manis. Dan dalam beberapa menit kabar sang devil memiki pacar menyebar keseluruh Universitas.
♡♡♡
Keempat mobil Sport Lamborghini Aventador memasuki area kampus. Semua orang sudah tidak kaget lagi melihat mobil mewah tersebut, karena itu sudah menjadi pemandangan biasa untuk mereka. Tapi ada yang berbeda kali ini. Satu mobil sport berwarna pink metalik tampak mengikuti keempat mobil lainnya.
Dari mobil sport berwarna merah keluarlah seorang lelaki yang dijuluki 'The Devil Prince' memakai kaca mata hitam yang terlihat keren dan sedikit arogant.
Lau kemudian Kavin keluar dari mobil sportnya yang berwarna putih. Reagan berwarna biru dan Gio berwarna hitam.
Dari dalam mobil sport berwarna pink metalik keluar dua orang gadis cantik yang satunya sedang menjadi pembicaraan di seantero Sensius.
Dari sebelah pengemudi nampak Raquella yang terlihat cantik dengan pakaian casualnya ditambah lagi rambutnya yang berwarna coklat yang sudah digunting pendek membuat gadis blasteran itu terlihat lebih fresh. Tentu saja semua itu karena sang kekasih tidak menyukai rambut omrenya.
Sedangkan Ayumi keluar dari tempat duduk penumpang yang ada didepan, sebelah Raquella. Gadis imut yang juga mencuri perhatian itu memakai kaos yang berwarna putih dan dipadukan dengan kemeja kotak-kotak dengan rambut yang dibiarkan tergerai.
Rafa berjalan mendekat ke arah Raquell dengan muka masamnya. Dia mendengus jengah melihat sekumpulan laki-laki menatap Raquell penuh minat, "Menyebalkan!"
Raquell menangkup kedua pipi Rafa dengan jari telunjuk dan ibu jarinya, dan memalingkan wajah lelaki itu dari segerombolan mahasiswa yang menatap Raquell secara terang- terangan. Kini tatapan tajam penuh permusuhan yang diperlihatkan Rafa kepada orang-orang itu menjadi hangat saat tatapannya berada pada mata indah milik gadisnya.
"Gak usah diliatin. Mending kamu liatin aku ajah."
Rafa tersenyum lebar "Cantik"
"Emang!!" Raquell menjulurkan lidahnya kemudian tertawa.
"Kamu tau gak? Mereka hanya bisa menatap aku dari kejauhan, tidak lebih. Sedangkan kamu lebih dari sekedar itu. Kamu bisa sepenuhnya mencuri perhatianku tanpa bisa aku berpaling. Kamu special di hidup aku, dan itu tidak bisa dibandingkan dengan mereka. Karena kamu mempunyai tempat khusus yang tidak bisa dijangkau oleh siapapun tanpa izin dariku."
Rafa speechless mendengar penuturan Raquell. Jantungnya berdegup dengan cepat dan sialnya dia merasa sangat bahagia. Rafa Menatap Raquell penuh kasih sayang. Gadisnya memang tau caranya membuat seorang Rafa Ellard tidak dapat berkutik.
"Aduh so sweet banget sih kalian" Ayumi menatap envy pada kedua sejoli dihadapannya. Humph! Kapan dia bisa seperti Raquell, mempunyai seseorang yang menatapnya penuh kasih sayang, membuat siapa saja yang melihat keduanya akan merasa iri.
"Cih, Bullshit!!" Decihan sinis seseorang terdengar ditujukan kepada pasangan itu, membuat mereka melepaskan pandangan satu sama lain. Raquell menghembuskan nafas pelan melihat Reagan berjalan pergi meninggalkan mereka. Raquell tau, sahabat Rafa yang satu itu tidak menyukai Raquell. Entah apa kesalahan Raquell terhadapnya. Selama ini dia berusaha bersikap baik pada Reagan, tapi Reagan seakan memusuhinya. Dan sering kali ucapan Reagan menyakiti perasaannya.
Tetapi dia tidak mau Rafa bertengkar dengan Reagan, oleh karena itu dia selalu bersikap santai dan terlihat biasa-biasa saja seakan tidak pernah tersakiti dengan sikap Reagan terhadapnya.
"Orang gila gak usah didengerin, Ra!" Ucap Ayumi mencoba menenangkan sahabatnya. Dia tau Raquell merasa sedih dengan Reagan yang selalu bersikap seperti itu.
"Ya udalah, gak usah dipikirin. Reagan emang gitu orangnya sama orang yang tidak disukainya" Ucapan blak-blakan dari Gio bukannya membuat seorang Raquell tenang, malah membuat dia semakin sedih. Apa segitu tidak sukanya yah Reagan sama dia? Setahunya Reagan orangnya ramah dan suka tersenyum sama semua orang. Tapi Raquell tidak pernah merasa Reagan seperti itu terhadapnya. Karena laki-laki itu selalu menunjukan wajah sinisnya pada Raquell.
Gadis cantik itu merasakan sentuhan dibahunya lebih tepatnya Merangkulnya, dia melihat kesamping kirinya dan menemukan Rafa yang tersenyum menenangkan. Tapi Raquell tau Rafa sedang menahan emosinya untuk tidak meledak terlebih pada sahabatnya sendiri. Rafa akan mecoba menahan amarahnya karena tidak mau melihat gadisnya khawatir. Raquell mengecup singkat rahang Rafa membuat devil dalam dirinya diam.
Mereka berlima pun memutuskan untuk berlalu dan berjalan pergi untuk menerima materi kuliah dijurusan masing-masing, sebelum benar-benar beranjak pergi Rafa mengetik sesuatu di handphone yang digenggamnya.
Grup Chat Pangeran Kampus
AxRafardhanEllard:
Ke ruangan Khusus. Sekarang!!
KavAprilioNicolas:
Ok!
GioGantengLeonard:
Gio ganteng siap meluncur!
FathReaganGiofani:
On The Way!!