NEIRA

NEIRA
Bab. 22



"Mah, Ethan on the way rumah sakit. Bentar lagi sampai. Where are you Mom?" 


"Mamah udah di jalan mau pulang, kamu ngga istirahat dulu kok langsung ke rumah sakit?"


"Yaahhh.., tadi ngga sabar ingin ketemu Mamah dan Princess, ilang capenya"


"Ya udah, Sayang. Ke rumah sakit aja dulu, ada abang di sana. Tapi cepet pulang ya"


"Yes Mom, miss u"


___


Ethan


"Ima koko ni aru no wa sou anata to dakara.. " __alasan ku berada disini karena dirimu


Kata-kata itu yang pertama kali aku bisikan ketika melihat dia__ My Little Princess, My Sugar!!


Alay? NOT!


Mungkin kalian menganggap aku berlebihan, tapi ini bisa dibilang perasaan terjujur ku.


Pertama kali melihat foto Neira, satu bulan lalu. I don't know about my feeling, but I know "She is the something".


Dan perasaan itu real saat aku sekarang di rumah sakit, di hadapan Neira, melihat dia secara langsung.


Saat melihat Neira hari ini di rumah sakit, detik itu juga aku sadar. Bukan Mamah yang menjadi alasanku untuk pulang, tapi Neira lah yang membuat aku berada di sini sekarang!


Jatuh Cinta pada pandangan pertama? Maybe!


Atau hanya perasaan over protected sebagai seorang kakak? Karena Mamah bilang aku bisa menganggap Neira sebagai adik perempuan ku, seperti yang sudah lama aku minta ke Mamah.


Let see.. Aku pasti akan menemukan jawabannya!


By the way.... Mengenai Sugar (yeah, rasanya aku lebih suka memanggil dirinya, Sugar) ternyata dia kebo juga saat tidur hahahhaha... I like it! Saat pertama kali melihat responnya saat bertemu denganku, hanya satu kata yang langsung terbersit di otak ku.


TEMPTING!!


Tadi sebelum dia bangun, aku berhasil mencuri satu ciuman di bibir Sugar. Ya just information aja sih itupun kalau kalian mau tahu.


***


Eh siapa itu di ujung pintu.. Cie cie ada yang ngintip, hatinya lagi cenut-cenut cembokur lihat neng Neira sama babang Ethan.. Uhuk uhuk... Sabar babang Agra... ____


Sedari tadi, Agra berdiri dibalik pintu kamar rawat Neira. Awalnya ingin menemani Neira, tapi setelah melihat Ethan dia hanya mematung di tempatnya.


Ethan bukan tidak tahu ada abangnya dibalik pintu, tapi bukan Ethan namanya kalau tidak cuek masa bo-do amat melihat abangnya menatapnya dengan marah.


Setelah pamit kepada Neira, Ethan barulah keluar menemui Agra dengan senyum yang tersungging sempurna.


Ada banyak hal yang ingin Ethan bagi pada Agra. Yang ingin Ethan tanyakan juga tak kalah banyak.


Tujuh tahun terpisah. Ada jutaan rasa rindu dan haru di hati Ethan untuk Agra. Apalagi selama ini Ethan memang tidak pernah berkomunikasi sedikitpun dengan Arga.


Apakah Agra masih sama seperti yang Ethan kenal dulu? Abang yang cuek tapi protektif, Abang yang selalu pelit dengan kata-kata, Abang yang selalu nyebelin tapi selalu bikin kangen. Abang yang rela memberikan apapun untuk dirinya.


Apa Agra bangga dengan adik kecilnya ini? Atau justru lelaki itu akan marah? Lalu memukul Ethan? Hati Ethan berdebar, lebih degdegan bertemu Abangnya ketimbang bertemu gebetan.


Hi, My big Brother. How are you?