Nothing'S Gonna Change

Nothing'S Gonna Change
Love you more



"Kamu kok bisa kepikiran buat ngajak aku sky diving? Kamu mau ngerjain aku yah?" Bisik gadis blasteran itu sembari mengalungkan tangannya di leher sang kekasih.


Kini kedua sejoli itu sedang berada dipantai sehabis melakukan olahraga ekstream yang menjadi kegemaran Rafa dan teman-temannya. Mereka berdua menghabiskan waktu berdua dengan bermain-main di alam terbuka. Bahkan mereka belum juga beranjak padahal matahari sudah tenggelam dan digantikan dengan dinginnya malam.


Rafa tidak menjawab, laki-laki itu lebih memilih memeluk pinggang sang gadis dengan erat.


"Ih kok gak dijawab sih?" Raquell memukul punggung lebar itu dengan gemes.


Rafa masih diam membisu, laki-laki jangkung itu tampak asyik membenamkan kepalnya diceruk leher Raquell, sembaya menghirup aroma tubuh gadis itu dalam-dalam.


"Kamu bau"


Gadis bermanik abu-abu itu menganga tidak percaya tatkala dua kata itu keluar dari mulut tunangannya.


Dengan kesal Raquell menjambak rambut Rafa, kemudian mendorong laki-laki itu agar menjauh darinya. Tapi sayangnya kekuatan Rafa jauh lebih besar darinya sehingga sedikitpun Rafa tidak bergeming dari dorongan sang gadis.


Bukannya marah dijambak oleh Raquell, Rafa malah terkekeh dan menatap wajah Raquell dari jarak yang sangat dekat, "Kamu bau, tapi aku suka.


"Tck. Receh" Gadis dipelukan Rafa berdecak tidak suka, walaupun dalam hati berkata sebaliknya.


Dengan sekali sentakan Rafa mengangkat Raquell ke dalam gendongannya. Laki-laki yang ditakuti oleh kebanyakan mahasiswa Sensius itu menggendong gadisnya ala bridal style.


Gerakan tiba-tiba dari sang tunangan membuat Raquell berteriak kaget, "Axelle ih, aku kaget tau. Kalau mau gendong tuh bilang-bilang dulu" omelnya pada laki-laki yang sangat dicintainya itu.


Cup


"Bawel" Rafa menghadiahi kebawelan Raquell dengan sekali kecupan di bibirnya.


Rafa tersenyum melihat wajah terkejut kekasihnya disusul dengan rona merah di pipi mulusnya.


"Kamu kenap-"


Cup


Sekali lagi Rafa membungkan mulut Raquell dengan kecupan singkatnya.


Raquell melotot garang pada laki-laki yang masih betah menggendongnya. Apakah dia tidak pegel menggendong tubuh Raquell? Aish lupakan itu, dia sedang kesal dengan Rafa yang seenaknya menciumnya berkali-kali.


Rafa tertawa geli melihat wajah garang yang dibuat-buat oleh gadis tersebut. Bukan telihat menakutkan, malah gadis itu terlihat sangat imut. Rafa jadinya gemes sendiri.


Baru saja dia ingin mencium bibir ranum milik tunangannya, tiba-tiba saja gadis itu melompat dari gendongannya dan berlari menjauhinya.


Raquell menatap Rafa dengan pandangan mengejek, "Kamu bau Ax, jauh-jauh dari aku" gadis itu memeletkan lidahnya kemudian berlari sambil tertawa bahagia karena berhasil membalas Rafa.


Sedangkan disisi lain, Rafa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang gadis. Laki-laki itu tersenyum miring, jangan pikir Raquell bisa lolos begitu saja darinya. Maaf-maaf saja, itu tidak akan terjadi.


Dengan berlari kecil Rafa menyusul Raquell, dia akan membiarkan gadis itu bahagia karena bisa lolos darinya.


Karena merasa sudah cukup main kejar-kejaran dibawah langit malam, Rafa mempercepat larinya. Kalau saja hari belum berganti malam dia akan dengan senang hati menemani kekasih hatinya untuk bermain-main. Sayangnya dia tidak bisa melakukan itu, mengingat angin laut yang cukup kencang akan membuat Raquell jatuh sakit.


Hap


tidak butuh bermenit-menit untuk menangkap gadis nakal itu dengan memeluknya dari belakang. "Mau kemana princess? hm? kamu gak bisa lari jauh dari aku" ucapnya dengan bangga.


"kamu bilang aku apa? bau? nih rasain" Rafa membawa sebelah tangannya untuk menggelitik pinggang Raquell dan sebelahnya untuk menahan gadisnya agar tidak kabur.


"haha, Ax berhenti. haha berhenti Ax, haha aku gak kuat" Raquell terus saja tertawa kegelian. Dia meronta dalam pelukan Rafa karena tidak kuat dengan gelitikan laki-laki itu.


Seperti terhipnotis dengan tatapan penuh cinta yang diberikan Rafa untuknya, Raquell perlahan mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir laki-laki itu singkat, ketika dia akan menjauhkan wajahnya dari Rafa dengan sigap laki-laki itu menahan tengkuknya.


Rafa memperdalam ciumannya, ******* bibir ranum milik tunangannya dengan mesra. Jantung Raquell berdetak dengan cepat, merasakan sensasi asing yang diberikan Rafa untuknya. Untuk pertama kalinya mereka melakukan ciuman sedalam itu, dengan langit malam dan lautan yang menjadi saksinya.


Setelah dirasa gadisnya kehabisan napas, Rafa melepaskan tautan bibir mereka. Laki-laki itu tersenyum tampan melihat gadisnya tersengal-sengal. "Love you" bisiknya ditelinga Raquell


Gadis itu tersenyum malu-malu, "Love you more" balasnya dengan wajah memerah.


***


"Loh kak, itu Raquell kenapa?" tanya Ayumi kala melihat Rafa masuk ke mansion keluarga Ellard sambil menggendong Raquell yang sedang tertidur.


"Tidur" jawabnya singkat. Laki-laki itu berjalan menuju lift yang ada di Mansion tersebut.


"Tck. Dasar beruang kutub." Ayumi menatap punggung kakaknya dengan kesal, setelah itu dia melanjutkan langkahnya ke dapur yang sempat tertunda ketika melihat kakaknya dan sahabatnya yang baru tiba.


Sebenarnya dia bisa menyuruh salah satu pelayan yang ada di mansion Ellard, tapi jam sudah menunjukan pukul 10 malam yang artinya semua pelayan sudah berirtirahat di rumah yang disediakan jonathan Ellard di belakang Mansionnya.


Disisi lain Rafa membawa Raquell ke kamarnya, kemudian membaringkan sang gadis ke kasur king size miliknya.


Dia menatap gadis yang terlelap itu dengan penuh kehangatan, Rafa terlihat mengelus rambut lembut gadisnya dengan sayang.


Setelah puas melihat wajah cantik yang terlelap itu dan mengecup keningnya, Rafa berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan akan membangunkan gadisnya ketika dia selesai. Raquel pasti tidak akan nyaman tertidur dengan badan lengket dan berkeringat.


Raquell terbangun tidak lama setelah Rafa masuk ke dalam kamar mandi. Benar apa yang dipikirkan Rafa, bahwa gadis itu tidak nyaman dengan tidurnya. Badannya terasa lengket semua.


Raquell mengerjabkan matanya berkali-kali, kemudian mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan yang familiar untuknya. Setelah kesadarannya sepenuhnya kembali, dia jadi tau bahwa dia berada di kamar Rafa.


Gadis blasteran itu berjalan keluar kamar saat mendengar suara air dari dalam kamar mandi, dia yakin Rafa pasti sedang mandi. Dia memutuskan untuk meminjam kamar mandi milik Ayumi, sekaligus meminjam baju sahabatnya.


Tok.. Tok..


Ayumi yang sedang asyik menikmati coklat panas sambil menonton drama korea, tidak mendengar ketukan tersebut.


Cukup lama dia mengetuk tanpa ada respon, akhirnya gadis berambut pendek itu memilih langsung masuk saja.


"Bagus yah, gue udah pegel nungguin lo bukain pintu, eh malah asyik-asyikan nonton drama korea." Raquell berdiri di belakang Ayumi yang sedang duduk di sofa kamarnya sambil berkacak pinggang.


Ayumi terkejut mendengar suara seseorang dari arah belakangnya, "Buset. Lo kayak hantu ajah, tiba-tiba nongol di belakang gue" Ayumi menatap Raquell kesal.


Raquell memutar bola matanya, "Gue udah berkali-kali ngetuk pintu kamar lo, dan gak ada respon apapun. Ya udah deh gue masuk aja" ucapnya acuh


Bisa dilihatnya Ayumi yang sedang menampakan cengirannya, "heheh sorry, abisnya lagi seru. By the way, lo udah nonton drama terbarunya pacar gue gak?"


Raquell mengernyit bingung, sejak kapan Ayumi punya pacar artis. "siapa?" tanyanya penasaran.


"Noh, di Tv" Raquell melempar bantal yang ada di tempat tidur Ayumi saat gadis itu menunjuk artis korea Lee min hoo.


"Aduh. Si*lan lo" Ayumi mengumpat saat wajahnya ditimpuk dengan bantal miliknya.


"Tck, itu maunya lo aja. udah ah gue pinjam kamar mandi lo sekalian sama piyama juga"


Raquell berdiri dari kasur Ayumi yang didudukinya, gadis berambut pendek itu berjalan menuju kamar mandi, dia hanya terkekeh geli kala mendengar gerutuan sang sahabat.