
m
" Motor dia tinggi. Ribet naiknya, Gue kan, Pakai rok "
Alasan. Ethan tahu itu hanya alasan yang di karang Naura. Dia tahu sesungguhnya hubungan Naura dan Keenan tidak sedang baik-baik saja
" Masa, sih cuma karena itu ?
" iya, " Naura mencoba menyakinkan, dirinya " Kalau naik motor Lo, kan gampang Gue bisa duduk nyamping gini, lebih nyaman juga, "
Samar-samar Ethan menghela nafas Panjang. Tidak bisa dia mungkiri, dia senang luar biasa ketika Naura lebih memilih Pulang bersamanya dibanding Keenan. Namun raut wajah yang tidak bersemangat serta Nada lesu dari Naura, membuatnya justru merasa bersalah
Naura memang bersamanya saat ini, Ethan tahu Pasti cewek itu tidak sedang di sini
" Ra, "
" HM "
" Udahan dong marahanya sama Keenan"
Pandangan Naura langsung naik dari Punggung ke kepala Ethan yang tertutup helm full Face
" Mau sampai kapan kalian diem-dieman gini " Ethan masih fokus mengendarai motornya, sambil sesekali melirik Naura dari kaca spionny " Gue tahu Keenan emang ngeselin orangnya, Tapi gue bisa nilai sendiri bahwa Perasaan dia ke Lo nggak main-main, "
Ethan menarik nafas dalam-dalam, kemudian mengembangkannya. Cepat guna meredakan rasa sakit di dadanya saat ini akibat kata-katanya sendiri
" Lo bisa ngomong begitu Karena Lo teman dekatnya, " timpal Naura
" Gue serius Ra, Coba Lo Perhatiin mana Pernah Keenan deketin cewek lain pas ngejar-ngejar Lo ? Padahal, dia kan terkenal Playboy, "
Naura hanya diam. Kali ini tatapannya turun, memperhatikan sebelah kakinya yang tak Perpijak
" Dia jadi sering marah-marah, itu karena dia lagi banyak masalah aja Lo tahu sendiri kan. masalah tentang Moza bikin dia stres kayak orang gila Dan, cuma Lo satu-satunya orang yang bisa bikin dia bangkit lagi, "
Omongan Ethan Panjang lebar Ethan membuat Naura berpikir, tetapi enggan menelannya mentah-mentah. sudah jelas Keenan memang hanya ingin mempermainkan Perasaannya. Naura tidak mau lagi tertipu untuk kali sekian
" Lo mau, kan maafin Keenan kalau dia ada salah sama Lo ,"
Ethan gigih sekali menghasutnya. Yang Naura herankan, mengapa Ethan masih saja bisa baik terhadap Keenan yang hampir saja menghilangkan nyawanya Sebenarnya hati cowok ini terbuat dari apa
Naura menoleh ke belakang. Walua sosok berjaket hitam yang sedang mengendarai motor Sport itu. mencoba mengambil jarak yang cukup jauh dari motor Ethan, Tetapi Naura masih bisa dengan mudah menemukannya Bergerak perlahan ketika Pandangan mereka bertemu, walau terhalang kaca helm memantul. kemudian bergerak cepat ketika dirasanya jaraknya terlalu jauh
" Lo Pindah rumah, Ra, ? Tanya Ethan setelah menepikan motornya di salah satu rumah cat berwarna Putih
" iya, Emang gue belum cerita, ya sama lo ? Naura melompat turun dari motor Ethan lalu kemudian membuka Pintu Pagar
" Keenan juga tinggal di kompleks ini Lo Udah tahu, " tanya Ethan lagi Kali ini sudah melepaskan helmnya
Naura menggaguk tanpa minat, Kemudian memberi kode agar Ethan memakirkan motornya di dalam
Tidak lama kemudian Keenan tiba dan langsung memakirkan motornya tepat di sebelah Ethan
" Lo nggak Pernah Cerita Lo tetanggaan sama Naura, " kata Ethan sambil menepuk bahu Keenan setelah turun dari motor
" Ayo masuk, !" ajak Naura sambil berjalan menuju Pintu utama
setelah memberi salam Naura memanggil bundanya
" Kamu udah Pulang kamu Pulang sama siapa, Sayang, " tanya bunda yang datang menghampiri ke Pintu utama
Bunda menoleh Pada seseorang yang baru saja menampakkan diri di depan Pintu Utama
" Selamat siang, Tante, " sapa Ethan santun
" Oh Ethan, Apa kabar ? Bunda menyambut dengan antusias, " Kamu yang Pernah nganterin Naura Pulang waktu Naura Pingsan di lapangan,kan ,"
" Bunda, " Naura menarik lengan Bunda agar berhenti mengungkit hal memalukan itu
Ethan tidak bisa untuk tersenyum semakin lebar saat diingatkan kembali akan hari itu. Baginya, hari itu adalah hari keberuntungannya karena bisa berbincang Panjang lebar dengan cewek yang disukainya diam-diam
" Bunda, kejadian itu udah lewat tiga tahun, Masih aja dibahas," kesal Naura
Bunda sama sekali tidak menghiraukan Naura yang sudah kesal setengah mati. Dia mengamati Ethan dengan Tatapan kagum
" Berarti tiga tahun juga Tante nggak Ketemu kamu kamu jadi tambah ganteng, jadi tambah tinggi juga, Tante nggak salah ingat, Dulu kamu sama Naura tingginya hampir sama, lho "
Ethan mengangguk santun sambil ikut tersenyum, " Saya izin belajar kelompok sama Naura di sini, Tan, "
" Oh, ya Tentu boleh, Tante malah senang Kalau Naura ada teman Naura yang main ke rumah, "
" Selamat siang, Tan, " Keenan muncul di belakang Ethan dengan sapaan santun lengkap dengan senyum kecil di wajahnya
" Wah, ada Keenan Juga, sini, Sini masuk," sambutan Mirna untuk Keenan Penuh tak kalah sangat antusias, " Naura ajak teman-teman, kamu masuk, Bunda mau siapin Camilan dulu buat kalian, "
Bunda berlalu untuk menuju dapur, Sementara Naura mempersilahkan dua cowok yang sejak tadi berdiri di Pintu utama untuk masuk
" Tunggu di sini, ya Gue ambil buku-buku tugas gue dulu, " Ucap Naura Pada Ethan kemudian berjalan menuju kamar
Ethan langsung meletakkan tas ranselnya di atas sofa, kemudian duduk di karpet, " Gue Perhatiin dari sapaan bundanya Naura, kayaknya Lo akrab banget, Apa Lo sering ngapel di sini, ya , " goda Ethan Pada keenan
" Sok tahu, Lo," sahut Keenan, " Justru Kayaknya Tante Mirna suka banget sama Lo. sampai masih ingat sama Lo waktu udah tiga tahun nggak ketemu,"
" jelas, gue orangnya emang lovable banget, "
Keenan menanggapi dengan dengusan sedetik kemudian dia melontarkan Pertanyaan yang hinggap di kepalanya sejak tadi itu
" Emangnya Naura pernah pingsan di lapangan ? Kenapa, "
Ethan langsung menoleh cepat sambil tersenyum. Dia tahu Pasti Keenan jadi Penasaran dengan hal itu
" Gue mau jawaban, bukan mau lihatin Lo"
Ethan tertawa, " Nggak Capek apa marahan sama Cewek yang Lo suka Gengsi banget nunjukin Perhatian duluan"
" Nggak nyambung, "
" Gue cuma mau bilang sama Lo, Keenan jangan menyesal kalau suatu hari nanti Naura direbut orang, Cuma karena sikap Lo kayak anak kecil, " Ethan menatap Keenan sungguh-sungguh, " Cewek kayak Naura itu langka. Cuma Cowok beruntung yang bisa dapetin, dia,"
" Kita mau mulai dari Pelajaran apa nih ? tanya Naura yang sudah duduk di sebelah Ethan
" Mulai dari Pelajaran yang bikin baper Ada, nggak "
Candaan Ethan disambut senyuman oleh Naura. " Ada Bahasa Indonesia, "
" Kenapa, "
"l