
"Kita pulang?"
"Engga. Abang mau ajak ke suatu tempat, besok Abang pulang ke Jepang"
HENING...
***
Mobil Ethan melaju ke arah perbukitan. Setelah dua jam perjalanan, akhirnya mereka sampai ke tempat yang ia tuju.
Sebuah area tanah kosong di Puncak bukit. Di kelilingi pagar besi berduri dan ditumbuhi rimbun ilalang.
"Di mana ini, Bang? Kok serem sih? Takut." keluh Neira. Wanita itu lumayan ngeri melihat kondisi sekitar dan ini adalah malam hari.
Ethan hanya tersenyum tanpa berniat menjawab. Ethan turun dari mobilnya dan membuka gerbang usang yang terlihat mulai rusak.
Mobil Ethan melaju masuk, l ke area tanah kosong mirip tanah lapang
Mungkin karena ilalang yang terlalu rimbun di depan, sehingga dari depan tidak tampak bahwa di dalam sini ada area tanah lapang.
Ethan keluar dari mobil berlari kecil ke sisi pintu Neira. "Silahkan my little Sugar" mempersilahkan Neira keluar dari mobil. Meraih tangan wanita itu bak menyambut tuan putri raja.
"Wow.... Beautiful" gumam Neira setelah Ethan menuntunnya ke arah tepi bukit. Neira bisa leluasa melihat pemandangan kecil-kecil lampu kota dari tempatnya berada.
"Suka?" tanya Ethan memandang teduh ke wajah Neira. "He..em, banget!" tangan Neira menjulur membelai wajah Ethan memberikan senyum termanis miliknya untuk lelaki termanis yang pernah singgah dalam hidupnya.
"Bentar ya, aku buat tenda dulu, kamu duduk dulu aja" Ethan sudah beranjak meninggalkan wanita itu yang masih dengan wajah penasaran tak percaya memandang Ethan.
"Tenda? Abang bawa tenda?" Neira tidak percaya__apakah artinya Ethan sudah mempersiapkan segalanya?
***
Di sinilah Neira sekarang. Berbaring di pelukan Ethan. Beratap langit, beralas badcover__Romantis__ Di temani beberapa lampu gunung kecil yang Ethan bawa.
Sunyi....
Tak ada kata yang keluar. Hanya saling diam dan mence*capi rasa hangat masing-masing.
"Abang janji. Abang akan pulang minimal sebulan sekali buat kamu" ucap Ethan memutus kesunyian. Jemarinya membelai lembut surai-surai halus wanita di dekapannya.
"Abang juga janji, hal pertama yang Abang lakukan saat bangun tidur setiap harinya adalah video call-in kamu" getir menyelimuti di setiap kata yang terucap. Seolah ada ribuan jarum yang tak terlihat yang sesungguhnya sudah menancap sempurna di ruang hati Ethan.
"Begitu pula___saat Abang menutup mata sebelum tidur"
Keduanya tetap memandang taburan bintang di langit, tanpa ada jawaban dari Neira. Entahlah, lidahnya sedikit kelu malam ini.
"Mau temenin Abang dansa malam ini?" Ethan bangkit.
"Hah?" mata Neira membulat tapi Ethan hanya tersenyum dan mengulur tangan meraih jemari wanitanya.
Perlahan lagu Ed sheeran_Perfect pun mengalun kencang dari mobil Ethan, mengiring dansa dua insan yang terlempar ke masa kecil.
🎵
I found a love for me
Darling just dive right in
And follow my lead
Well I found a girl beautiful and sweet
I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
🎵
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes you're holding mine
🎵
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
🎵
Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
🎵
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
When I saw you in that dress, looking so beautiful
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight
🎵
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
I have faith in what I see
Now I know I have met an angel in person
And she looks perfect
I don't deserve this
You look perfect tonight
***
"Tempat ini adalah rumah kedua bagiku dan Abang Agra" ucap Ethan setelah membenarkan selimut Neira.
Mereka memilih berbaring di dalam tenda. Melindungi diri dari dinginnya malam.
Ethan mengelus rambut Neira, yang sekarang berada di pelukannya. Tangan kiri Ethan menggenggam erat jemari Neira dan membawa ke dada bidang miliknya.
"Dulu waktu Abang Agra kecil, ayah selalu bawa Abang ke sini. Saat dia rindu almarhum Ibunya"
Mata Ethan menerawang langit-langit tenda yang gelap, layaknya hatinya saat ini.
"Tapi Abang Agra diam-diam juga selalu membawa aku ke sini" Ethan menarik napasnya perlahan.
"Saat kangen sama Ibu, saat berantem sama ayah, saat mabuk, saat jatuh cinta, saat patah hati, bahkan saat aku dan Abang bertengkar dan saling tonjok pun juga di sini"
Ethan menarik napasnya___Lagi.
"Walau Abang Agra cuek dan tidak pernah mau diganggu. Tapi dia tidak pernah membiarkan aku sendiri, Sugar" ada senyum tipis disudut bibirnya saat mengingat Agra.
"Abang Agra adalah salah satu orang yang paling berharga di hidupku. Bahkan saat aku harus berangkat ke Jepang, Abang Agra kabur ke sini selama beberapa hari, dan di temukan ayah dalam kondisi sudah kritis karena tipus. Dan akhirnya di rawat sebulan di rumah sakit" kembali, Ethan menghembuskan napas berat, seolah ada sesak yang sangat menghimpit di paru-paru lelaki itu. Tidak mudah baginya jika harus memilih antara Neira dan Agra.
"Kamu di sini sekarang, karena kamu juga salah satu orang paling berharga di hidupku, Sugar" Ethan membelai lembut pipi Neira perlahan.
"Tapi kamu adalah satu-satunya orang paling berharga di hidupku saat ini" jawab Neira.
"Kamu engga cinta sama Agra?" tanya Ethan menahan napas. Tenggorokannya rasanya tercekik saat harus melontarkan pertanyaan ini.
"Posisi ku bukan untuk mencintai kan, Bang?" ____Neira mendongak ke arah Ethan____"aku tidak pernah berharap apapun ke Agra" lanjutnya.
"Tapi, Abang Agra cinta sama kamu Sugar" Ethan lagi dan lagi menghembuskan napas berat. Bisakah dia memilih tertelan bumi saja saat ini?
"Tapi Nei ngga cinta sama Agra! Aku Cintanya sama kamu! Dari mana Abang tahu Agra cinta sama aku?"
Hening mengambil perannya dengan sempurna diantara dua hati yang sama-sama terluka.
"Sugar, Sayang....Pikirkan juga si kecil. Dia butuh ayahnya, dia butuh status" rasanya saat ini Ethan sedang menguliti hatinya sendiri dan menabur cuka di atasnya.
"Aku kenal bagaimana Abang Agra Sugar, dan aku yakin Abang Agra cinta sama kamu. Dia hanya orang yang sulit dekat dengan orang lain dan sulit mengekspresikan perasaan."
"Tapi kalau kamu sudah mengenal Agra secara keseluruhan, dia adalah lelaki paling baik untuk dijadikan suami bagi perempuan manapun. Dan ayah yang paling bertanggung jawab kelak pada Putri kecilnya" Ethan menoleh ke arah Neira sejanak.
"Selama yang aku tahu, siapapun wanita yang pernah dekat dengan Agra, dia tidak akan pernah rela kehilangan Agra"
Neira benar-benar tak habis pikir. Apa sebenarnya maksud Ethan dari semua ini? Dia bersikap manis lalu sekarang seolah mempromosikan Abangnya untuk menjadi suami? Yang benar saja! Apa laki-laki yang sepenuhnya dia percaya ini sedang bermain-main dengannya sekarang?
Neira bangkit dari tidurnya dan duduk menjauh dari Ethan.
"Stop, Bang" hardiknya jengah.
"Aku bilang aku tidak butuh menikah dengan Agra! Si kecil diadopsi ayah dan bunda, otomatis si kecil punya status di atas kertas. Dia juga bisa bertemu Agra setiap hari. Kalau Abang cinta sama Nei, kenapa engga Abang saja yang menikah dan jadi Ayah buat si kecil?" TELAK!!
Ethan seperti ditusuk belati. Siapa yang tidak mengharapkan itu? Bersanding dengan orang yang dicintai? Tapi, tidak semudah itu posisi Ethan saat ini.
"Sini, Sayang... Balik lagi sini.... Pleaseee .... Honey" Ethan menepuk tempat di sisinya.
Akhirnya dengan berat hati Neira me-ringsut kembali ke pelukan Ethan.
Ethan diam, hanya mencoba memberi jeda waktu agar Neira kembali tenang.
"Sayang tahu engga? Kalau selama ini aku tidak pernah pacaran? Hanya berlaku sebagai 'jerk' yang berlabuh dari satu wanita ke wanita lain dalam waktu singkat. Demi bermain dan kepuasan. Tanya kenapa? Karena aku cintanya sama kamu. Dari kita masih kecil" ucap Ethan akhirnya memecah keheningan.
"Si kecil yang sekarang ada di sini __Tangannya membelai perut Neira__ kelak akan tumbuh jadi gadis dewasa. Jangan mem-perkeruhnya dengan keadaan orang tuanya yang rumit"
"Belum waktunya aku sama kamu, Ra. Bukan berarti aku tidak cinta sama kamu, tapi__" Ethan menggantung kalimatnya, menahan napas sejenak. sesak!!
"Di dunia ini, rasa cinta itu tidak pernah salah. Tetapi kita harus tahu di mana cinta itu harus diletakkan. dan kita juga harus tahu diri di mana posisi tempat yang harus kita pijak. Dan tempat mu berpijak yang benar saat ini adalah di sisi Abang Agra"
"Kata orang, hati itu adalah tempat di mana Tuhan berada. Kata hati adalah kata yang paling mudah didengar oleh Tuhan. Dan hatiku yakin, nanti pasti datang waktunya untuk kamu __Ethan meletakan telunjuknya di dada Neira__dan aku bisa bersatu tanpa menyakiti siapapun. Biar takdir yang membawa aku ke kamu. Seperti saat ini takdir mempertemukan lagi aku sama kamu"
"Dia __bayi Nei__ bukan sebuah kebetulan. Dia adalah pintu takdir kamu dan Agra. Aku selalu di samping kamu Sugar, tidak akan kemana-mana. Dan akan tetap seperti ini walau kamu menikah dengan Abang Agra"
Neira tak bersuara. Tapi dia semakin larut dalam isaknya, "Kenapa Ethan tega seperti ini?" Batinnya sakit
Ethan, pria itu bukannya tidak terluka dengan semua ini. Tapi ini yang terbaik. Dia yakin, bahwa disalah satu sudut hati Neira juga ada Agra di sana walau Neira belum menyadari hal itu.
Ethan merebahkan tubuhnya berhadapan dengan Neira. Sangat dekat, bahkan hembusan napas Neira mampu menghangatkan wajah Ethan.
"Honey.... Maaf buat kamu sedih, please jangan menangis, Sugar" Ethan menghapus air mata di pipi Neira dengan ibu jarinya.
"Kamu tahu arti kekasih?" Ethan kembali bertanya, dipandang mata wanita itu dengan teduh.
Neira hanya diam.
"Kekasih itu melebihi rasa cinta, kekasih itu adalah jiwamu, oksigen mu, nyawa bagi jasad mu"
"Tidak semua orang yang mencintai itu adalah kekasihnya. Tidak semua orang yang menikah itu adalah kekasihnya. Kadang mereka hanya sepasang orang yang saling mencintai dan hanya sepasang orang yang saling menikah tapi bukan sepasang kekasih karena pasangannya bukan pemegang jiwanya"
"Aku yakin kalau aku adalah kekasihmu, dan kamu adalah kekasihku. Kita satu jiwa walau tidak bersama, kita buktikan itu kelak"
"I love you, Sweetheart " bisik Ethan memandang teduh mata Neira, ada banyak sakit dan kecewa di sana. yang justru itu membuat luka di hati Ethan semakin bertambah lebar.
"I love you too, Abang" lirih Neira.
Disambut Ethan dengan menutup jarak di antara mereka. Menc*iumnya dengan hikmat. Mence*cap dan mel*umat seolah mencari penawar bagi hati masing-masing.
Mencoba menerobos norma demi mengobati hati dan menutup segala luka. Biarlah untuk malam ini mereka kehilangan akal dan menjadi liar. Biarlah kini hanya des*ahan yang akan menjadi musik pengiring bagi malam dua insan yang berada dalam penyatuan.
Biarlah malam menutup matanya untuk sebuah dosa. Demi seorang lelaki yang sedang menuju ke jurang kematian hatinya sendiri.