Nothing'S Gonna Change

Nothing'S Gonna Change
Dia Kembali



Dia telah kembali.


Rafa tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya ketika informan kepercayaannya mengatakan bahwa dia telah kembali ke Indonesia setelah sekian lama berada di luar negeri.


Waktu itu dengan banyak pertimbangan, Rafa memutuskan untuk membuka semua rahasianya pada Raquell, karena Rafa mendapat kabar dia akan segera kembali.


Tapi ternyata keberaniannya pupus saat melihat air mata sang kekasih berderai, dia tidak akan setega itu membuat princess kesayangan menangis lagi, bahkan lebih dari itu, meninggalkannya mungkin. Oh Tuhan, membayangkannya saja terasa menyakitkan dan menyesakkan dada.


Katakanlah dia pengecut, tepat seperti apa yang dikatakan Ayumi beberapa hari yang lalu. Tapi seharusnya Ayumi tidak berkata seperti itu, pada orang yang pernah merasakan pahitnya kehilangan.


Sekarang adiknya itu malah bersikap seolah-olah Rafa adalah hama yang harus dijauhi. Ayumi masih tidak terima sang kakak membentaknya malam itu.


Rafa terus saja melamun tanpa menyadari bahwa ketiga pasang mata telah menatapnya sedari tadi.


"Kalian nyadar gak? Udah beberapa hari ini Rafa keliatan aneh. Kayak sedang gelisah." Gio memalingkan tatapannya pada Rafa kemudian beralih menatap Kavin dan Reagan yang duduk tidak jauh dari tempatnya.


"Rafa memang aneh, lo aja yang baru nyadar" Reagan menimpali ucapan Gio dengan santai sambil mencuri-curi lihat ke arah Rafa yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Rafa seperti nyembunyiin sesuatu dari kita. Dan sepertinya lo tau satu hal, berhubung lo selalu terlihat santai menyikapi semua yang terjadi akhir-akhir ini." Lanjut Reagan dengan tatapan menyelidik pada sosok Kavin yang terlihat tidak terpengaruh dengan ucapan sahabatnya itu.


"Kav jujur deh, lo tau sesuatu kan?" desak Reagan pada Kavin


Gio menatap tidak percaya pada manusia kaku satu itu saat tidak ada bantahan apapun keluar dari mulutnya, "*****! Lo tau sesuatu Kav?"


Kavin mengedikkan bahunya acuh. Hanya Rafa yang berhak menceritakan semuanya bukan dia, pikir Kavin memperingati dirinya untuk tidak mengatakan apa-apa pada Reagan dan juga Gio.


Kavin tidak sengaja tau rahasia besar dibalik masalalu Rafa. Kavin adalah orang yang tidak terlalu suka ikut campur urusan pribadi orang lain. Itu sebabnya dia sangat dipercayai oleh Rafa dalam mencari informasi yang diperlukan.


Yah, Kavin adalah orang kepercayaan Rafa.


Laki-laki kaku itu ahli dalam mencari informasi. Keluarganya memiliki perusahaan IT yang telah mendunia dan mempunyai beberapa Hacker handal termasuk Kavin yang tidak banyak orang tau ekstensinya di bidang itu.


Saat memenuhi permintaan Rafa dalam mencari informasi, tidak sengaja dia menemukan sesuatu hal yang mengejutkan.


Karena selama ini semua orang tau Rafa berubah saat kejadian penculikan waktu itu dan membuatnya kehilangan cinta pertamanya.


lagi pula Rafa mempercayai sahabatnya itu.


Atas kepercayaan yang diberikan kepadanya, membuat Kavin bungkam selama ini. Kavin bersikap seolah-olah dia tidak tau apapun. Dia sangat menghargai kepercayaan Rafa yang diberikan padanya.


Dan bukannya Rafa tidak pecaya pada kedua sahabatnya yang lain. Hanya saja, Rafa masih mempertimbangkan dalam melibatkan mereka berdua. Dan masih ada satu hal yang perlu dia selidiki dari kedua orang tersebut.


♡♡♡


"APA!! MEREKA KE BANDUNG?!"


Rafa memijat keningnya yang tiba-tiba terasa pening. Lelaki bermata cokelat itu sungguh tidak percaya dia bisa kecolongan seperti ini. Bagaimana bisa dia tidak tau kedua gadis terdekatnya itu pergi berlibur ke Bandung.


Sial. Rafa terlalu fokus pada kedatangan 'dia', sehingga melupakan keberadaan kedua gadis itu, terutama Princessnya. Beberapa hari ini dia memang kehilangan fokus, dia tidak menyadari bahwa setelah Raquell bermalam di Mansion keluarganya, gadis itu tidak pernah menghubunginya lagi. Pantas saja dia merasa ada yang hilang.


Ayumi yang terkadang memberikan informasi tentang Raquell kali ini tidak memberitahukannya sama sekali. Sepertinya Ayumi benar-benar sedang memusuhi kakaknya sendiri.


Sedangkan Kavin sang informannya baru saja memberitahukannya ketika kedua gadis itu sudah dua hari berada di Bandung.


Wait, BANDUNG?


What the...


Ini gawat. Raquell tidak boleh berada di kota itu. Karena 'dia' juga berada disana. Bagaiman kalau mereka berdua ketemu?


Tidak!! Itu tidak boleh terjadi. Rafa tidak akan membiarkan itu terjadi.


Rafa harus melakukan sesuatu. Dia tidak boleh diam saja. Kali ini Ayumi benar-benar ceroboh hanya karena sedang mogok bicara dengan dirinya.


"Kav. Kita ke Bandung sekarang juga!!"