
^^^Sudah Dua minggu ini Naura selalu disambut susu cokelat kemasan kotak setiap kali di duduk di kelasnya. Minuman dingin itu tidak pernah absen dia temukan di atas mejanya setiap pagi, lengkap dengan secarik kertas kecil yang sudah dia hafal bunyinya^^^
^^^GOOD MORNING^^^
^^^ETHAN^^^
^^^Naura menoleh ke bangku Ethan yang masih kosong. Dia tahu Ethan hampir tidak Pernah datang Pagi sekali ke sekolah. Apa mungkin minuman ini memang Pemberian Ethan ? Naura tidak yakin^^^
^^^Naura memasukkan sebelah tangannya ke laci meja. seperti dugaannya sebuah Cokelat juga tidak Pernah absen mengisi laci mejanya selama dua minggu ini. Ada post warna-warni yang selalu tertempel di cokelat itu kali ini berwarna Kuning, isinya pun selalu kata yang sama setiap hari Naura sudah hafal di luar Kepala^^^
^^^MAAF^^^
^^^Naura benar-benar merasa di Permainkan^^^
^^^Lama bergulat dengan Pikirannya yang kacau, kehadiran Loli dan Santi membuat Naura tersadar. seperti biasa, Naura mengulurkan susu kotak dan cokelat kepada keduanya^^^
^^^" Serius ini buat gue ? tanya Loli sumringah sambil mendekap cokelat yang baru disergapnya dari tangan Naura^^^
^^^Naura menggaguk tanpa semangat, sementara Santi yang kebagian susu Cokelat kesukaannya tak kalah senang^^^
^^^" Duh makasih banget Ra, Lo bagi-bagi Rezeki Mulu tiap hari, " kata Loli tak kalah heboh^^^
^^^" iya Ra, Makasih ya Cokelat dan Susu Cokelatnya ? Santi menimpali, " Eh, Tapi Lo nggak ada niatan buat kita gemuk" tanyanya langsung curiga^^^
^^^Naura berdecak kesal, " Ya udah sini kalau kalian nggak mau biar gue kasih ke orang lain aja, " kesalnya berusaha merebut kembali Cokelat Dan susu Cokelatnya itu, justru membuat Santi dan Loli semakin mendekapnya erat^^^
^^^" Jangan gitu dong, Gue Cuma bercanda kok "^^^
^^^" iya, Ra Gitu aja marah,"^^^
^^^••••^^^
^^^Keesokan harinya, Naura sengaja datang Pagi-pagi ke sekolah bahkan dia harus rela menunggu beberapa saat di depan gerbang karena gerbang belum di buka oleh Petugas sekolah^^^
^^^Begitu gerbang dibuka, Naura tidak langsung masuk ke kelas, Dia sengaja bersembunyi dari jarak aman untuk mengawasi siapa orang yang sebenarnya orang yang meletakkan susu kotak di mejanya setiap pagi^^^
^^^kecurigaan Naura akan orang yang diduganya selama ini semakin kuat. Dia melihat orang itu memasuki kelasnya sambil menggenggam susu serupa yang didapatnya setiap hari^^^
^^^Naura mengikuti dari belakang dengan langkah lemah. Entah mengapa rasanya dia ingin menangis ketika melihat keenan meletakkan susu kotak itu di mejanya, kemudian mengeluarkan kertas dan pulpen dari tasnya, lalu menuliskan sesuatu di kertas itu untuk kemudian di tinggalkan bersama susu kotak itu^^^
^^^Air mata sudah menggenang di Pelupuk mata Naura, yang bersiap tumpah hanya dengan sekali kerjapan mata. Hatinya masih aja sakit melihat sikap Keenan yang seperti itu^^^
^^^Sebegitu inginnya Keenan melihatnya bersama Ethan^^^
^^^Naura lansung membulatkan matanya begitu melihat Keenan kini mengeluarkan sesuatu yang lain dalam tasnya sebuah Cokelat kemudian Post it warna-warni^^^
^^^Keenan mulai menuliskan sesuatu di kertas kecil yang kali ini berwarna merah, kemudian menempelkannya di bungkusan Cokelat^^^
^^^Naura hampir tidak bisa berkata-kata ketika melihat Keenan meletakkan Cokelat itu di laci mejanya. Naura memilih bersembunyi di balik ruang Pintu kelas sebelah saat melihat Keenan berbalik dan bergegas meninggalkan ruang kelasnya^^^
^^^Naura bertahan cukup lama di posisinya sempat tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sampai kemudian, tatapan Para Penghuni kelas yang mulai memadati ruangan membuat Naura tersadar. Dia segera keluar dari sana dan masuk ke ruang kelasnya dengan langkah-langkah lemah^^^
^^^Naura mendudukkan diri di bangkunya. Dia menatap susu kotak di mejanya dengan Penuh tanya. Tangannya langsung bergerak mengeluarkan Cokelat dari tempat Persembunyiannya. Dia memandangi keduanya dengan secara bergantian, ganti memperhatikan dua kertas warna dengan tulisan tangan yang sama. Bagaimana bisa Naura baru menyadari sekarang bahwa tulisan tangan Pada dua kertas itu sangat mirip^^^
^^^Sampai saat ini Naura masih tidak mengerti dengan jalan Pikiran Keenan. sebenarnya apa yang Cowok itu inginkan darinya ?^^^
^^^••••^^^
^^^" Keenan bolos lagi ? Nada suara Ethan terdengar Cuek, tetapi sesungguhnya dia Peduli Pada seseorang yang di sebutnya tadi^^^
^^^UNBK sudah berakhir sebulan lalu, kegiatan belajar mengajar untuk kelas XII jadi tidak sepadat seperti biasanya. lebih banyak jam Pelajaran kosong dan hanya tinggal menunggu nilai yang diumumkan. Sejak saat itu pula Keenan jadi jarang terlihat di sekolah. Dia hanya masuk Pada hari-hari tertentu yang memang mengharuskannya untuk masuk^^^
^^^" Harusnya dia masuk hari ini, Hari ini Pengumuman harus kelulusan, " sahut Satya di sebelah Ethan^^^
^^^Miko mengedarkan pandangannya ke sekitar. untuk meneliti Wajah setiap wajah yang berbaris di depannya. Dia berharap menemukan Keenan di antara teman-teman seangkatannya yang juga ikut berbaris di tengah lapangan menunggu Pengumuman kelulusan yang akan disampaikan sebentar lagi^^^
^^^Suara bising Pantulan mik beradu dengan sound system membuat Perhatian murid-murid kelas XII yang berbaris di lapangan beralih ke Pak Handoko wakil kepala sekolah SMA ANGKASA sudah berdiri di Podium Beliau bersiap mengumumkan hal Penting menyangkut masa depan 325 siswa-siswi yang saat ini menatapnya dengan harap-harap cemas^^^
^^^Suasana di lapangan saat ini sangat kondusif. Tidak ada suara bisik -bisik di barisan belakang seperti saat upacara semua siswa-siswi menanti dengan tidak sabar nasib kelulusan mereka pada selembar kertas saat ini di tangan Pak Handoko^^^
^^^" Mengulang kesuksesan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Persentase kelulusan SMA ANGKASA adalah seratus Persen lulus"^^^
^^^Sontak suasana yang tadinya kondusif Seketika Penuh sorak-sorai kegembiraan siswa-siswi. Mereka melompat riang sambil berpelukan dengan teman-teman seperjuangannya. Mereka seolah tidak Peduli lagi dengan Pak Handoko yang masih melontarkan kalimat-kalimat terharu serta kebanggaannya akan anak-anak didiknya^^^
^^^Banyak siswa-siswi yang berlarian di lapangan menyusul teman seangkatannya yang berbeda kelas. Mereka tertawa bersama melompat riang hingga berfoto bersama^^^
^^^Entah mengapa keceriaan di sekelilingnya saat ini tidak menular Pada Ethan Miko Satya dan Johan yang sejak tadi mengedarkan Pandangannya berusaha menemukan sosok yang mereka cari. Rasanya ada yang kurang bila hanya berempat yang berbahagia. Mereka juga ingin membaginya dengan keenan, yang tidak kunjung muncul^^^
^^^" Keenan mana sih, kok gak ada itu anak " Miko mulai kesal, " Lupa kali dia masih Punya teman di sini,"^^^
^^^" Gue yakin dia ada di antara ratusan orang di sini" Johan menyahut dengan nada menenangkan, Berusaha menyalurkan Pikiran Positif kepada teman - temannya" Mungkin, aja dia juga kebingungan nyariin kita"^^^
^^^Ethan Miko dan Satya menyetujui ucapan Johan Keenan tidak mungkin melupakan mereka^^^
^^^Bukan hanya mereka yang berusaha mencari keberadaan Keenan.Naura juga setelah berbagai kebahagiaan dengan Loli dan Santi serta teman-teman sekelasnya yang lain, Naura sengaja memisahkan diri. Berjalan melewati begitu banyak teman seangkatannya yang sedang bereuforia merayakan kelulusan mereka bersama^^^
^^^Pandangan Naura menjelajahi sekitar, berusaha menemukan sosok di carinya. Hanya untuk sekedar menatapnya dari jauh Melihat itu orang tersenyum bahagia apabila Naura beruntung. Walua tidak akan mengubah apa Pun di saat Keenan akan tetap terasa jauh baginya^^^
^^^Naura masih berusaha mencari. Entah sudah berada di Kumpulan siswa-siswi kelas beberapa di saat ini. Banyak Wajah yang tidak dikenalinya Mungkin dia berada di kumpulan anak-anak IPS. Rupanya Naura berjalan tidak jauh. Mana mungkin Keenan berbaris hingga sejauh ini ?^^^
^^^Baru saja Naura berbalik hendak kembali ke barisan anak-anak IPA dia tak sengaja membentur sesuatu. Naura mundur satu langkah untuk menjauh dari sesuatu yang baru saja ia tabrak, yang dia yakini adalah dada seorang cowok, Namun Cowok itu justru ikut maju satu langkah hingga membuat wajahnya kembali tenggelam di dada bidang Cowok itu^^^
^^^Saat Naura berniat mundur sekali lagi, sebelah tangan Cowok itu memeluknya dengan cepat. Ketika cowok itu Berbisik tepat di telinganya, Naura seolah kehilangan detak jantungnya saat itu juga^^^
^^^" Jangan bergerak, Rambut Lo nyangkut di jam tangan gue, "^^^
^^^Naura menegang di tempatnya suara itu berhasil mencuri detak jantungnya. Dan Naura benci pada dirinya sendiri karena selalu menikmati Debaran jantungnya yang seperti ini walau dia akan menangis setelahnya karena menyadari Keenan hanya bermain-main dengan Perasaannya^^^
^^^Naura merasakan sentuhan Pelan di rambutnya berusaha melepaskan sangkutan jam tangan di rambutnya mengapa jutsru Naura merasa keenan sedang membelai rambutnya^^^
^^^Seperti seseorang yang kehilangan kesadarannya Naura tidak bisa berkutik sama sekali Perlakuan Keenan seolah mampu melumpuhkan setiap saraf tubuhnya^^^
^^^Keenan hanya beralasan Dia tak tahu dengan Cara seperti apa lagi agar bisa memeluk Naura seperti ini.^^^
^^^Dia sudah tidak bisa menahan kerinduannya akan sosok dalam Pelukannya saat ini Perlahan Pelukannya saat ini Perlahan, pelukannya semakin erat. sebelah tangannya membelai rambut Naura yang baru dia sadari sudah bertambah Panjang^^^
^^^Menghirup sepuasnya harum rambut Naura yang selalu disukainya Keenan baru menyadari aroma ini adalah aroma segar buah melon^^^
^^^Perasaan campur aduk yang di rasakan Keenan dan Naura saat ini melupakan suasana euforia di sekitar mereka. Suasana bising itu seolah terabaikan Bahkan bagi Naura, kehebohan di sekitarnya seolah kalah dengan nyaring detak jantungnya saat ini^^^
^^^Telinga Naura yang menempel rapat di dada Keenan membuatnya dapat mendengarkan dengan Jelas Debaran jantung cowok itu. saat ini Naura hampir tidak bisa memastikan suara detak jantung yang kacau itu adalah miliknya atau Keenan Apakah Keenan juga berdebar hebat saat ini ?^^^
^^^" Maafin gue Naura ... jaga diri Lo baik-baik, "^^^
^^^Naura seolah Tersadar dari segala lamunan Panjangnya. Dia mencoba melepas Pelukan Keenan, tetapi cowok itu jutsru semakin mendekapnya erat untuk beberapa saat^^^
^^^Gue bakal kangen banget sama Lo, Ra^^^
^^^" Gue mau Lo bahagia, " bisik Keenan lagi dengan suara yang terasa menyayat hati^^^
^^^Keenan melepaskan pelukannya menatap Naura beberapa saat mencoba merekam Wajah Cantik itu dalam ingatannya, kemudian berbalik Pergi menghilang di antara Padatnya siswa-siswi yang masih tenggelam dalam euforia kelulusan^^^
^^^Tanpa disadari, Air mata Naura sudah jatuh membasahi kedua Pipinya entah sejak kapan, Naura berusaha mengejar Keenan tanpa kata. Hanya kakinya yang berjalan cepat ke arah menghilangnya sosok itu^^^
^^^Air mata membuat Pandangannya mengabur. Entah sudah beberapa Kali Orang yang melotot marah padanya karena tak sengaja ia tabrak. Naura hanya ingin segera menemukan Keenan Dia butuh Penjelasan sejelas-jelasnya^^^
^^^Tentang semuanya , Tentang Perasaannya Keenan sebenarnya, juga tentang Debaran itu yang baru saja bergemuruh di Dada Cowok itu^^^
^^^Tangisan Naura semakin menjadi, bersamaan dengan dirinya yang tak kunjung menemukan keenan^^^
^^^Gimana Gue bisa bahagia kalau kebahagiaan Gue cuma ada sama Lo^^^