My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 38 DEVIl AND ANGEL



Baru saja Ethan hendak menarik Keenan mendekat, tetapi dengan tidak Kentara Keenan sengaja mendorongnya hingga Ethan jatuh terduduk tempat di sebelah Naura. sedangkan Keenan lebih memilih duduk di sebelah Loli, berhadapan dengan Etada Pilihan lain, Satya, Miko dan. Johan mulai mengisi bangku-bangku di sekitar yang masih koperhatikan Keenan yang sama sekali enggan menatapnya Cowok ini benar-benar anehLo, Than kepala Lo udah nggak sakit lagi, kan " tanya loli mengawali Perbincangan merekaumah sakit, gue jadi merasa Punya kekuatan super deh kayaknya " jawab Ethan heboh sendiri


" Kekuatan Apa-apaan, " Loli jadi Penasaran


" Kekuatan Pembaca Pikiran, " ucap Ethan sambil menempelkan dua jari di masing-masing Pelipisnya


Satya yang duduk di sebelah Keenan mulai berdecak malas melihat tingkah Ethan, " Bercanda Mulu kerjaan Lo ,"


" Yeay, Gue Serius, " kata Ethan menyakink


" Gue bisa buktiin kalua kalua nggak Percayba," tantang loli


m makanannya


" Tuh Keenan, Naura nggak marah sama Lo, jadi Lo jangan ngejauh lagi, sung tersedak saat itu juga, Bukan karena ucapan Ethan melainkan kuah bakso yang dia makan membuat tenggorokannya seperti terbakar. Dia terbatuk dengan tiba-tiba hal ini mengakibatkan rasa terbakar menjalar hingga ke Pangkal hidunih botol air mineral yang terpajang di tengah-tengah meja, membukanya satu, kemudian menggeser mendekati Naura menyamarkan Perhatiannya, Keenan meraih satu botol lagi, membukanya Kemudian meneguk isinya dengan rakusya Loli Panik. Dia semakin mendekatkan botol air mineral Pada Naura, " ini minum, "u meraihnya, Kemudian meminum dengan cepat


" Ya ampun Ra, Lo nuang sambal beberapa banyak, " Kuah bakso Lo sampe merah begitu, Mana bisa di makan, " Kata loli mengaduk bakso mangkuk Naura Tanpa minat


" Lo nggak apa-apa kan, Ra ? tanya Ethan cemas


Naura menggaguk Pelan. Bersamaan dengan keenan yang baru saja meneguk air botolnya. Keenan kemudian meraih kotak tisu yang tidak jauh dari jangkauannya, Kemudian sengaja meletakkannya di dekat Naura


" Cuman kepedasan Kok, Gue nggak sadar Tadi nuang sambal banyak banget, Tadi di Kuah Baksonya tapi gue nggak apa-apa kok ," jawab Naura sambil mengipasi wajahnya. keningnya Penuh keringat. Dia tidak terbiasa makan makanan terlalu Pedas


" Lo keringetan banget, Ra, " Ethan mengambil tisu itu Pada Naura


Naura menyambutnya, lalu mengusap keringat di keningnya dengan tisu itu. Dia merasa sedang mempermalukan dirinya sendiri Karena bertindak bodoh. Keenan Pasti sedang menertawainya dalam hati karena berhasil membuatnya seperti orang bodoh


" Lo mau mati, "


Semua mata di meja itu kompak menatap Keenan yang baru saja bersuara dengan nada membentak. Sepasang mata cowok itu tepat mengarah Pada Naura yang kini menatapnya dengan alis bertaut


" Lo nuang sambal lebih dari sepuluh sendok" lanjut keenan yang sama sekali tidak berniat memelankan intonasi suaranya. Matanya pun enggan beralih dari sepasang mata Naura yang masih menatapnya terkejut" itu namanya, Lo bukan makan bakso tapi makan sambal Bego banget sih jadi Cewek Kalau Lo sakit mag siapa yang repot Bunda Lo Juga kan yang repot yang urusin Lo, "


" Keenan, biasa aja Nggak usah Pakai urat gitu, " bisik Satya tepat di sebelah Keenan


Keenan tidak terpengaruh, Jutsru Ethan yang tersulut emosinya seperti yang memang Keenan harapan


"Kata-kata Lo jahat banget sih Keenan"


Dugaan Keenan tidak meleset sama sekali, Ethan langsung membela Naura


" Kalua Lo emang lagi Pusing sama masalah Moza. jangan lampiasin ke Naura. jangan bentak-bentak dia. Dia nggak salah apa-apa "


Keenan membiarkan semuanya terjadi sesuai yang di harapkan. Biar saja Naura marah Padanya. Biar saja Naura membencinya. Keenan akan memainkan Perannya sebagai iblis. Dan, dia akan membiarkan Ethan berperan sebagai malaikat.