
"Hey Dunia. Kenalkan Ratuku, sang penghuni Istana hatiku. Cukup kalian mengenalnya seperti itu, aku tidak akan mengizinkan kalian mengenalnya lebih jauh. Karena aku takut kalian akan jatuh Cinta sejatuh jatuhnya pada seorang Ratu yang sudah memiliki Raja disampingnya"
♡♡♡
Apa yang menjadi kebahagiaan seorang perempuan kalau bukan dicintai oleh orang yang dicintainya. Raquell tidak pernah menyangka bahwa dia bisa sangat dicintai oleh orang sekelas Rafa Ellard.
Bukan karena hartanya yang membuat gadis cantik itu merasa 'wah' bisa memiliki hati laki-laki tampan itu. Tapi karena ketulusan dan kasih sayang Rafa padanya lah sehingga mampu membuat Raquell bahagia dengan adanya laki-laki itu disampingnya.
"Kamu siap Princess?" Rafa menatap gadis cantik dihadapannya, kemudian membawa tangan gadis itu untuk berpegangan pada lengannya.
Raquell menghembuskan napas berat, "Kalo aku gak siap. Kamu bakalan batalin pertunangan kita?"
"Yah gak lah. Malahan aku bakalan nyeret kamu ke luar sana"
"verrückt!!"
"Gak boleh ngatain tunangan sendiri." Tegur Rafa kemudian mengecup singkat dahi Raquell, "Semua akan baik-baik saja sayang. Kamu gak perlu gugup" bisik Rafa, menenangkan gadisnya.
Raquell mengangguk, sembaya tersenyum malu-malu. Dia merasa jauh lebih tenang dengan perkataan Rafa. Ternyata laki-laki itu menyadari kegelisahan sang gadis yang mencoba menyembunyikannya.
Kedua pasangan itu berjalan keluar dari salah satu ruangan yang terdapat di kapal pesiar tempat diadakannya pesta pertunangan sekaligus pesta anniversarynya Sensius of University.
Rafa terlihat tampan dengan tuxedo yang senada dengan gaun milik Raquell. Wajahnya terlihat datar dan dingin sebagaimana ciri khas dari laki-laki itu ketika berada didepan orang lain. Tapi ada kebahagiaan terpancar dari bola matanya dan itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang mengenal sosok Rafa dengan baik.
Jam sudah menunjukan pukul 21.50, semua tamu sedang berpesta merayakan anniversary kampus. 10 menit lagi acara intinya akan dilaksanakan. Rafa dan Raquell sengaja tidak bergabung dengan lainnya pada awal dimulainya pesta tersebut, agar mereka bisa bersiap-siap. Lagi pula kedua pasangan sejoli itu tidak suka membaur ditengah keramaian yang dipenuhi dengan orang-orang 'Manipulatif'.
"Hadirin semuanya mohon perhatian!!" seru seorang pembawa acara dari atas panggung dengan dekorasi mewah yang tersedia ditempat itu, sang pembawa acara menggunakan bahasa inggris. Karena berhubung pesta kali ini dihadiri oleh rekan bisnis Jonathan Ellard dari luar negeri.
Menghabiskan waktu beberapa menit untuk membuat suasana yang begitu ramai menjadi hening. Setelah memastikan bahwa semua orang tampak mengfokuskan mata mereka kedepan panggung. Sang pembawa Acara pun melanjutkan ucapannya.
"Selamat malam semuanya. Mohon maaf karena saya menginterupsi kalian semua. Mungkin sudah ada beberapa orang yang mengetahui acara penting apa yang sebentar lagi akan kita rayakan. Seperti yang kita tau, bahwa dalam pesta kali ini akan ada sesuatu yang spesial. Tentunya selain merayakan terdirinya Sensius of University. Untuk lebih memperjelas lagi pada semua orang yang hadir di tempat ini, maka saya akan mengatakan bahwa Mr. Ellard telah mengadakan pesta tahun ini dengan sangat mewah dan tentunya meriah semata-mata untuk anak laki-lakinya, Axelle Rafardhan Ellard. And then kita langsung ke intinya saja. Karena saya rasa seseorang sudah tidak sabar menunggu, dan berhubung ini adalah pesta untuknya, jadi saya tidak bisa berlama-lama mengoceh dihadapan kalian semua" pembawa acara itu sedikit terkekeh dan Rafa merutuki sikap blak-blakan sang pembawa acara itu.
Kemudian Pembawa acara tersebut mempersilahkan Jonathan Ellard untuk berbicara didepan semua orang.
"Malam semuanya" sapa Jonathan Ellard dengan penuh Wibawa dan eh- sedikit dingin. Layaknya pinang dibelah dua, Rafa dan papanya terlihat sama persis dari segi wajah maupun sifatnya.
Semua kamera nampak menyoroti sang pengusaha sukses yang memiliki perusahaan raksasa dimana-mana. "Di malam yang istimewa ini, saya Jonathan Ellard akan mengumumkan pertunangan anak saya Axelle Rafardhan Ellard dengan anak dari sahabat baik saya yaitu Raquella Princessa Wagner." ucap Jonathan Ellard langsung pada intinya, karena laki-laki paruh baya yang masih terlihat gagah itu diam-diam membenarkan perkataan pembawa acara. Rafa terlihat tidak sabaran di tempat laki-laki muda itu berdiri dengan Raquell disampingnya.
Ruangan yang tadinya hening nampak berisik dengan gumaman semua orang yang kaget dengan ucapan Jonathan Ellard. Bagaikan orang kelaparan yang menemukan makanan lezat, para wartawan itu pun dengan rakusnya mengabadikan momen tersebut dengan kamera yang telah disiapkan. Tempat itu tiba-tiba saja dipenuhi dengan blitz sampai salah seorang pengawal yang bertugas mengawasi keluarga Ellard menyuruh mereka mengambil gambar secukupnya.
Rafa dan Raquell telah berada didepan semua tamu yang hadir pada malam itu, setelah Jonathan Ellard mengumumkan pertunangan mereka dan dipersilahkan saling memakaikan cincin. Itu sebabnya para wartawan terus saja mengambil gambar.
Kedua pasangan yang sudah resmi bertunangan itu tidak peduli dengan keheboan orang-orang mengenai pertunangan mereka. Apalagi para rekan kerja dari Jonathan Ellard yang juga membawa Putri mereka masing-masing, seolah tidak percaya bahwa orang yang mereka perebutkan untuk dijodohkan dengan anak perempuan yang mereka bawa, telah mempunyai pasangan. Karena setau mereka tidak ada berita manapun yang memberitakan Rafa Ellard dekat dengan seorang gadis.
Mengingat Raquell yang baru beberapa bulan pindah ke Indonesia membuat para wartawan dan juga kebanyakan orang tidak mengetahui perihal hubungan gadis itu dengan Rafa.
Hanya para mahasiswa Sensius yang terlihat tenang walaupun pada awalnya kaget dan sebagian tidak rela Pangeran mereka sudah officially taken. Terutama seorang gadis yang menatap penuh kebencian pada Rafa dan Raquell. Dan juga seorang laki-laki yang tidak asing lagi, menatap sendu dan penuh kerinduan pada Raquell.
"Akhirnya gue bisa ketemu sama lo, Ra!"
♡♡♡
"Mom, Dad!! Ich vermisse euch"
"Mom juga kangen banget sama kamu, Princess" Ucap Mommy Brisia sembari memeluk dan mencium kedua pipi anak gadisnya.
"Ich vermiss Dich auch, Princess!" ucap sang Daddy kemudian memeluk Raquell yang sudah melepas pelukannya dari sang Mommy.
Raquell sangat merindukan kedua orang tuanya. Mereka berdua baru saja sampai di Indonesia sekitar sore tadi. Dan dia belum sempat bertemu dengan keduanya, karena Raquell harus bersiap-siap untuk pertunangannya bersama Rafa.
"Omongan mom dalem banget. Emang Axelle ngorbanin apa buat Princess? Mom nyembunyiin sesuatu yah?!" tanya Raquell dengan nada bercanda.
Wanita paruh baya berdarah Indonesia itu tersenyum lembut. "Kamu akan tau jika waktunya sudah tiba, sayang"
"Ih Mom, aku jadinya penasaran nih"
"Sayang!! Aku cariin kamu kemana-mana ternyata disini" seru seorang laki-laki dari arah belakang, sembaya memeluk pinggang ramping milik Raquell.
"Menantu mom yang tampan, kamu apa kabar?"
"Mom!" Rafa menyalami tangan wanita paruh baya yang sudah di anggap seperti ibunya sendiri, kemudian memeluk wanita tersebut.
"Baik Mom, apalagi sekarang Princess disamping Axelle. Gak kayak dulu, Axelle jarang ketemu sama Princess"
Mommy Raquell terkekeh geli, "Kamu bisa aja. Kamu nyindir Mom sama Dad yah? yang dulu jarang banget ngizinin Raquell main ke Indonesia, hmm?"
Rafa hanya tersenyum kecil membenarkan perkataan ibu dari tunangannya. Kemudian tatapan Rafa jatuh pada laki-laki paruh baya yang terlihat tegas dan gagah. Siapa lagi kalau bukan ayah mertuanya. Ehm! Calon ayah mertuanya. Rafa dan Raquell kan belum nikah.
Kedua lelaki beda generasi itu saling menatap dengan datar tanpa ekspresi. Bukan hanya Rafa dan papanya yang memiliki sifat dingin dan mempunyai aura menakutkan, William Wagner juga seperti itu.
Jika sudah saling berhadapan, maka keduanya akan terlihat sangat serius dengan wajah minim ekspresi. Orang-orang akan takut jika berada didekat mereka berdua. Auranya itu loh, membuat orang lain merinding.
Raquell yang selalu memperhatikan interaksi antara kedua laki-laki kesayangannya ketika bertemu, sering merasa cemas karena gadis cantik itu menganganggap bahwa Daddynya tidak menyukai Rafa.
Tapi Mommy selalu bilang, bahwa Daddy William tidak melarang jika Raquell menjalin hubungan dengan Rafa. Hanya saja Daddy William memiliki cara sendiri untuk mengespresikannya. Contohnya dengan mengizinkan Raquell ke Indonesia walaupun sang Daddy tidak pernah suka dengan negara itu. Pintu rumah keluarga Wagner selalu terbuka lebar untuk Rafa jika laki-laki itu berkunjung ke Jerman. Terlebihnya lagi laki-laki paruh baya berkewarganegaraan Jerman itu telah menyetujui anak gadis kesayangannya menetap di Indonesia dan mempercayakan Raquell pada Rafa, jika Alvaro tidak berada disamping gadis itu.
Rafa mendekat kearah William Wagner, Kemudian dia menyalami tangan laki-laki kebanggaan tunangannya. Sedangkan Raquell beserta mommy nya sudah beranjak dari hadapan mereka. Rafa tau mereka sengaja membiarkan dirinya dengan William Wagner untuk saling berbicara.
"Ekhm!" William Wagner berdehem untuk mencairkan suasana.
"Bagaiman keadaan Princess selama di Indonesia?"
"Baik. Anda tidak perlu khawatir. Princess mempunyai saya disampingnya"
Daddy William mengangguk-anggukan kepala mendengar ucapan berani Rafa, walaupun sedikit tidak suka dengan ucapan Rafa yang kelewat percaya diri.
Suasana kembali hening diantara mereka berdua.
"Kepercayaan saya begitu mahal dan tidak akan bisa dibeli dengaan banyaknya harta yang kamu miliki. Jadi jangan pernah mengecewakan saya, Axelle. Saya telah mempercayakan Princess sama kamu dengan menyetujui pertunangan kalian, dan membiarkan dia menetap di negara yang menyimpan masa lalu pedih. Kamu tau sendiri apa yang saya maksud" ujar William Wagner dengan berbahasa Jerman karena berhubung laki-laki paruh baya itu tidak begitu lancar berbahasa Indonesia.
Sesaat Rafa tertegun, matanya menatap lekat sosok laki-laki yang sangat dia hormati selain ayahnya.
Ketika William Wagner akan beranjak pergi, tiba-tiba niatnya diurungkan kala mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rafa.
"Princess adalah dunia saya. Jika pun suatu saat nanti saya mengecewakan anda dengan menyakiti Princess. Anda harus ingat bahwa saya tidak akan dengan sengaja menghancurkan dunia saya dimana seluruh kehidupan saya berada, Mr. Wagner!!"
William Wagner menatap Rafa lurus tanpa ekspresi, lalu laki-laki paruh baya itu memilih melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Ketika akan melewati Rafa, William menepuk singkat bahu bidang laki-laki yang dicintai putrinya.
"Daddy. Bukan Mr.Wagner!!" bisik William kemudian benar-benar pergi meninggalkan Rafa dengan senyum tulus yang jarang diperlihatkan untuk orang lain selain keluarganya.
Sedangkan Rafa nampak kaget dengan yang baru saja dia dengar. laki-laki itu menarik sudut bibirnya lalu bergumam pelan "Daddy William."
♡♡♡
Terimakasih sudah membaca cerita aku. Semoga kalian suka.