
" , Aku Puktinya, " Keenan mengeluarkan Naura masuk ke dalam mobilnya, " Kamu masih suka ketemu dia,"
Naura langsung menoleh tanpa dosa, " sama Arsen, Aku udah ngelarang kamu Tapi, kamu susah banget dibilangin,"
" Emangnya kamu siapa aku, " Tanya Naura cuek
" Aku masa depan kamu, lupa ? Keenan meraih sebelah tangan Naura sedangkan Naura mengalihkan pandangannya ke lain
Kini sudah jadi MC beken di kafe ini. Kemilau kafe dari dahulu Keenan memang menyadari bakat terpendam yang dimiliki Miko. tidak salah Miko jadi satu-satunya orang yang paling berisik di antara anggota THE KORTING
"
, Tetapi tangannya buru buru di cekal Naura.
" iya, tapi kamu, kan udah nggak pernah ikut latihan nge-band mending lihat aja dari sini, " Naura berserikeras
Keenan balas menggenggam tangan Naura seraya berucap dengan sangat Percaya diri, " Kamu tenang aja, Jangan alihkan Perhatian selama aku di atas Panggung, Pokoknya kamu lihatin aku nyanyi"
Keenan melepaskan tangan Naura dengan lembut kemudian berjalan menuju Panggung Kecil untuk bergabung bersama teman-temannya
seruan Naura yang memanggil Keenan sama sekali tidak hiraukan Keenan Kini sudah berada di atas Panggung dengan tangan memegang mic yang masih terpasang di standing mic
Naura masih khawatir, Dia hanya berharap Pengunjung kafe Senang dengan Pertunjukan Keenan dan teman-temannya
tiba-tiba saja Naura di kejutkan dengan lampu Kafe yang tiba-tiba saja Padam Namun anehnya, tidak ada suara Panik orang-orang yang tertangkap telingan Naura
Naura meraba meja mencari Ponselnya untuk mengaktifkan senter, Namun lampu tunggal menyorot seseorang di atas Panggung Kecil membuat Naura menoleh, Perhatiannya terfokus ke sana pada seorang Cowok yang berdiri memegang standing mic
Tidak lama kemudian sebuah sorot lampu lain menyala dan mengarah tempat Naura duduk. Naura masih kebingungan. Keenan di atas Panggung terus menatapnya sambil tersenyum
" Untuk seorang gadis yang Cantik malam ini, " suara Keenan menggema di setiap sudut kafe yang entah mengapa terasa sunyi " Aku ciptain lagu ini khusus buat kamu, Dinda Naura Salsabila,"
Naura dibuat terkejut bukan main suasana di sekelilingnya masih gelap, Matanya seolah tidak diperbolehkan menatap ke arah selain keenan di atas Panggung
Keenan berhasil membuat mata Naura berkaca-kaca. Tatapan itu Naura mengaku lemah tiap kali menatapnya selembut itu. Terlebih membayangkan bahwa lagu indah yang dinyanyikan saat ini ciptaan Keenan
Band pengiring semakin terdengar meriah terdengar. Momen indah Pertunjukan Keenan di atas Panggung semakin mencapai puncaknya. Lampu Kafe Kembali menyala terang menyinari setiap sudut ruangan
Naura sungguh terkejut ketika lampu tiba-tiba menyala dan menemukan Begitu banyak orang yang sudah mengelilinginya sambil bertepuk tangan
Naura memandangi mereka satu persatu. Semuanya adalah teman sekolahnya sewaktu SMA. Naura seperti menghadiri reuni saja. Dia bahagia karena menemukan Loli dan Santi di antara mereka yang mengelilinginya. Juga ada Arsen yang tersenyum kepadanya
Keenan menghampiri Naura
" Naura aku memang bukan Cowok romantis jika itu yang kamu mau. Tapi inilah aku. aku mencintai kamu apa adanya. Yang menyayangi kamu dengan sepenuh hidupku. kita di pertemukan tentu saja bukan karena kebetulan. Tapi karena takdir Tuhan. karena mau Bagaimanapun kita berpisah, Tuhan selalu tahu cara agar kita kembali bersama. Entah kenapa aku bisa bertemu denganmu dan entah sejak kapan aku bisa Jatuh Cinta kepadamu. Yang aku tahu, sekarang aku benar-benar nggak bisa lepas dari kamu. seribu wanita yang singgah di hidupku, aku jelas, menolak, karena yang aku mau Cuma kamu. Naura kamu nggak ngejalanin hari-hari indah ini berdua sama aku ? Di mana setiap bangun tidur yang Pertama kamu lihat adalah aku ketika menutup mata orang yang terakhir kamu lihat juga dan ketika aku Pulang kerja lagi-lagi yang kamu lihat itu adalah aku ?
Tiba-tiba saja Keenan berlutut di hadapan Alana ia merogoh sesuatu di dalam saku jasnya ternyata itu sebuah Cincin
" Naura, Will you marry me ?
Sorak-sorai orang-orang di dalam kafe terdengar heboh, Mereka kompak tepuk tangan sambil berseru
" TERIMA, TERIMA"
Air mata Naura akhirnya tumpah. air mata haru yang sejak tadi berhasil di tahan akhirnya tak terbendung lagi ketika melihat keenan berlutut di hadapannya dan melamarnya
Naura bangkit dari tempat duduknya, kemudian menuntun Keenan untuk bangkit. Baginya tidak ada hal yang paling ingin di lakukan Naura pada keenan saat ini selain memeluk cowok itu erat-erat
Naura menangis bahagia di pelukan Keenan
" I Will, " ucap Naura yang semakin erat memeluk Keenan. Air matanya terus mengalir Apalagi ketika mendengar teman-temannya bertepuk tangan merayakan momen bahagia ini
Keenan membalas Pelukan Naura
tak kalah erat. Dia berjanji dalam hati akan membuat Wanita dalam Pelukannya saat ini terlalu tersenyum,
" I love you Naura, " bisiknya tepat di telinga Naura