NEIRA

NEIRA
Bab. 12



Agra kembali ke kamarnya. Merebahkan tubuh. Kenapa jadi ribet seperti ini urusannya?


Agra mencoba mengurai satu-persatu situasi saat ini. Memejamkan mata sejenak. Mencoba mengingat kembali semua akar masalah yang terjadi.


Flashback


Lamunan


nya terbang kepada Larasati. Gadis cantik yang sudah menjadi pujaan hatinya selama kurang lebih 2 tahun belakangan.


Larasati adalah sekretaris Agra di kantor Digital Printing miliknya, berawal dari kebersamaan setiap hari di kantor, akhir


nya timbullah benih-benih cinta diantara keduanya. Bukankah orang Jawa bilang "Witing tresno jalaran soko kulino"


Kisah percintaan mereka harmonis-harmonis saja, bahkan terkesan sangat manis.


Bagaiman tidak manis, kalau setiap hari selalu saja ada kejutan-kejutan kecil yang mereka berikan satu sama lain.


Larasati yang sering memberi surprise masakan, surprise chat-chat manis di luar dugaan, surprise di atas ranjang. Kalau ini jangan ditanyakan lagi, bahkan Larasati yang sudah mengambil keperjakaan Agra. Eh! Astagfirullah maaf khilaf.


Pagi itu Agra sengaja bangun lebih pagi, sengaja memasak sarapan untuk Larasati yang sedang menginap di apartemennya.


Selesai memasak, Agra kembali ke kamarnya untuk mandi dan membangunkan Lara.


Agra menatap gadis cantik itu. Senyumnya merekah membayangkan gadis cantik ini sebentar lagi menjadi istrinya.


Agra terkekeh kecil mengingat percintaan panas mereka semalam. Tidak biasanya Larasati duluan yang menerkam Agra begitu buas seperti singa betina yang belum makan satu minggu hahhahaha, padahal waktu itu Agra sudah tertidur pulas.


Hari ini hari spesial, di mana Agra berniat melamar Larasati saat selesai sarapan. Memberinya cincin yang sudah dia sembunyikan dalam kue Anniversary mereka yang kedua.


"Beib.. Bangun mandi, kita sarapan yuk, udah aku siapin" ucap Agra sembari mengecup kening Lara.


dan saat yang ditunggu-tunggu tiba, Agra tersenyum lebar.


mereka menikmati makan dalam diam, namun senyum Agra tak pernah lepas dari bibirnya. Matanya terus menatap lembut ke arah gadis itu.


Usai sarapan Agra berniat memberi kejutan kue Anniversary yang sudah berisi cincin, tapi belum sempat Agra mengambil kue kejutannya, Lara membuka obrolan serius antara mereka.


"Agra.. Lara ada kabar yang harus Lara kasih tahu ke Agra".


"Aku juga ada kabar yang mau aku sampaikan ke kamu, Honey" ucap Agra masih dengan wajah berseri-seri.


"Kamu dulu, Gra."


"Engga, ladies first" kata Agra.


Lara mencoba menarik napas dan tersenyum kecil. Meraih tangan Agra dalam genggamannya.


"Gra.. Terimakasih untuk kebahagian yang udah kamu kasih ke aku, tapi Gra. Aku minta maaf, sepertinya aku hanya bisa sampai di sini" ucap Larasati menatap mata Agra penuh harap agar Agra mengerti.


Agra menarik tangannya dari genggaman Lara, "fu*k apa-apa an ini? di hari spesial malah dia ninggalin gue? gw mau lamar lu sekarang Lara" batin Agra. Matanya masih menatap tajam Lara, mencari kebohongan di mata Lara, tapi nihil.


Melihat Agra yang masih diam membisu, Lara mencoba menjelaskan ke Agra tentang situasinya saat ini.


"Gra.. Maaf banget selama ini nggak jujur sama kamu, sebenarnya aku sudah punya tunangan, Gra. Aku sudah bertunangan 3 tahun lalu dengan teman kuliahku.


Kami selama 3 tahun ini terpisah jarak karena dia harus tinggal di London, maafkan aku Gra. Sekarang dia sudah kembali dan aku akan menikah tahun ini"


Lara mencium kening Agra yang masih membisu, lalu pergi begitu saja meninggalkan Agra.


"Demi apapun.. Siapapun tolong katakan sama gue, kalau barusan yang gue dengar adalah fake, just a joke"