
Sebulan telah berlalu sejak kejadian di kapal pesiar tempat diselenggarakan pesta pertunangan Raquell dan Rafa. Sejak dimana ingatan Raquell kembali, gadis itu menjadi lebih pendiam dan sering melamun.
Semua orang terdekatnya merasa khawatir dengan kondisi gadis cantik tersebut. Mereka seperti melihat Raquell beberapa tahun yan lalu saat gadis itu masih menyandang identitas sebagai Rachel.
Seorang laki-laki tampan yang dikenal judes pada orang yang tidak disukainya, menatap Raquell lekat.
"Udah kali ngeliatin Raquellnya." Gio menepuk pelan punggung laki-laki tersebut. "Inget Gan, dia punya Rafa, sahabat lo" lanjut Gio mengingatkan sahabatnya yang tak lain adalah Reagan.
Reagan menghembuskan napas kasar, "Gue tau" ucapnya singkat.
Gio tampak mengangguk-anggukan kepalanya, "Baguslah. Sorry bro, gue gak maksud ikut campur sama urusan hati lo. Tapi apapun itu, gue harap persahabatan kita gak hancur"
"Yaudah yuk ke kelas. Sebentar lagi dosen masuk" ajak Gio kemudian berjalan lebih dulu tanpa mendengar respon sahabatnya.
Sejenak Reagan terpaku mendengar nasehat sahabat tengilnya, tapi dengan segera dia merilekskan diri.
Dia masih bingung dengan perasaannya selama ini untuk Rachel a.k.a Raquell. Dia juga belum terbiasa dengan wajah baru sang penolongnya atau wajah asli gadis itu yang selama ini disamarkan.
Sejak Reagan tau bahwa Raquell adalah Rachel, laki-laki itu sangat shock. Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa Raquell adalah Rachel. Pikirannya yang paling gila selama ini sebatas mencurigai bahwa Raquell adalah kembaran Rachel.
Perasaannya campur aduk antara senang, sedih, bingung, kecewa dan lainnya. Reagan senang gadis penolongnya masih hidup dan baik-baik saja. Dia sedih karena mendengar gadis itu memiliki perjalan hidup yang menyedihkan, dari di pisahkan dengan orang tua kandungnya saat masih balita sampai gadis itu depresi dan ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Reagan cukup terpukul dengan kenyataan itu. Bagaimana tidak? gadis yang dia kenal kuat, pemberani, dan ceria itu sangat putus asa dengan hidupnya sampai berniat untuk bunuh diri.
Kebingungan juga melandanya saat melihat wajah asli gadis itu. Jika Rachel yang dia kenal memiliki iris mata hitam pekat layaknya orang Indonesia pada umumnya, sebenarnya hanyalah soflens untuk menutupi iris mata abu-abunya yang begitu cantik dan memikat.
Rambut berwarna hitam yang tidak pernah dilihatnya tergerai, kini nampak berwarna coklat alami dan terawat.
Tubuh yang dulunya pendek kini tampak tinggi layaknya model. Semuanya terlihat berbeda, sampai Reagan berpikir bahwa Rafa berbohong mengatakan Raquell adalah gadis yang menolongnya dari pembullyan. Reagan mengira Rafa sedang mengarang cerita pada Reagan, Gio, dan juga Kavin sehari setelah kejadian Raquell jatuh ke kolam malam itu yang terdapat di kapal pesiar.
Tapi semua ketidakpercayaannya runtuh saat Raquell tersenyum dan menatapnya teduh penuh kehangatan. Jenis tatapan yang hanya didapatnya dari Rachel dan mampu membuatnya dulu merasa aman dan nyaman.
Reagan juga bingung dengan perasaanya untuk gadis itu seperti apa. Apakah hanya perasaan ingin melindungi saja atau perasaan sebagai laki-laki yang sedang jatuh cinta.
Jika yang kedua adalah perasaannya yang sesungguhnya maka dia harus siap berhadapan dengan sahabatnya sendiri.
Sebenarnya Reagan merasa kecewa pada Rafa yang tidak jujur padanya dan Gio. Sedangkan Kavin, dia sangat yakin laki-laki itu sudah tau melihat seberapa tenangnya laki-laki itu selama ini, saat Rafa mengatakan bahwa Raquell adalah Rachel, laki-laki yang jarang biacara itu tampak biasa-biasa saja seolah fakta itu sudah diketahuinya. Berbeda halnya dengannya dan Gio yang sangat terkejut.
Tidak heran sih, Kavin adalah tangan kanan Rafa dan laki-laki itu juga bekerja dengan Rafa sebagai informannya, jadi apa yang dicari tahu oleh Rafa sudah pasti Kavin orang pertama yang akan mengetahuinya.
Sebelum benar-benar pergi ke kelasnya, Reagan menengok kebelakang melihat Raquell yang sedang duduk bersama Ayumi di taman kampus, dengan Ayumi yang terlihat berceloteh dan Raquell yang hanya diam sambil melamun.
'Rachel atau Raquell. Aku emang belum terbiasa dan pasti akan sangat canggung jika berhadapan lagi dengan kamu. Tapi siapapun kamu, entah Rachel ataupun Raquell kamu tetap orang yang sama yang menolongku disaat aku sedang tidak berdaya. Dan aku sangat berterimakasih untuk itu, dan bersedia melakukan apa saja untukmu sekalipun harus mengorbankan diriku sendiri. Terimakasih karena tetap hidup sampai sekarang, dan maaf karena mungkin saja aku telah jatuh cinta padamu tanpa bisa ku cegah.'
***
**Sorry gaes aku akhir-akhir ini jarang update. ✌
Semoga kalian suka sama cerita aku dan bisa menghibur kalian yang #dirumahaja, walaupun alurnya membingungkan dan kurang menarik, tapi aku akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian. Walaupun yang terbaik buat aku belum tentu terbaik untuk kalian.
Aku sangat senang, kalian membaca cerita aku yang banyak kekurangan ini. Jangan bosan-bosan yah bacanya, karena perjalan cinta Rafa dan Raquell masih cukup panjang. 😘😘
Eh, aku lupa satu lagi. Aku bakalan ngasih tau kapan aku Update-nya hanya di grub yah.
Okay teman-teman. Tetap jaga kesehatan kalian, jangan lupa konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan untuk meningkatkan imun kalian**