Nothing'S Gonna Change

Nothing'S Gonna Change
Pesta Pertunangan




Instagram : phipastel


♡♡♡


"Kok kamu gak ngomong apa-apa sama aku soal pertunangan?"


"Ini aku lagi ngomong"


Raquell mendengus kesal, "Oh ayolah, Ax. Kamu tau maksud aku apa"


"Emang kenapa kalo kita tunangan? Kamu gak suka?"


'Mulai deh pikiran negatif nya'  rutuk Raquell dalam hati.


"Bukan gitu Ax,  aku hanya--"


"Bilang aja kalo kamu gak suka! Kamu gak mau hubungan kita lebih serius lagi? Kamu gak mau kita tunangan, supaya kamu bisa minta putus kapan ajah sama aku, gitu? Kamu pikir aku akan membiarkan itu terjadi? Jangan harap!!"


Ingin sekali Raquell memutar bola matanya dan melakban mulut kekasihnya. Tapi tentu saja dia harus memendam keinginannya itu sebelum mood Rafa memburuk. Huh!! Rafa dan emosinya, sangat menyebalkan.


Raquell yang tadinya duduk berseberangan dengan Rafa, berdiri. kemudian dia mendekat kearah laki-laki kesayangannya itu.


Raquell menangkupkan pipi Rafa dengan kedua tangannya sambil tetap berdiri dihadapan Rafa yang telah duduk menyamping. Rafa harus sedikit mendongak agar bisa menatap wajah gadisnya.


"Aku emang gak suka!" Rafa mendelik. Tidak percaya Raquell berkata seperti itu. Baru saja dia ingin protes, Raquell langsung saja menutup mulutnya dengan telapak tangan gadis itu.


"Aku gak suka kalo kamu ngerencanain ini sendiri. Ini pertunangan kita. Yang berarti melibatkan aku, bukan kamu doang. Aku juga kan mau ikut terlibat sama hari spesial aku, Ax."


Rafa melepas tangan Raquell yang membekap mulutnya, tentunya setelah dia mengecupnya singkat. Kemudian laki-laki itu terlihat tersenyum lebar. Merasa sangat senang dengan jawaban Raquell. Rafa pikir gadisnya tidak akan suka dengan pesta pertunangan tiba-tiba yang dia minta pada Daddy nya dan akan diadakan pada hari ulang tahun kampus nanti.


Rafa ingin mengikat Raquell dengan sebuah cincin pertunangan. Maunya sih langsung nikah aja, tapi dia yakin Raquell belum siap apalagi masih ada banyak rahasia yang belum dikatakannya pada gadis itu. Jadinya untuk saat ini pertunangan adalah jalan yang Rafa ambil sebagai bukti bahwa dia serius menjalin hubungan dengan Raquell. Agar semua orang tau bahwa Raquella Princessa Wagner adalah miliknya.


Akan ada banyak orang yang hadir dalam party itu. Dan hanya keluarga dan para sahabat yang tau, bahwa party tersebut bertujuan untuk menunjukan pada semua orang bahwa penerus kerajaan bisnis Ellard telah memiliki pasangan.


Masih melekat dalam ingatan Rafa, setiap kali dia menghadiri pesta yang diadakan oleh beberapa rekan bisnis Daddy nya. Mereka selalu mengambil kesempatan untuk mencari muka padanya, dengan niat untuk menjodohkan Rafa dengan anak perempuan mereka. Dan Rafa sangat yakin bahwa mereka hanya menginginkan hartanya dan kedudukan tinggi sebagai penerus dari Jonathan Ellard.


"Aku seneng banget kamu mau tunangan sama aku, Princess." ucap Rafa tulus, sembari memeluk pinggang Raquell. Membenamkan wajahnya pada perut gadis itu.


"Rafa ih!! Malu di liatin banyak orang." bisik Raquell berusaha melepaskan pelukan kekasihnya, pasalnya mereka sedang berada ditempat umum.


"Gak mau!!" Bukannya melepas pelukannya, Rafa malah mempereratnya. Raquell pun menyerah dan membiarkan Rafa melakukan apa yang dia mau, karena Raquell tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia juga merasa nyaman.


Gadis itu tersenyum melihat tingkah kekasih tampannya. Jarang-jarang loh, bisa melihat Rafa Ellard bersikap manja didepan umum seperti sekarang.


Senyum Raquell pudar kala melihat seorang laki-laki seumurannya yang tampak familiar di penglihatan Raquell.


Posisi Raquell yang berdiri menghadap kearah luar Cafe memudahkannya melihat orang-orang berlalu lalang diluar sana,  tepatnya dibalik kaca transparan yang ada di Cafe tempat Raquell dan Rafa berada. Dan diantara banyaknya orang tatapan Raquell justru terpaku pada laki-laki tampan bertopi hitam dengan tinggi tak jauh berbeda dengan Rafa.


Saat Raquell merasa laki-laki itu akan melihat kearahnya, secara spontan Raquell membungkukkan tubuhnya membalas pelukan sang kekasih, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher laki-laki itu.


Rafa terpaku dengan apa yang dilakukan gadisnya. Tidak jauh berbeda dengan Rafa, gadis itu juga kaget dengan pergerakan spontannya itu. Pipi gadis itu terlihat memerah. Dengan cepat dia menjauhkan wajahnya kemudian menegakkan tubuhnya.


"So-sorry!!"


"Kok minta maaf sih sayang? Kamu gemesin banget. Tuh liat wajah kamu, kek tomat." goda Rafa dengan wajah berseri. Tentu saja laki-laki itu sangat bahagia karena tidak biasanya Raquell berinisiatif melakukan skinsip lebih dulu dengannya. Biasanya Rafa yang selalu menggambil kesempatan untuk selalu berdekatan dengan Raquell.


Raquell melotot kearah Rafa."Kamu yah, sembarang kalo ngomong. Mana ada wajah aku kayak tomat."


Rafa terkekeh, "habisnya kamu tiba-tiba banget meluk aku, ditempat umum lagi!"


Mendengar ucapan Rafa membuat Raquell teringat kembali penyebab dia memeluk Rafa seintim itu.


Raquell mengarahkan tatapannya ketempat sosok laki-laki itu berada. Tapi dia tidak lagi mendapati keberadaannya disana. Karena tidak ingin membuat Rafa curiga dengan tingkah anehnya,  maka dengan cepat Raquell mengfokuskan kembali tatapannya pada Rafa.


"Gak usah dibahas. Aku malu!!" ucap Raquell tidak sepenuhnya berbohong. Karena pada kenyataannya dia memang merasa malu memeluk Rafa ditempat umum. "Pulang aja yuk."


Masih dengan senyum yang belum pudar, Rafa menganggukan kepalanya. Menyetujui ajakan Raquell.


Sepanjang perjalan pulang, Raquell terus memikirkan sosok itu. Bukan karena tertarik. Tapi justru Raquell merasa dadanya sesak karena perasaan sedih yang gadis itu sendiri tidak tau penyebabnya apa. Padahal dia sedang bersama Rafa, salah satu sumber kebahagiaan Raquell.


♡♡♡


Hari yang dinanti para mahasiswa Universitas Sensius pun tiba. Mereka begitu antusias dengan party yang sebentar malam akan diadakan ditempat berkelas yang tidak sembarang orang bisa berada ditempat itu.


Yang menjadi pembicaraan mereka kali ini bukan hanya tentang ulang tahun kampus yang diadakan dikapal pesiar pribadi milik Ellard Company. Sudah menjadi rahasia umum bahwa properti milik keluarga Ellard terkenal akan kemewahannya.


Semua orang yang diundang dalam party tersebut bertanya-tanya akan sesuatu yang spesial pada acara puncaknya.


Lebih mengagetkan lagi para pengusaha besar yang merupakan rekan bisnis Jonathan Ellard didalam dan luar negeri akan menghadiri party pada malam hari nanti.


Padahal semua orang tau bahwa party itu bertujuan untuk merayakan ulangtahun kampus dan hanya orang-orang berhubungan dengan kampus saja yang diperkenankan hadir, Seperti tahun-tahun sebelumnya.


Tapi dari pada memusingkan hal tersebut, dan menduga-duga yang tidak jelas. Mereka lebih memilih mempersiapkan diri untuk berpenampilan semenarik mungkin. Karena akan ada bayak wartawan dan para pengusaha besar hadir ditempat itu. Tentu saja mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi sorotan.


Raquell mendengus ketika mendengar ucapan ayumi bernada ejekan itu. "Kakak kamu tuh berlebihan banget, sumpah! Masa aku disuruh cobain semua gaun ini. Kan kesel jadinya"


"Cuman 15 gaun doang!" ucap Ayumi dengan santai.


Kalau saja menendang Ayumi sampai ke antartika bisa dia lakukan, maka Raquell tidak akan berpikir panjang untuk melaksankan niatnya. Karena dia sungguh kesal dengan jawaban santai dari Ayumi.


'Kakak sama adik sama aja. Mereka pikir aku manequin apa, disodorin baju sebanyak itu untuk dicoba?' gerutu Raquell dalam hati.


Raquell melempar tatapan tajam kearah Ayumi. Gadis berambut coklat itu menarik napas dalam-dalam, memilih untuk tidak membalas ucapan sahabatnya. Karena dia sudah cukup lelah dengan kegiatannya memilih gaun yang cocok untuknya selama berjam-jam.


'Baru tunangan aja udah repotnya kayak gini. Gimana nanti kalo udah nikah!'


Bayangkan saja, ini sudah ke sembilan kali Raquell mencoba gaun untuk pertunangannya. Tapi untuk kesembilan kalinya dia harus menerima penolakan dari sang 'calon tunangan' yang sekarang sedang duduk santai sembari menunggunya diluar sana.


Untung saja dia bukan sedang menyatakan Cinta. Membayangkan dia ditolak sembilan kali membuat Raquell rasanya ingin mengganti wajahnya saja.


Ok, Kemali ke ruang ganti.


"Kakak ipar udah siap!"


"Eh? Apanya yang siap?" tanya Raquell dengan bingung. Pasalnya sedari tadi Raquell sedang melamun dan tidak tau apa yang dilakukan Ayumi dan para pegawai dibutik itu padanya.


"Gaun kesepuluh yang lo coba. Aduh cantik banget sih! Gue yakin Rafa akan terpesona saat liat lo memakai gaun ini. Ayo keluar!! Gue udah siapin kamera buat fotoin ekspresi terpesona kak Rafa"


"Jangan aneh-aneh deh!" Raquell mendelik pada Ayumi yang sedang menampilkan senyum devilnya.


"Pokoknya kalo sampai Ax gak suka sama gaun ini,  aku bakalan ngambek. Enak ajah dia cuman bisa nyuruh aku ganti tanpa ngerasain capeknya kek gimana." tambahnya sembaya menatap kesal pada pintu yang terdapat Rafa dibaliknya.


Ayumi terkekeh geli mendengar kekesalan sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya itu. Membayangkan wajah frustasi Rafa karena pacarnya ngambek karena disuruh mencoba gaun lebih dari selusin, pasti bakalan seru. Kapan lagi bisa melihat ekspresi lain Rafa selain wajah dinginnya. Hah! Sangat menyenangkan.


Salah satu pegawai di butik ternama milik mama Rafa, membuka pintu untuk Raquell keluar. Dengan wajah penuh dengan senyuman yang memperlihatkan kecantikan seorang Raquell Wagner membuat siapa saja tidak akan berpaling, gadis itu berjalan dengan anggun keluar dari ruangan tempat dia mencoba gaun-gaunnya. Berharap semoga Rafa suka dengan Raquell memakai gaun kesepuluhnya.


Salah gak sih jika Raquell merasa ini seperti sedang fitting gaun pengantin, dengan calon mempelai laki-laki menungguinya dan memberikan komentar. Sontak pemikiran itu membuat senyum Raquell semakin lebar.


Apa yang dikatakan Ayumi tidak meleset sedikitpun. Rafa sungguh terperangah melihat Raquell yang terlihat sangat cantik dengan gaun yang dikenakannya.


Rafa tidak dapat berkata apa-apa lagi. Dia begitu terpesona dengan gadisnya. Yah, gadisnya. Miliknya.


"Ax!"


"Axelle!!"


"Axelle Rafardhan Ellard!!"


"Eh! Ya Princess?!"


Rafa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Laki-laki itu terlihat salah tingkah.


"Biasa aja dong ngeliatinnya, kak. Sampe salting gitu." Ayumi terkekeh geli. "Btw, wajah lo imut banget kak. Nih udah gue fotoin" ucap Ayumi sembari memperlihatkan kamera yang dia bawa sedari tadi. Ayumi tidak berbohong soal dia yang ingin mengabadikan gambar kakaknya yang sedang terpesona. Malahan dia mendapat ekspresi lain dari kakaknya yaitu wajah salah tingkah dari seorang Rafa Ellard.


"Hapus gak!!"


"Gak mau!" seru Ayumi kemudian menjulurkan lidahnya.


Rafa mendengus. Membiarkan saja adiknya yang kekanakan itu. Fokusnya kembali pada sang pujaan hati yang sebentar lagi menjadi tunangannya.


"Cantik banget sih, Princessnya aku" ucap Rafa sembari mendekat kearah Raquell kemudian memeluk pinggang gadis itu dari samping.


"Tapi aku gak suka kalo kamu pake gaun ini di hadapan banyak orang nantinya, terlalu terbuka. Ganti yang lain aja yah?!"


Raquell memutar bola matanya mendengar ucapan Rafa yang menyebalkan. Sedangkan tidak jauh dari tempat mereka berada Ayumi sudah menahan tawanya.


Tiba-tiba kedua tangan Raquell melingkari leher Rafa, lalu menampilkan senyum semanis mungkin. "Oke! Aku gak bakalan pake gaun ini, dan menggantinya dengan gaun lain yang belum aku coba. Yang lebih tertutup!"


Rafa tersenyum lega karena kekasihnya tidak kesal seperti sebelumnya, disaat dia menyuruh Raquell mencoba gaun yang lainnya.


"Tapi pertunangan kita diundur setahun kemudian!" lanjut Raquell dengan senyum yang sudah tidak tampak lagi diwajahnya dan digantikan dengan wajah datar gadis itu.


Raquell melepas diri dari Rafa dan meninggalkan laki-laki itu yang masih menampilkan wajah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Shit


Demi tuhan Rafa sangat membenci wajah datar itu. Dan lebih membenci lagi saat pertunangannya harus diundur. Rafa akan melakukan apa saja untuk membuat Raquell selalu tersenyum padanya. Termasuk menghilangkan sedikit sifat possesifnya yang hanya dia tujukan pada Raquell.


Sedangkan Ayumi sudah terpingkal-pingkal melihat ekpresi tidak biasa kakaknya itu, kakaknya terlihat kelabakan.


Ayumi sangat puas karena bisa menikmati setiap ekspresi yang kakaknya tunjukan. Raquell memang the best. Dia bisa membuat seorang Rafa Ellard yang tidak pandai mengekspresikan diri dan tidak banyak bicara, menjadi laki-laki normal dengan menampilkan berbagai emosi yang jarang dia tunjukan pada orang lain.


'Makasih Ra, udah hadir dalam kehidupan kak Rafa. Membawa pelangi pada kehidupannya yang hitam-putih' ucap Ayumi tulus didalam hati. Dengan terus menatap drama antara kakaknya yang sedang membujuk seorang Raquell Wagner yang berada dalam mode ngambeknya.


♡♡♡