
" Sehabis tanding, ajak gue makan soto ayam, ya Kangen banget sama makanan itu, " kata Yuda
" Soto ayam ? Perasaan di kantin nggak ada yang jualan soto ayam, " sahut Miko," Ya, kan than,"
" Di kantin SMP, " Yuda memperjelas maksudnya
" Oh, soto ayam Babe ? iya itu terkenal enak banget, " sambar Ethan penuh semangat
" Kok Lo bisa tahu, Yud, " tanya keenan heran
" Gue udah beberapa kali Tanding futsal di sini Keenan, Soto ayamnya bikin gue ketagihan, Enak banget Pokoknya. Sayang banget kalau Lo yang sekolah di sini malah belum nyobain, "
" Traktir gue, ya, " Kata keenan mulai tertarik
" Gimana sih, yang ada Lo yang Traktir gue, Gue kan tamu di sini, " balas Yuda yang sukses memancing tawa
Dalam Perjalanan menuju rumah Yuda, mendadak Keenan teringat hal-hal yang kini justru dirasa aneh olehnya. Yang membuatnya merasa bodoh karena tidak menyadari dari awal
" Kenapa kamar Moza nggak Lo bongkar aja Keenan ? Maksudnya biar lo sama nyokap Lo nggak terus-terusan sedih Kepikiran Moza terus, Bagaimana Pun life must go on, right" Yuda menepuk bahu Keenan, mencoba memberi moral Pada sahabatnya itu
" Sialan, " Keenan memukul setir Kuat-kuat, " Gue nyesel Udah anggap Lo sahabat"
" Seperti yang Pernah Lo ceritain ke gue. Kalua sampai Polisi aja nggak sanggup selidiki kasus Moza, itu artinya Cowok itu keluarga yang berduit"
" ARRRGGGKKKHHH, " Keenan menyembunyikan klason mobil berkali kali. Berharap jalanan ibu kota mau berbelas kasihan kepadanya untuk memberikan jalan. Dia harus bergegas sebelum Yuda melarikan diri
Keenan marah luar biasa. Yuda terlalu Pandai memainkan perannya untuk melindungi dirinya sendiri. Yuda berhasil menghasut Keenan untuk mencurigai Teman-temannya yang jutsru tidak bersalah sama sekali Ditambah Yuda sengaja menyobek tulisan terakhir Moza pada lembaran buku diary Moza sehingga Keenan juga menaruh curiga pada Naura yang tidak tahu apa-apa
Perbuatan Yuda benar-benar tidak bisa dimaafkan. Yuda bukan hanya membuat Keenan kehilangan adik kesayangannya untuk selama-lamanya melainkan kini juga musuhi teman-teman baiknya, bahkan dijauhi Naura
Keenan langsung menepikan mobilnya begitu sampai di depan rumah Yuda. Dia turun dari mobilnya dengan tanda tanya besar di kepalanya Sudah banyak sekali mobil polisi yang terparkir di rumah itu
Keenan berlari, menerobos garis Polisi hingga masuk ke gerbang rumah itu. seorang polisi menahannya ketika dia berniat masuk ke rumah
" Anda siapa ? tanya Polisi yang menghalangi langkah Keenan
" Saya kakaknya Moza, saya harus buat Perhitungan sama Yuda. karena Dia udah bunuh adik Moza," kata keenan Penuh amarah
" Tenang, tenang !" Polisi itu berusaha memenangkan, " Tidak ada orang di dalam. Rumah ini sudah dalam keadaan kosong saat Polisi tiba di sini"
" Nggak mungkin !" Keenan tidak Percaya. Dia sudah tidak Percaya lagi Pada Polisi
Dengan nekat Keenan menerobos masuk, kemudian berlari menyusuri setiap ruang di dalam rumah itu mencari Yuda. Namun, yang dicari tidak ada di mana pun. Dua orang Polisi datang mendekat kemudian menyeret Paksa tubuh Keenan hingga keluar dari rumah itu
" Semua akan ditangani pihak kepolisian," kata Polisi yang masih berdiri di depan Pintu Utama, " Pak Herwansyah sekeluarga tidak bisa berpergian jauh karena namanya sudah masuk Ke Daftar Pencarian orang, sehingga namanya sudah masuk ke Daftar Pencarian orang Sehingga namanya akan langsung terlacak apabila berniat melarikan diri menggunakan Pesawat atau transportasi jarak jauh lainnya,"
Keenan meronta hingga terbebas dari kedua Polisi yang menahan kedua tangannya dari setiap sisinya. Dia masih belum bisa sepenuhnya memercayai Polisi dalam kasus ini Namun dia juga tidak tahu harus ke mana mencari Yuda
Keenan memohon agar kasus Moza di buka kembali. dia lalu menyerahkan sobekan kertas diary Moza sebagai bukti Kuat bahwa Moza bukan meninggal karena bunuh diri. Melainkan dibunuh, dan Pelakunya adalah Yuda
" Kami masih belum bisa menyimpulkan bahwa Saudari Moza meninggal karena di bunuh atau bunuh diri. karena di kertas ini Saudari Moza menulis bahwa dia telah berhubungan kelewat batas dengan Yuda. Tapi ini akan kami jadikan barang bukti untuk Penyelidikan kami lebih lanjut,"
Keenan sudah berdiri di depan rumah rawat Ethan sejak setengah jam yang lalu. Dia ragu untuk masuk. Dia sungguh merasa bersalah melihat Ethan kini terbaring tak berdaya di dalam sana dengan selang infus dan yang menempel di bagian-bagian tubuhnya
Keenan juga melihat Johan ada di sana. Johan yang berdiri cemas menatap kondisi Ethan saat ini. Sedangkan Satya dan Miko duduk di sofa. Keadaan di dalam sungguh sunyi. Baik Satya maupun Miko yang kenal Keenan Paling tidak bisa diam kini justru membisu Mereka seolah kehilangan rekan untuk melemparkan canda satu sama lain. Jelas saja mereka semua Pasti terpukul melihat kondisi Ethan saat ini
Keenan membuka Pintu, kemudian berjalan perlahan mendekati Ethan, Satya dan Miko langsung bangkit berdiri, waspada akan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Begitu pula Johan, dia langsung memutar tubuhnya menghadap Keenan
" Mau ngapain Lo ke sini Mau ngehajar Ethan lagi, " tanya Johan Pada keenan
Keenan tidak sedikit pun mengalihkan Tatapannya dari Ethan yang terbaring lemah di hadapannya Matanya mulai. berkaca-kaca, " Maafin gue, " ucapnya Pilu" Please, Maafin gue "
Satya dan Miko saling tatap, Kemudian terduduk kembali di tempatnya sementara Johan seolah bisa merasakan Perasaan bersalah sekaligus menyesal dari Permintaan maaf Keenan
Keenan memaki dirinya sendiri dalam hati. Dia sungguh bersalah Dia merasakan air matanya Kini berair Dia hampir saja membunuh temannya sendiri, teman yang selama ini justru sangat baik padanya Namun, dengan teganya Keenan malah menuduh dan menjadikan Ethan Pelampiasan emosinya
" Gue mau dia selamat. Gue belum minta maaf sama dia, " kata keenan sambil terisak. Pandangannya mulai mengabur hingga setetes air mata lolos dari sudut matanya
Ruang rawat Ethan kini di penuhi kepedihan yang sangat luar biasa. Baik Satya Miko maupun Johan dapat merasakan kepedihan Keenan saat ini. Penyesalan juga rasa bersalah. Mereka yakin , Keenan melukai Ethan tanpa sengaja Keenan hanya terlambat membuka lebar Pikirannya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi
" Kenapa Lo baru kasih gue sobekan itu hari ini ? Kenapa, " tanya keenan dengan mata memerah. Seandainya saja Johan memberikan kertas itu jauh-jauh hari mungkin Ethan tidak akan jadi korban kemarahannya
Johan mengajak Keenan untuk berbincang di luar khawatir akan membuat keributan di ruangan itu
" Karena gue baru Temuin sobekan kertas itu hari ini," Kata Johan setelah menutup rapat Pintu ruang Ethan
Keenan langsung menoleh, " Lo temuin di mana, "
" Di selipan salah satu komik yang gue Pinjam dari Lo ,"
Keenan tercengang. Kemudian, Pikirannya lansung mengaitkan kemungkinan Yuda yang menyelipkannya di sana. Karena seingatnya hanya Johan dan Yuda yang sering meminjam komik darinya
Hal ini membuat Keenan semakin marah pada Yuda. Dia tidak bisa membayangkan yang akan terjadi kalau saja Johan dan yang lain tidak datang tepat waktu untuk menyelamatkan Ethan dari amukannya. Dia mungkin tidak akan memafaatkan dirinya sendiri bila Ethan sampai tak tertolong
Keenan menghela nafas panjang untuk kali kesekian," Terus, Kenapa Lo sembuyiin sesuatu dari gue ? Bikin gue makin Curiga sama kalian"
" Kalua yang Lo maksud gue sembuyiin alasan Tentang Arsen yang udah nggak bareng-bareng kami lagi, gue Punya alasannya, " Ucap Johan menyakinkan. Yang jutsru membuat Keenan semakin tidak sabar untuk mendengar alasan yang sebenarnya
" Apa, "
" Gue nggak mungkin Cerita yang sebenarnya sama Lo saat itu, Arsen sama Ethan dulu sempat berselisih Paham. Mereka suka sama Cewek yang sama Naura. sejak perselisihan itu, Arsen milih untuk nggak gabung sama kita-kita sedangkan Ethan, milih untuk ngalah dan terus sembunyiin Perasaannya"
Keenan menatap Ethan melalui kaca transparan Pintu dengan perasaan campur aduk. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Perasaan Ethan yang memendam Perasaan begitu lamanya Pada orang yang disukainya selama bertahun-tahun. Pasti rasanya sangat menyakitkan
" Ethan berkali-kali berpesan ke gue, Satya, dan Miko buat nggak biarin Lo tahu bahwa dia suka sama Naura sejak lama Keenan," Johan kembali bersuara, " Dia cuma nggak mau hal yang lalu terulang kembali. Dia nggak mau Lo sampai mutusin buat menjauh dari kita-kita seperti Arsen. Lo bayangin Keenan Ethan rela mengorbankan Perasaannya sendiri biar nggak kehilangan teman kayak Lo," Johan mulai emosional, " Tapi, Lo malah buat dia hampir mati,"
" Jadi sampai sekarang Naura belum tahu Ethan Suka sama dia, " tanya keenan memastikan. yang dijawab Johan anggukan Pelan
Keenan sangat terpukul. Perasaan bersalahnya kini terasa berkali-kali lipat. Dia teringat satu persatu memori yang menjadi bukti bahwa Ethan menyukai Naura sejak lama.
..." Dia, memang Kelihatannya jutek dan galak. Tapi sebenarnya Naura itu orangnya baik dan nggak tegaan. Dia berusaha jadi malaikat pada suatu waktu tanpa Lo duga,"...
..." jus apa yang paling menyakitkan adalah just Friends," Ethan meremas kemejanya sendiri dan seperti merasakan sakit di dadanya...
Keenan menunduk dalam-dalam Tak Kuasa menatap Ethan yang kini masih tak sadarkan diri. Entah bagaimana dia menebus kesalahannya.
" Terus, Lo yang lapor ke polisi buat datang ke rumah Yuda, " tanya Keenan setelah mulai menguasai dirinya
Johan menggeleng, " Nggak, Emangnya Dia udah ditahan, "
Keenan mengerutkan keningnya. Dia Pun tidak mengerti, Bila bukan Johan yang melapor, lalu siapa ?
Perhatian Keenan dan Johan seketika teralihkan oleh obralan para suster yang sedang mengomentari tayangan berita di televisi. Keenan mendekat karena Penasaran, begitu Pula Johan, Mereka ikut menyaksikan headline news Televisi
...Herwansyah Winata masuk ke Daftar pencarian Orang atau DPO karena melarikan diri setelah di tetapkan sebagai tersangka kasus Penggelapan dana pembangunan Rumah sakit Yayasan Angkasa di duga melarikan diri bersama keluarganya ke luar kota. Hingga saat ini, status Herwansyah buron dan masih dalam penanganan Pihak kepolisian...
Keenan tercengang ketika melihat kabar mengejutkan itu. Di tambah tayangan televisi saat ini menyorot rumah Keenan yang dikepung dan dipenuhi garis Polisi
" Ada hubungan apa Orang itu dengan yayasan angkasa, " tanya Keenan
" Setahu gue, Pak Herwansyah Winata adalah pemegang saham terbesar di yayasan angkasa seperti yang kita tahu, Yayasan Angkasa itu cakupannya luas banget. bukan cuma sekolah, mereka juga punya apartemen, Panti asuhan ,dan yang terbaru mereka berencana bangun rumah sakit, " jelas Johan Panjang lebar, " Nggak nyangka ya Udah kaya begitu, masih aja korupsi"
Keenan masih terkejut mendengar informasi itu. " Herwansyah Winata itu bokapnya, Yuda, Jon Dan rumah yang disorot itu rumahnya Yuda,"