
"Minum air mineral aja, minuman ini ngga baik ada pemanis buatan" Agra mengganti minuman pesanan Neira, dengan botol mineral miliknya yang masih utuh.
Neira hanya menggeleng pasrah, dia sudah tak berselera untuk berdebat.
Larasati mulai jengah sikap Agra pada Neira, dia mendengus kesal. "Apa-apaan sih Agra? Sama adik ipar aja sampai segitunya" batin larasati.
Neira mulai menyadari ketidak nyamanan Larasati, bagaimana pun, dia juga perempuan. Dia jadi salah tingkah sendiri. "Duh.... Abang Ethan kemana sih? Ke toilet aja lama banget" gerutu Neira.
Baru saja Neira hendak pamit ke toilet, Neira dikagetkan dengan suara Ethan. Dan matanya melebar saat melihat Ethan menuju ke arahnya, tersenyum dan bernyanyi. Membawa satu buklet bunga Lili kesukaan Neira.
🎶🎶🎶🎶
I'm only one call away
Aku akan selalu ada
I'll be there to save the day
Aku akan berada di sana untuk menyelamatkanmu
Superman got nothing on me
Superman tak ada apa-apanya dibandingkan diriku
I'm only one call away
Aku akan selalu ada
🎵🎵
Call me, baby, if you need a friend
Panggil aku sayang, bila kau membutuhkan teman
I just wanna give you love
Aku hanya ingin memberimu cinta
C'mon, c'mon, c'mon
Ayo, ayo, ayo
Reaching out to you, so take a chance
Menggapai padamu, sehingga mengambil kesempatan
No matter where you go
Tak peduli kemana kau pergi
You know you're not alone
Ketahuilah, kau tak sendirian
🎼🎼🎼
I'm only one call away
Aku akan selalu ada
I'll be there to save the day
Aku akan berada di sana untuk menyelamatkanmu
Superman got nothing on me
Manusia super bukanlah diriku
I'm only one call away
Aku akan selalu ada
Come along with me and don't be scared
Datang bersamaku dan jangan takut
I just wanna set you free
Aku hanya ingin membuat kau bebas
C'mon, c'mon, c'mon
Ayo, ayo, ayo
You and me can make it anywhere
Kau dan aku bisa melakukan di manapun
For now, we can stay here for a while
Untuk saat ini, kita bisa tinggal di sini untuk sementara waktu
Cause you know, I just wanna see you smile
Karena kau tahu, aku hanya ingin melihat kau tersenyum
No matter where you go
Tak peduli kemana kau pergi
You know you're not alone
Kau tahu, kau tak sendirian
I'm only one call away
Aku akan selalu ada
I'll be there to save the day
Aku akan berada di sana untuk menyelamatkanmu
Superman got nothing on me
Manusia super bukanlah diriku
I'm only one call away
Aku akan selalu ada
And when you're weak I'll be strong
Dan ketika kau lemah aku akan menjadi kuat
I'm gonna keep holding on
Aku akan terus menjaga
Now don't you worry, it won't be long
Sekarang jangan khawatir, itu tidak akan lama
Darling, and when you feel like hope is gone
Sayang, jika kau merasa seperti hilang harapan
Just run into my arms
Datanglah ke pelukanku
Ethan duduk hadapan Neira. Menggenggam erat jemari Neira, dan terus tersenyum menatap wanita itu.
I'm only one call away
Aku akan selalu ada
I'll be there to save the day
Aku akan berada di sana untuk menyelamatkanmu
Superman got nothing on me
Superman tak ada apa-apanya dibandingkan diriku
I'm only one call away
Aku akan selalu ada
🎼🎼🎼
Sorak sorai tepuk tangan pengunjung restoran menggema ketika Ethan selesai menyelesaikan lagunya. Semua seolah tersenyum bahagia bahkan ada yang meneteskan air mata.
Tapi, tentu saja si bocah tua tidak akan ikut tersenyum. Apalagi bertepuk tangan. Bahkan dia sudah berdiri di belakang Neira tanpa orang lain sadari.
Neira berkaca-kaca menatap Ethan. Terharu, bahagia, apalagi namanya entah Neira tidak tahu. Yang pasti dia senang dengan perlakuan Ethan malam ini.
Ethan menyerahkan sebuket bunga Lili ke Neira lalu mengecup kening Neira lama, menumpahkan segala rasa cintanya terhadap Neira lewat kecupan manis.
Neira terpejam. Meresapi segala rasa cinta yang Ethan berikan, cinta yang juga berkobar hebat dalam dirinya. Ah___ Ethan memang selalu jadi malaikat pelindungnya sejak dia kecil. Bagaimana mungkin Neira tidak jatuh cinta pada si Sethan.
Ethan menggenggam kedua tangan Neira. Menatap Neira lekat dengan tatapan lembut. Mencium tangan Neira sejenak dan membawa jemari itu ke dada bidangnya yang hangat.
Apa Ethan tidak tahu? Sudah ada kepala yang mendidih dan siap meledak di hadapannya? Kumaha iye teh babang Agra tidak terlihat kah oleh Ethan?
"I love you, Sweetheart" kata itu meluncur tulus dan manis dari mulut Ethan.
Sontak mata Agra terbelalak, rahangnya hampir lepas dan mulutnya terbuka lebar ___"Adegan ini harus segera di akhiri!"___
Tanpa perlu menunggu jawaban Neira… Agra langsung merebut tangan Neira dari genggaman Ethan dan menariknya berdiri.
"PU-LANG SE-KA-RANG! Sudah malam!" katanya penuh penekanan.
Ethan memejamkan mata. Membuang napas kasar dan berdiri. Rusak semua moment manis yang dia susun.
"Apaan si, Gra! Konyol tahu engga?" sergah Neira sembari berusaha melepaskan tangannya dari Agra.
Tampak banyak mata melihat mereka dan menggelengkan kepala, tapi Agra mana peduli!
"Pulang sekarang! atau___GUE SENDIRI YANG BAKAL NYERET LO PULANG!"
"Ok, kita pulang SE.KA.RANG" jawab Ethan menatap bosan ke arah Agra.
"Good!" Agra melepaskan tangan Neira, dan tersenyum PUAS!____Paling tidak, matanya tidak perlu sakit lagi melihat adegan romantis Ethan dan Neira____
Tapi baru Ethan dan Neira akan melangkah pergi, Agra kembali menarik tangan Neira.
Agra berjongkok dan mengangkat kaki Neira. Membuat Neira dan Ethan bingung.
Agra melepas hak tinggi Neira "lo lupa lagi hamil?" sembari menggantungkan sepatu tersebut di depan wajah Neira.
Tapi saat Neira akan mengambilnya, Agra langsung menyembunyikan di belakang punggung. "Engga usah pakai sepatu kalau bukan flat. Kalau malu tanpa alas kaki, suruh saja si Sethan gendong." ucap Agra lalu pergi kembali ke maja makan.
Wajah Neira sudah merah padam menahan amarah. Disentuh perlahan dadanya "Sabar, Nei.... Sabar" bisiknya ke diri sendiri.
Ethan tersenyum "Yuk pulang.... Sabar! Abang memang aneh kalau kelewat sayang" Ethan merangkul bahu Neira dan menggiringnya untuk berjalan pulang.
***
"Kita pulang?"
"Engga, Abang mau ajak Sugar ke suatu tempat. Besok malam Abang pulang ke Jepang"
Hening....
***
"Sebenernya, ada apa sih kamu sama Neira? kok kayak ada yang aneh ya?"
"...."
"Si Ethan romantis banget ya, jadi iri"
"...."
"Kamu ke adik ipar saja segitu perhatiannya. Bagaimana kalau aku yang hamil anak kita ya? Engga kebayang bagaimana kamu protektif dan posesifnya ke aku. So sweet " wajah Larasati merona. Merajuk di lengan Agram
"Engga akan ada anak kita! Kita sudah selesai lama, kamu lupa? Dan aku tidak berniat menyambung lagi hubungan kita. Cukup sampai di sini. Gue mau pulang sekarang" putus Agra.