
Ethan menghentikan mobilnya ketika mereka memasuki komplek deket rumah. Ethan memandang Neira lama, Wanita itu masih membisu. Dia tahu, ini tidak adil bagi Neira, tapi ini juga tidak adil baginya dan Agra.
"Sudah siap jadi istri Abang Agra?" Ethan meraih jemari Neira dengan senyum yang lebar. Seolah dia baik-baik saja tanpa terluka. Dari mana Ethan mendapatkan keahlian bersandiwara seperti ini? Apakah dia layak meraih Piala Citra Panasonic Awards? Ethan menertawakan dirinya sendiri dalam hati.
"Aku siapnya jadi istri kamu! Lagian, Agranya saja engga ngajak nikah, kenapa jadi Abang yang heboh, sih? Nei harus mengemis dinikahi gitu ke Agra? Sudah Bang, beberapa bulan lalu. Dan DITOLAK!" Neira menekan kan kata 'ditolak'.
Ethan terkekeh geli. Wanita ini walau marah, tapi tetap terlihat menggemaskan di mata Ethan.
"Kacian ditolak.... Cup cup cup" Ethan mencubit pipi Neira yang cemberut. Lalu melajukan kembali mobilnya menuju rumah. Hati Neira dongkol setengah mati, apanya yang lucu dari ditolak? Sehingga patut dijadikan bercandaan. Apakah semua hal di dunia ini terasa lucu dan ringan bagi Ethan? Termasuk perasaan mereka berdua?
Tanpa Neira sadari, mobil itu telah terparkir sempurna di halaman rumah kediaman Bagaskara. Ethan dan Neira segera keluar mobil dan melihat Agra yang sedang berdiri di teras seolah sengaja menunggu mereka.
Ethan menarik napas sejenak, mencoba meringankan sesak di dada dan hatinya. Digenggam jemari Neira dan diciu*mnya pelipis Neira.
"I love you" bisiknya, tepat di telinga Neira, lalu menggandeng Neira. Menuntun wanita itu menuju ke teras rumah.
Ethan melihat Agra dengan ekspresi yang tidak bisa terbaca. Tapi dia yakin, beberapa detik ke depan hati mereka semua akan sama-sama tersakiti.
"Dari mana baru pulang?" Agra mencoba menghalangi langkah Neira.
Tanpa menunggu jawaban, Agra langsung mendekat kepada Neira. Menghapus jarak, dan melabuhkan bibirnya tepat di bibir Neira. melu*matnya lama, bahkan sangat lama. Tangannya di tengkuk Neira tak memberi kesempatan bagi Neira untuk berpaling. Lelaki ini sudah kehilangan kewarasannya, sudah hilang pengendalian dirinya. Amarahnya yang sejak semalam sudah melewati batas normalnya. Kini dia meledak dalam emosi dan kesakitannya.
Ethan hanya memalingkan wajah, mempererat genggamannya di jemari Neira. Walau dengan tangis, Neira sama sekali tdak berniat untuk menolak ciu*man Agra.
"Ini yang kamu mau kan, Bang?" batin Neira untuk Ethan.
Keduanya terengah dengan napas memburu mencoba mencari oksigen yang tiba-tiba menjadi langka.
Senyum haru Ethan merekah sempurna menatap Agra.
Masih dengan kening yang menyatu dengan kening Neira, Agra berucap___
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Jeng... Jeng... Jeng..
Oke, jantung kalian masih sehat?
Sudah bisa menarik napas sekarang?
Hari ini aku CRAZY UP empat chapter
Sebagai tanda perpisahan kepada kalian karena akan HIATUS selama bulan suci.
Karena aku sudah CRAZY UP
Boleh dong, sekarang aku yang meminta kalian untuk CRAZY BOOM KOMEN & VOTE? di empat chapter tersebut.
BOOM dari kalian akan menjadi penyemangat ku untuk kembali menulis demi kalian setelah hiatus nanti.
Dan akhir kata
Aku meminta maaf atas segala kesalahan yang telah aku lakukan baik disengaja ataupun tidak. Semoga kita bisa menyambut Ramadhan ini dengan hati yang bersih. Dan berlebaran dengan dosa yang telah terampuni.
Ijin Undur Diri.
Mohon Maaf Lahir & Batin.
Deeta Pratiwi-
Kita jumpa lagi setelah Idul Fitr.