My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 27 THE DISCUSSION



" Bantuin, gue mikir Yuda, " ucap Keenan memijat keningnya "Kepala gue udah hampir pecah gara-gara mikirin masalah ini !" Dia membaringkan tubuhnya di kasur kemudian memejamkan matanyYuda yang duduk di kursi belajar di kamar Keenan hanya bisa garuk-garuk kepala melihat kondisi Keenan yang hampir Putus as" Kenapa Lo nggak tanya langsung aja kwek yang jadi curhatan Moza itu ? Siapa namanya ?" Yuda berusaha mengingat sebuah nama yang Pernah diceritakan Keenan Padanya itu, " Naura " tebaknya tak yakiKeenan membuka matanya, kemudian menghela nafas berat, " Dia juga nggak tahu siapa nama cowok yang disukai Moza," Lo tahu dari mana ? Apa Lo udah nanya langsung ,Keenan menggeleng Pelan. dalam Posiidurnya, kemudian bangkit dan duduk di tepi ranjangnya, " selama ini Moza curhat sama dia, Moza nggak Pern sekali Pun sebut nama Cowok yang dia suka"Yuda langsung mengerutkan keningnya " Masa sih Lo, tahu dari mana, "


Keenan bangkit dan berjalan mendekati Yuda. Tangannya membuka laci meja belajarnya, kemudian mengeluarkan diary Moza


" Gue tahu dari buku ini !" ucap Keenan sambil meletakkan buku itu di atas meja belajarnya


Yuda meraihnya, Keenan memang sudah Pernah menunjukkan buku diary itu Padanya sewaktu dia menginap di rumah ini. Namun, dia belum sempat membaca isinya


" Di buku ini Moza bilang, dia memang selalu curhat tentang cowok yang dia suka ke Naura. Tapi, nggak Pernah sekali Pun sebut siapa nama cowok itu Yuda," jelas Keenan sambil berjalan hingga duduk di tepi ranjangnya " Naura kasin saran sama Moza untuk tulis surat cinta ke cowok yang Moza suka. Dan, pada saat Moza mau titipin surat itu lewat Naura .... " Keenan menghentikan Perkataannya sejenak. seolah bisa merasakan Perasaan sakit yang dirasakan Moza saat itu


Yuda menanti dengan sangat Penasaran, " Apa yang terjadi, "


Keenan membuang napas berat sebelum melanjutkan kembali kalimatnya, " Saat itu Moza tahu bahwa cowok yang dia suka ternyata sukanya sama Naura,"


Yuda ikut tercengang mendengarnya


" Bukannya kalau gitu Lo jadi gampang buat nebak siapa Cowok itu Keenan " tanya Yuda setelah beberapa saat. " Lo tahu kan siapa yang suka sama Naura,"


" itu dia, awalnya gue yakin banget kalau cowok itu adalah Arsen. Tapi makin ke sini, sikap Ethan bikin gue curiga juga sama dia. Ditambah sikap bungkamnya Johan gue makin yakin bahwa Cowok itu Ethan, " Keenan sudah tampak sangat lelah memikirkan kasus ini. Dia rasa, dirinya akan gila sebentar lagi


Penjelasan Keenan barusan jutsru membuat Yuda mencurigai sesuatu


" Lo nggak curiga sama Johan ,"


Keenan langsung mengangkat kepalanya untuk menatap Yuda, " Lo, gimana sih Yuda, Gue kan udah Pernah cerita sama Lo, cowok yang disukai Moza itu yang sekolah di SMP Dan SMA ANGKASA. sedangkan Johan dia satu sekolah sama gue waktu SMP. jadi, udah Pasti bukan dia orangnya, " yakinnya kemudian


" Ya tetap aja masih ada kemungkinan, Keenan. siapa tahu Moza langsung move on setelah tahu cowok yang dia suka ternyata sukanya sama orang lain"


Keenan jadi mulai berpikir sekaligus menyadari bahwa kemungkinan yang dikatakan Yuda ada benarnya juga


" Lagian gue heran aja kenapa Johan segitu kerasnya nggak mau kasih tau lo siapa cowok itu, Gue jadi ragu sama dia Sebenarnya dia lagi lindungi sahabatnya atau dirinya sendiri "


Lagi-lagi Perkataan Yuda membuat Keenan berpikiran semakin luas. Rupanya ini manfaatnya berbagi Pemikiran dengan orang lain. Sesuatu yang awalnya dia rasa tidak mungkin bisa menjadi mungkin dan Patut dicurigai


" Johan, " bisik Keenan pada dirinya sendiri


Keenan jadi teringat kejadian beberapa waktu yang lalu ketika dia bertanya tentang Arsen yang sudah tidak kompak lagi dengan Johan dan yang lainnya. Namun, Johan enggan bercerita dan seperti menutupi sesuatu darinya


" Aaarrrggggkkk !!! Pusing gue !" teriak Keenan frustasi. Dia membaringkan tubuhnya dan merentangkan tangannya lebar-lebar


" Gini, aja deh," Yuda kembali bersuara. Dia cukup prihatin melihat Keenan seperti itu," Seperti yang pernah Lo ceritain ke gue. Kalau sampai Polisi aja nggak sanggup atau Pura-pura nggak sanggup selidiki kasus Moza, itu artinya cowok itu dari keluarga yang berduit,"


Dugaan Yuda berhasil membuat Keenan menegakkan kembali Posisinya menjadi duduk. Dia menatap sahabatnya itu penuh tanya


" Loh, iya dong " Lo nggak curiga kenapa Polisi dengan mudahnya tutup kasus Moza tanpa ada Usaha yang berarti ? itu artinya ada uang yang main ke belakang," kata Yuda menyakinkan, " Gue nggak nuduh semua polisi di suap. Tapi,Pasti selalu ada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan, "


" Coba sekarang Lo Pikirin lagi siapa dari kelima cowok itu yang Paling Kaya Atau, minimal yang Lo anggap mampu buat nutup kasus Moza,"


Keenan mulai berpikir. Pikirannya langsung tertuju pada Johan yang setahunya adalah anak dari pengusahaan Pertambangan batu bara. Kemudian Satya. Yang keenan tahu, orang tua Satya sering liburan luar negeri


" Antara Johan dan Satya, " ucap Keenan tak yakin. Selang beberapa detik kemudian dia kembali bersuara ketika mengingat sesuatu, " Eh tapi seinget gue , Ethan punya saudara kepolisian"


" Jadi Lo nggak Curigain Arsen sama Miko," tanya Yuda memastikan


" Kalua, Arsen gue nggak tahu Pasti latar belakangnya, Tapi kayaknya Patut dicurigai Juga. Nah Miko itu benar-benar dari keluarga sederhana. Gue nggak terlalu curiga sama dia, "


" Duh, kalau Lo Curigain banyak orang gitu gue jadi bingung, juga, " keluh Yuda turut Frustasi


Keenan menghela nafas panjang, kemudian kembali menjatuhkan diri di kasurnya


Hening Cukup lama. Baik keenan maupun Yuda sibuk dengan pikiran masing-masing. Keenan memilih memejamkan matanya sesaat untuk menenangkan Pikirannya. sementara itu, Yuda mulai mempelajari isi diary Moza, berharap menemukan petunjuk baru di sana


" Keenan cowok, ini lanjutannya ke mana kok gak ada ?," tanya Yuda sambil membalik lembar terakhir buku diary di tangannya


Keenan terpaksa membuka matanya yang berat. kemudian, menoleh pada Yuda, " Nggak ada. Udah habis sampai situ, " Jawabnya lemah


" Nggak mungkin, " sela Yuda, " jelas-jelas tulisan Moza di sini belum selesai. Bukunya udah Penuh. Pasti dia Punya buku diary yang lain,"


Keenan kembali duduk, " Awalnya gue juga mikir Kayak gitu, Tapi gue udah cari ke semua sudut kamar Moza, nggak ketemu lanjutannya,"


" Emang Lo yakin dia pasti simpan diary-nya yang lain di kamarnya, "


" Maksud Lo ?" Keenan tak mengerti


" Bukannya Lo Pernah cerita, waktu itu Moza jadi sering Pulang malam ? itu artinya, ada kemungkinan dia punya tempat lain selain kamarnya buat nuangin semua Perasaannya, ke diary,kan Tempat yang sering ia kunjungi selama dia nggak di rumah Bisa, jadi kan"


" Arena renang !" ucap Keenan dengan sangat yakin, " setahu gue, dia selalu beralasan Pulang malam karena latihan renang. Dan, gue Percaya karena dia selalu bawa baju ganti. Yang nggak gue Percaya adalah latihannya selalu sampai malam,"


" Coba aja Lo cari di lokernya Moza, nggak ada salahnya kan di coba Karena menurut gue, semua akan jelas kalau lanjutan buku diary ini bisa lo temuin," Yuda kembali berpendapat


" Tapi, gimana caranya gue bisa ke sana Yuda ? Nggak sembarangan orang yang bisa masuk ke sana gue Pusing ini " Keenan mengacak-acak rambut sangat frustasi, " Bantuin gue dong," Pintanya


" Dih, yang sekolah di sana, kan Lucu banget kalau gue ke sana, " tolak Yuda


" Kalua gitu bantuin gue mikir gimana caranya gue bisa masuk ke sana,"


" Lo Punya kenalan orang dalam, nggak "


Keenan langsung teringat seseorang" Naura," Ucapnya ragu" Tapi mana mungkin dia mau nolongin gue masuk ke sana ? Gue harus bilang apa sama dia"