
"Kamu yakin, chel? tantangan kali ini gak gampang loh. Lagian kamu kok mau-maunya sih ikut permainan konyol kayak gitu?" ucap lelaki yang memakai topi hitam dengan sewot, dari dulu dia tidak pernah suka dengan Rachel yang selalu bermain permainan konyol tersebut, dia selalu takut sahabat lincahnya akan kenapa-napa.
"Yah, mau gak mau aku harus yakin." ucap gadis remaja itu dengan santai, walaupun jantungnya sekarang sedang berdegup dengan cepat. Mereka sedang berada di depan rumah yang menjadi target dare nya kali ini. Dari tempatnya berdiri sekarang dia dapat melihat pohon besar yang berada disisi kiri rumah tersebut. Rumah itu sangat besar tapi terlihat menyeramkan, mungkin karena rumah itu sudah lama tidak ditempati, menjadikan rumah itu terlihat suram. Pantas saja hanya ada beberapa orang yang berlalu-lalang di depan rumah itu, dan kebanyakan memilih jalan lain yang menurut mereka 'lebih aman'.
Rachel merasa sangat takut dengan hanya melihat rumah itu dari luar saja, entah bagaimana keadaannnya jika sampai dia masuk kedalam rumah tersebut, mungkin saja ada bahaya yang sedang menantinya. Tapi dia tidak mau Aldo, laki-laki bertopi hitam merasa khawatir. Jika Aldo tau betapa takutnya Rachel sekarang, mungkin saja dia akan ikut masuk kedalam rumah itu bersamanya. Rachel tidak mau curang, karena tantangannya kali ini mengharuskannya untuk masuk sendiri, walaupun teman-temannya tidak ada disini dan mengawasinya, tapi dia tidak mau berlaku curang dan tidak jujur.
"Yaudah aku masuk dulu" ucap Rachel sembari berjalan masuk. Sesekali dia menatap kebelakang melihat Aldo yang sedang menatapnya khawatir. laki-laki remaja itu Memilih menunggu Rachel di depan rumah tersebut. Dengan masih menampakkan wajah khawatir, Aldo mencoba tersenyum untuk menenangkan Rachel. Karena dia sangat tau, dibalik sikap berani gadis itu ada ketakutan yang bersembunyi. Tapi sayangnya Rachel tidak bisa membohongi Aldo. Karena laki-laki itu akan selalu tau lewat sorot mata beririskan hitam itu. Aldo tidak bisa berbuat apa-apa, sekalipun dia tau kebenarannya. Karena jika gadis keras kepala itu sudah memutuskan apa yang ingin dia lakukan, maka tidak ada satupun orang yang bisa menghentikannya. Sekalipun Bunda Meli dan tentunya Aldo sendiri. Oleh sebab itu, dia harus bisa menerima keputusan Rachel untuk masuk kedalam Rumah itu sendiri dan menjaga Rachel dari luar. Dia akan mencoba bersabar dan menunggu Rachel selama 30 menit. Jika Rachel tidak keluar juga, maka dia berjanji pada dirinya sendiri akan menyusul gadis itu, tidak peduli gadis keras kepala itu akan marah dan mungkin memusuhinya.
Baru saja kurang lebih sepuluh menit gadis itu pergi, Aldo sudah merasa cemas. Dan benar saja, tidak lama kemudian dia dapat mendengar teriakan Rachel dari dalam rumah yang tak berpenghuni itu. Apakah Rachel melihat hantu?Apakah Rumah itu benar-benar berhantu? atau ada sesuatu yang lain didalam rumah kosong itu?