
"Lo gak waras nay, dan gue nyesel karena pernah suka sama lo!!" Geram laki-laki tersebut sembaya menatap gadis dihadapannya dengan kecewa. Laki-laki itu berbalik lalu meninggalkan Kanaya seorang diri. Langkahnya terhenti saat mendengar suara teriakan Kanaya, tapi dia enggan berbalik.
"YA GUE UDAH GAK WARAS!! Dan itu karena orang-orang yang ada didekat gue semuanya menjauh karena dia." Kanya menunjuk kebawah dimana tempat Raquell jatuh. "Gak Rafa gak sahabat-sahabatnya dan Lo, ALDO! Kalian semua ninggalin gue karena cewek gak jelas kayak dia!!" Nafas Kanaya memburu, tidak lama kemudian tatapannya menjadi sendu kearah punggung orang yang selalu menjadi sandaran untuknya dulu.
laki-laki yang sedang memunggungi Kanaya adalah Aldo, orang yang membuat dia merasakan namanya disayang. "Gue pikir selama ini lo udah sadar dengan semua kesalahan yang lo perbuat di masa lalu. Tapi gue salah, seharusnya gue tau bahwa orang yang udah mati rasa gak akan pernah ngerasain namanya penyesalan. Gue aja sampe mau gila rasanya karena menanggung kesalahan yang lo, papa angkat lo dan Mama gue perbuat ke gadis kecil yang gue sayangi."
"Kanaya denger!! semua orang ninggalin lo karena ulah lo sendiri. Gak akan ada orang yang mau berdiri disamping lo selama kebencian masih ada dihati lo. Kenapa semua orang menyukai Rachel? karena gadis itu mempunyai ketulusan dan hati yang baik. Dia gak pernah pilih-pilih dalam menolong orang lain. Semua orang bahagia berada disampingnya. Lo gak bisa salahin dia. Karena yang jahat disini adalah lo!!"
Aldo meninggalkan Kanaya dengan keadaan gadis itu menangis sesegukan.
♡♡♡
Bugh
Bugh
Bugh
"Gue bayar kalian buat jagain Princess!!"
Bugh
Rafa Kembali memukul wajah datar ketiga Bodyguardnya yang sudah babak belur.
"Buat apa kalian jadi Bodyguard terlatih kalau bisa lengah kayak gini. Gue udah nyuruh kalian jadi bayang-bayangnya Princess. Awasin dia dari jauh. Terus apa? sekarang Princess hilang shit!!"
"Udah Raf, lo udah mukulin mereka dari tadi!!" tegur Reagan pada laki-laki yang wajahnya terlihat memerah karena marah. Rafa murka mendapati Raquell hilang saat laki-laki itu sedang bersama Daddy William. Dan para Bodyguard bodohnya malah kehilangan pengawasan pada gadis kesayangannya. Rafa sangat khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Raquell dan dia melampiaskan kekalutannya pada ketiga Bodyguard nya disalah satu ruangan yang ada dikapal pesiar milik Ellard Group. Tidak mungkin Rafa mengahajar ketiga orang berbadan besar itu didepan umum.
Rafa menarik nafasnya dalam-dalam, hal itu cukup membuat emosinya sedikit mereda "Gue gak mau tau. Kalian cari Princess sampai ketemu." Ketiga orang tanpa ekspresi itu menunduk sedikit, kemudian bergegas meninggalkan tempat yang penuh aura menyeramkan itu.
Ketiganya tidak masalah dipukul habis-habisan oleh Tuan muda mereka. Itu sudah menjadi konsekuensi mereka saat lalai menjalankan tugas. Malahan mereka menyalahkan diri mereka sendiri karena lengah menjaga gadis cantik yang baik hati itu.
Tanpa sepengetahuan Rafa, Raquell sudah mengetahui bahwa dia sering diawasi. Tapi gadis itu hanya diam saja dan seolah-olah tidak tau.
Sering kali Raquell mentraktir makan ketiga bodyguard bermuka datar itu secara tidak langsung, ketika mereka sedang mengikuti gadis cantik itu kerestoran atau cafe. Tentunya mereka akan memakai baju santai dan bersikap sebagai orang biasa pada umumnya. Wajah mereka yang diatas rata-rata membuat mereka tidak dicurigai walaupun mereka bertiga memilik postur tubuh yang tinggi dan berisi.
Setiap kali mereka meminta bil pembayaran, makanan mereka pasti sudah terbayar. Siapa lagi kalau bukan Raquell. Mereka tidak bisa menolak pemberian Raquell karena ketiga Bodyguard itu tidak diizinkan untuk berinteraksi dengan Nona muda mereka. Kecuali dalam keadaan darurat.
Raquell juga terkadang memberikan mereka kotak P3K dengan menitipkannya pada orang lain kala mereka sedang terluka ketika melaksanakan tugas. Sebenarnya hanya sebuah memar sedikit, karena yang mereka lawan hanyalah orang-orang amatiran yang membutuhkan uang. Yap! mereka adalah orang suruhan Kanaya.
Rafa yang tidak mau diam saja, memilih keluar mengikuti para Bodyguardnya mencari Raquell. Tepat saat Rafa membuka pintu dia melihat seorang laki-laki yang ingin sekali dia jauhkan dari hidup kekasihnya, berlari melewati ruangannya. Laki-laki itu tampak panik dan terburu-buru.
Rafa mengernyit, "ALDO!" Teriaknya memanggil laki-laki tersebut.
Aldo berhenti kemudian menoleh saat dia merasa seseorang memanggilnya, laki-laki itu mendapati sosok Rafa yang sedang menatapnya tajam dan dingin.
"Kenapa lo bisa disini?"
"Gue- ASTAGA!!" baru saja Aldo akan menjelaskan alasannya tiba-tiba dia teringat dengan gadis kecilnya yang jatuh dari balik pagar pembatas. Fyi, Raquell terjatuh ke dalam kolam bukan laut. Ditempat kejadian tadi, mereka berada di lantai atas kapal yang dibawahnya terdapat kolam berenang.
"Raf, lo harus iku gue."
Rafa mengangkat satu alisnya, dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana laki-laki itu. Sembaya Menatap lawan bicaranya dengan angkuh."Kenapa gue harus ikut sama lo?"
"Lo bakal nyesel gak ikut sama gue!"
"Bukannya lo yang seharusnya nyesel karena udah-"
"Rachel jatuh ke kolam!!" Seru Aldo dengan cepat, dia tidak punya waktu mendengar semua kesalahannya dari mulut Rafa sekarang.
Rachel?
Rafa terlihat berpikir. Entah kenapa nama itu selalu membuat dia ling-lung. Rafa dikagetkan dengan tangan seseorang yang menepuk bahunya dengan sedikit keras.
"Raquell Raf, Princessnya lo, pacar lo, Cinta pertama lo!!" Desis Kavin, sedikit tidak sabaran melihat Rafa yang hanya diam saja. Ketiga sahabat Rafa mendengar suara Rafa yang berteriak memanggil nama Aldo, dan mereka bertiga memilih keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Rafa melotot mendengar Ucapan Kavin. Dengan langkah terburu-buru dan akhirnya berlari, Rafa meninggalkan keempat laki-laki tampan yang juga menyusul tepat dibelakangnya.
Gio menatap Reagan sedikit khawatir, pasalnya laki-laki itu terlihat tidak baik-baik saja mendengar kabar orang yang dia rindukan selama ini terjatuh ke kolam. Kejadian tersebut membuat Reagan mengingat masa lalu waktu dia kehilangan Rachel dulu. "lo udah tau kalo dia itu Rachel?" tanya Gio dengan hati-hati.
"Gue sempat curiga, tapi segera gue tepis. Karena selain wajah mereka yang berbeda, sifat mereka juga jauh berbeda. Rachel gadis tomboy dan pemberani sedangkan Raquell Anggun dan manja. Bukankah keduanya bertolak belakang? Jadi gue mengambil kesimpulan bahwa Rachel dan Raquell kembar"
Gio mengangguk-anggukan kepalanya. pertanda dia mengerti dengan penjelasan Reagan. Dia juga sempat berpikir seperti itu.
Keempat laki-laki yang menyusul Rafa sampai ditempat Raquell terjatuh. Disana terlihat Raquell yang sudah berada dalam pelukan Rafa. Tatapan gadis itu tampak kosong.
Rafa tidak menceburkan dirinya kedalam kolam untuk menyelamatkan Raquell. Karena saat dia sampai, Raquell sudah terduduk di tepi kolam dengan tatapan kosong seperti tidak mempunyai jiwa. Pemandangan tersebut membuat hati Rafa terluka.
Apa yang terjadi dengan gadisnya?
Rafa mengeraskan rahangnya, menahan emosi. Dia tidak akan mengampuni siapa saja yang sudah mengganggu tunangannya. Rafa melirik kearah laki-laki yang sedari tadi tidak melepas pandangan pada gadis dipelukannya.
"Aku mau pulang!!" Gumam Raquell tanpa ekspresi. Saat tatapan mata gadis itu tidak sengaja bertemu dengan Aldo, dia mengeratkan pelukannya pada Rafa, dan membenamkan wajahnya di dada bidang milik tunangannya.
"Ax!!Aku mau pulang sekarang!!" Tubuh Raquell nampak bergetar dipelukan Rafa. Gadis itu menangis.
"Ya kita pulang, tapi gak sekarang sayang. Kapal pesiarnya sebentar lagi baru bisa menepi. Aku bawa kamu ke kamar dulu buat istirahat, yah?!" ucap Rafa dengan lembut. Dan dianggugi oleh Raquell.
Rafa menggendong Raquell, tanpa menatap keempat laki-laki yang sedari tadi diam saja.
Aldo tercengang dengan apa yang baru saja terjadi. Gadis kecilnya takut pada dirinya. Dan Aldo merasa dirinya seperti kembali ke masa lalu, dimana dia pernah mendapatkan tatapan seperti itu dari orang yang sama.
♡♡♡