NEIRA

NEIRA
Bab. 35



Agra mematikan mesin mobil setelah sampai di depan teras rumah. Saat ini sudah pukul 01.00 setelah mengantar Ethan ke Bandara.


"Kita perlu bicara!" pecah hening oleh Neira. Sejak dari Bandara, sepanjang jalan mereka hanya diam dalam kebisuan.


"Sudah malam, besok ya? Kasian, kamu pasti cape." Agra menoleh dan tersenyum sepintas ke arah Neira.


"Kenapa tiba-tiba kamu mau menikah sama aku?" kekeh Neira tidak mengindahkan ucapan Agra.


Agra membuang napas sejenak. Dia lelah fisik, hati, dan pikiran. Agra menurunkan sandaran joknya dan merebahkan tubuh. Memejamkan mata sejenak sebelum menjawab pertanyaan Neira.


"Gue cuma mau tanggung jawab atas perbuatan gue, itu saja"


"Kenapa ngga dari dulu? Apa karena dipaksa Ethan?" ketus Neira.


"Engga! Gue hanya mau memperbaiki kesalahan. Menjaga apa yang harusnya gue jaga. Itu aja." Agra tetap memejamkan mata. Berusaha setenang mungkin.


"Apa yang mau kamu jaga? Selama ini aku jaga diriku sendiri, dan aku baik-baik saja ngga perlu kamu sama sekali. Anak aku juga begitu selama ini hanya aku sendiri yang menjagan,  dia baik-baik saja. Justru kamu yang sering menyakiti aku dan dia"


Neira menatap sinis ke arah Agra yang hanya berbaring memejamkan mata, seolah tak menanggapi serius perbincangannya dengan Neira...  Andai wanita itu tahu, kalau sekarang jiwa dan pikiran Agra seperti bom atom yang siap meledak kapan saja.


***


LINE 03.00 apartemen.


Agra :


Assalamualaikum, Bunda. Agra pulang ke apartemen. - 03.00


Bunda Cantik :


Tumben, ada masalah apa? - 03.20


Agra : Agra cuma kangen ibu aja, Bun. - 03.21


Bunda cantik calling...


Agra tersentak sejenak. Agra merutuki kebodohannya menghubungi bunda tengah malam begini. Bunda pasti panik!


Dengan tergesa Agra menekan tombol hijau dilayar ponsel.


"Agra ngga apa-apa, Bun! Maaf bikin Bunda khawatir malam-malam. Agra cuma____" Agra menggantung ucapannya, tenggorokannya terasa tercekat.


 ' I'm ok!'


Agra berusaha meyakinkan dirinya, bahwa dia sedang baik-baik saja.


"Kamu sedang ngga baik-baik saja Gra! kamu ngga bisa bohongi Bunda.  Apa karena Ethan pulang ke Jepang?  Ethan sudah janji akan sering pulang,  kan?"


"Agra cuma kangen ibu saja, Bunda. Agra cuma lagi ingin sendiri"


"Jangan bohong!  Kalau kamu kangen Ibu,  pasti kamu merengek minta dipeluk sama Bunda, bukan malah pulang ke apartemen. Jangan seperti ini! Jangan bikin Bunda jantungan, Gra!"


Tak ada sautan dari Agra, hanya terdengar isak lirih dari ujung telepon... ! Oh ... Gra, percayalah, dirimu  baru beberapa jam yang lalu bilang ke Ethan 'Lelaki tidak boleh menangis' dan sekarang?


"Gra ... Agra...! Jawab Bunda, Gra!  Kalau kamu diam,  Bunda ke sana sekarang!"


"Bun"____hanya isakan yang semakin terdengar. 'Ah susahnya bersuara.'  Pekik hati Agra____ "Bun, Agra sudah merusak apa yang seharusnya Agra jaga, Agra sudah ingkar janji dengan ibu. Apa Agra masih bisa dimaafkan Bun? Apa Agra masih layak diberi kesempatan?" suara itu kian lirih dan lemah.


Bunda terdiam. Walau bunda tidak tahu maksud dari ucapan Agra, tapi bunda tahu Agra sedang tidak baik-baik saja. Anak ini dari kecil hatinya terlalu lembut. Menjaga Agra sama halnya menjaga gelas yang sudah retak. Bunda tahu pasti, betapa rapuhnya jiwa Agra sejak Ibunya meninggal. Bukan bunda pilih kasih terhadap Ethan dan Agra, tapi Agra memang lebih butuh diperhatikan.  Dan Ethan jauh lebih tangguh dari Agra. Bunda selalu menekankan pengertian itu kepada Ethan. Bahwa semua sikap diam dan dingin abangnya itu, hanya lah dinding yang Agra bangun untuk menyembunyikan kerapuhannya. 


"Nanti habis subuh bunda dan ayah ke sana sayang. Sekarang kamu istirahat,  jangan berpikir macam-macam dan jangan bertindak bodoh"


Tidak ada jawaban dari Agra.


"Kamu dengar Agra? Jangan bertindak bodoh! Ayah dan Bunda menyayangimu. Setiap orang layak mendapat maaf dan kesempatan. Kamu istirahat, Bunda tutup teleponnya ya sayang?"


Sambungan itu terputus.


"Maaf ... " hanya itu yang terucap dari mulut Agra. Pria yang selalu terlihat tangguh itu kini kembali meringkuk memeluk lututnya.


Menggigil dalam kebisuan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ada apa dengan Agra? 🤔