NEIRA

NEIRA
Bab. 30



Sepasang  insan yang dimabuk kasmaran sedang syahdu dalam keterdiamannya masing-masing,  senyum tak pernah lepas dari bibir mereka.


Genggaman erat tangan Ethan dan juga senyuman hangat Ethan tak pernah luput dari Neira.


Mobil mereka melaju membelah jalan Ibukota, menuju sebuah restoran Itali Bintang lima.


Ethan cukup tampan malam ini, menggunakan stelan kemeja dan jas hitam yang melekat ketat pada tubuhnya. Bagi penggemar film Korea, pasti mereka akan berteriak histeris seolah Ethan adalah aktor pujaannya.


***


Restoran mewah itu cukup ramai malam ini, Ethan sudah memesan tempat untuk mereka berdua.


Saat pelayan mengantar mereka ke meja yang sudah khusus dipersiapkan untuk mereka berdua, Ethan meminta waktu sebentar. Entah apa yang Ethan cari, tapi mata lelaki itu mengedar ke seluruh isi ruang restoran ini. Dan ketika matanya menemukan satu titik, seringai kecilnya mulai tersungging.


"Yuk, ke sana dulu, Sayang" tanpa basa-basi Ethan meraih jemari Neira untuk mengikuti langkahnya.


Langkah mereka menuju ke sudut ruangan, di mana ada satu meja yang sudah ditempati oleh sepasang lelaki dan perempuan di sana.


"Eh.... Kebetulan banget ya bisa ketemu di sini" Ethan tersenyum lebar menyapa dua orang di hadapannya__ yang tampak kaget__


"hhmm.... " lelaki di meja itu berdehem. Tampak terkejut dan kembali memandang dengan sorot tajam ke arah Neira.


Ethan bisa melihat sorot mata lelaki ini terperangah memuja penampilan Neira, namun buru-buru diganti dengan tatapan intimidasi. Oke. Harga dirinya terlalu tinggi untuk bersikap jujur. Sudah biasa__ Ethan sangat paham itu.


"Wah.... Ada yang berulang tahun rupanya? Selamat ya, happy b'day kakak cantik" ucap Ethan dengan senyum ramah, tak luput senyum ramah Neira yang dari tadi tak lepas dari wajah Neira.


Dalam benak Neira, hanya ada satu nama yang menjelaskan siapa perempuan di hadapannya ini.


"Mam*pus lo" batin Ethan.


"Kalau begitu, boleh dong gabung di sini? Sekalian merayakan ulang tahunnya biar ramai" ucap Ethan.


"Ee.. Tap__" belum sempat wanita itu menyelesaikan ucapannya, Ethan sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Gue adik satu-satunya Agra. Abang gue engga pernah cerita ya, kalau punya aduk seganteng gue?" perempuan itu tampak terkejut oleh penjelasan Ethan.


"Jadi, boleh gabung?" sergah Ethan memutus penolakan. Yang akhirnya mau tidak mau diterima oleh wanita tersebut.


Di sana itu adalah Agra dan Larasati.  Sedang merayakan ulang tahun Larasati, setelah Larasati merengek ke Agra dengan meneror Agra sepanjang malam.


"Tentu.... Boleh! Saya baru tahu kalau Agra punya adik laki-laki. Kok ngga pernah cerita sih, Sayang?" tanya Larasati bergelayut manja di lengan Agra__Tapi sayangnya, Agra saat ini masih tersesat di dunia Neira__ Yang membuat Larasati hanya tersenyum kecut karena tidak dipedulikan.


Mata Agra tak berkedip masih menatap tajam pada Neira. 


Sedangkan Neira? Dia biasa saja, seolah tak tahu apa-apa. Tak juga merasa diintimidasi. Sudah kebal dengan sikap ababil Agra.


Ethan meminta pelayan untuk memindahkan kursinya ke tempat meja Agra.


"Ini istrinya? Sudah berapa bulan kandungannya? Bentar lagi punya ponakan dong ya saya?" tanya Larasati berbinar melihat perut buncit Neira.


"Oh iya lupa belum kenalan. Gue Ethan. Ini Neira. Baru 6 bulan, Sayang ya?" Neira mengangguk sebelum Ethan dan dirinya bersalaman dengan Larasati