My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?



Naura masih tidak bisa memahami Perasaannya sendiri. Dia sudah sebisa mungkin membangun dinding yang kokoh agar Keenan tidak bisa kembali masuk ke hatinya memupuk benci untuk cowok itu setiap hari pun rasanya tidak gunanya sama sekali


Keenan menyadari, tembok es yang dikhususkan untuk Keenan sejak kehadiran cowok itu di hidupnya sudah mencair tanpa dia sadari. Naura tidak tahu pasti kapan tepatnya, Namun menyadari tempat dirinya berada membuatnya yakin Diam-diam menyimpan rasa untuk Keenan


Kalua tahu akan Canggung seperti ini seharusnya tadi Naura menolak saja ajakan Keenan untuk makan di restoran yang tidak jauh dari mal tempatnya menonton bioskop tadi


Saking canggungnya, suasana restoran cukup ramai pada sore hari ini seolah terabaikan, Yang terdengar oleh keduanya hanya suara pantulan alat makan, juga debaran masing-masing tentunya


" Ra, "


sepertinya Naura harus mengasuransikan jantungnya, sepulangnya nanti, Bagiamana bisa suara panggilan Keenan sepelan itu membuatnya hampir kesulitan bernapas ?


Naura akhirnya mengangkat kepalanya setelah cukup lama hanya menunduk tanpa suara. Dia balas menatap Keenan yang entah sejak kapan sudah menghabiskan makanan di Piringnya. Cowok itu kini bersandar sambil bersedekap. Tatapan matanya mengarah lurus ke dalam mata Naura


" kenapa makanannya di aduk-aduk aja Emangnya kamu nggak lapar "


" Eh, " Naura baru sadar


" Apa kamu nggak suka sama makanan di sini Mau Cari makan yang lain aja atau kita Pindah ke restoran yang lain " tawar Keenan dengan suara lembut yang lagi-lagi membuat Naura gugup


Apa Keenan kerasukan arwah Annabelle sampai sifatnya berubah begini


Naura sempat bertanya-tanya dalam hati akan kemungkinan hal itu. Namun buru-buru dia lenyapkan. jangan jangan dirinya sendiri yang kerasukan sampai mau diajak makan oleh Keenan yang awalnya dia hindari setengah mati.


" Nggak usah, ini juga enak kok, " jawab Naura, kemudian mulai menyendokkan nasi goreng ke mulutnya


Keenan tidak bersuara lagi. Dia mengamati Naura yang sedang berusaha menghabiskan makanannya di Piringnya, Hal ini justru membuat Naura jadi salah tingkah


" jangan Cepat-cepat makannya, " Ucap Keenan, " Santai, aja gue nggak akan Pergi ninggalin Lo kok, "


Kunyahan di mulut Naura melemah. Dia menatap Keenan cukup lama Hingga kemudian melontarkan Pertanyaan ketika menyadari sesuatu


" Ethan ke mana, "


Keenan tersenyum kecil Tatapnya enggan beralih dari sosok di depannya sedari tadi. Seolah dia sedang menghentikan waktu saat ini


" Dia Pulang duluan. katanya perut sakit," ucap Keenan berbohong


" Kok dia nggak ngabarin gue Chat gue nggak di bales, " Tanpa sadar, Naura mencebikkan bibirnya, sedikit kecewa


" Kali aja dia istirahat di rumah jadi, Ethan nggak sempat balas chat Lo, "


Naura menggaguk kecil, berusaha memaklumi bila kemungkinan itu terjadi


" Naura, "


" HM, " Naura hanya mampu menyahut dengan gumaman Pelan.


" Kamu apa kabar, "


Gerakan tangan Naura berhenti. Dia meletakkan kembali sendok yang baru saja ingin dia angkat menjauh dari Piringnya. Dia menatap Keenan lurus-lurus dengan dahi yang berkerut. Seolah tak mengerti dengan pertanyaan yang sederhana yang baru ia dengar


" Sepanjang 93 hari ini, " Keenan Tersenyum simpul


" Lo Ngomong apa sih, " Naura kebingungan


" apa Lo nggak kangen sama gue selama 93 hari ini, " tanya keenan bernada menggoda


Naura langsung mendengus geli, " ke Ge er Lo " Dalam hati Naura lega entah kenapa. Dia lebih nyaman dengan Keenan yang jahil seperti ini daripada serius seperti tadi


Reaksi seperti itu yang dirindukan dari Naura. Dingin dan tegas secara bersamaan


Keenan lalu menarik Piring Naura mendekat Padanya kemudian meraih sendok yang sudah dipenuhi makanan, " Gue suapin, ya" katanya sambil mendekatkan sendok itu ke arah Naura


Naura membulatkan matanya, hampir tak Percaya dengan Perubahan sikap Keenan yang tiba-tiba. Dia melihat ke sekitar beberapa orang kini melirik mereka sambil berbisik-bisik, membuat Naura jadi risih sendiri


" Lo apa-apaan sih Gue bisa makan sendiri, " Naura berusaha menarik Piringnya mendekat, tetapi Keenan dengan cepat menggesernya menjauh


" Kapan lagi Lo disuapin gue Cuma orang orang tertentu yang dapet kehormatan kayak gini, "


Mata Naura sudah, melotot memberi Peringatan Pada Keenan untuk tidak macam-macam, " Dilihatin banyak orang"


" Biarin aja, " kata keenan Cuek


Keenan kembali mendekatkan sendok ke mulut Naura yang kali ini di sambut Cewek itu walua terpaksa. Wajah Naura Sudah merah Padam sedangkan Keenan tersenyum lebar


Tangan Naura terulur untuk mengambil alih makanannya kembali tetapi Keenan masih tidak mengizinkannya


" Gue suapin sampai makananya sampai habis, "


Naura hampir saja tersedak kalua saja Keenan tidak Cepat-cepat mengulurkan segelas es teh manisnya


" jangan kayak anak kecil deh, " keluh Naura setelah menelan habis makanannya


" Tinggal tiga suap juga, Ra sambil ngobrol Juga nggak terasa, " lagi-lagi Keenan Tersenyum di akhir Kalimatnya, membuat Naura semakin tidak bisa menolak


Naura membuka mulutnya memberi kode agar Keenan memberi suapan lanjutan, tetapi Keenan malah bermain-main dengan gaya menerbangkan sendok itu seperti Pesawat terbang yang tidak jadi mendarat ke mulut Naura


Naura sudah kesal setengah mati. Dia kemudian meraih tangan Keenan dan memaksa cowok itu untuk menyuapinya dengan benar


" Udah, deh ya kita pulang sekarang"


" jangan dong, Nanti nasi nangis kalau nggak dihabisin, "


" Habisnya Lo ngeselin banget jadi Cowok,"


Keenan Terkekeh, " Emang masih ngeselin ya ? Kapan bikin Lo kangen


Naura tak menanggapi serius Perkataan keenan. Dia kini justru terusik dengan sesuatu yang jadi pertanyaan di kepalanya selama ini


" Kenapa Lo tiba-tiba berubah kayak gini,"


" Apanya, "


" Sikap Lo ke gue. Kadang ngejar ngejar banget, kadang cuek kayak orang nggak kenal, "


Keenan menyiapkan suapan selanjutnya" Gue nggak Pernah berubah gue tetep jadi Keenan yang Pertama kali Lo kenal,"


Apalagi perasaan gue ke Lo nggak berubah sama sekali Naura


" Tapi Lo Dingin banget belakangan ini suka marah-marah nggak jelas Terus .."


Perkataan Naura di hentikan Paksa Keenan yang sudah menyodorkan suapan ke mulut Naura


" Gue nggak Pernah marah sama Lo Naura," Keenan meletakkan sendok ke piring, kemudian menarik selembar tisu yang berada dalam jangkauannya untuk membantu Naura membersihkan sisa nasi di sudut bibir Cewek itu


Gue nggak akan pernah bisa marah sama Lo justru Gue marah sama diri gue sendiri


Naura mengunyah Cepat makanan dalam mulutnya, seolah tidak sabar untuk melontarkan pertanyaan selanjutnya


" Pelan-Pelan makananya, Gue masih Punya waktu buat Lo, " Ucap keenan


" Apa setelah ini Lo bakal seperti orang asing lagi Kadang gue nggak ngerti sama Lo. Apa yang Lo Pikirin dan apa sebenarnya yang Lo mau, "


Keenan menghela nafas berat Perlahan " Lo maunya gue gimana, "


" Bersikap seperti dulu, jangan jadi orang asing lagi, Bisa kan "


Keenan menjawab dengan senyuman. Sesungguhnya itu yang dia harapkan


Naura meraih suapan terakhir yang di suapan Keenan Menyuapnya ke mulut dan menghabiskannya dengan penuh semangat


Senyum di wajah Keenan perlahan memudar, seiring dengan suapan terakhir yang baru saja Naura habiskan


" Selesai. Nasinya nggak jadi nangis deh," kata Naura dengan senyuman


Keenan harusnya senang karena kali kedua Naura. tersenyum padanya, Namun sekuat mungkin dia tidak menunjukkannya di hadapan Naura saat ini. Dia sudah mengambil keputusan jauh sebelum hari ini tiba. Dia tidak boleh mundur begitu saja


" Kenapa, " tanya Naura heran. ketika melihat eskpresi wajah keenan berubah


" Ethan Pasti senang denger Lo makan hari ini, "


Naura mengernyit, tak mengerti Perkataan keenan yang tiba-tiba membawa nama Ethan


" Ethan khawatir Lo sakit. jadi Ethan minta gue temenin Lo makan"


Rasanya seperti mendapatkan kabar duka pada hari istimewanya Perasaannya yang sudah melambung tinggi akan sikap manis Keenan kepadanya, seketika terhempas jatuh ke jurang, membentur kerasnya bebatuan hingga hancur tak berbentuk


Jadi Perlakuan manis Keenan Padanya hanya Palsu Cowok itu hanya menemaninya karena Permintaan Keenan ?


" Naura, gue minta Lo Peka sedikit. Ethan itu suka sama Lo," suara Keenan tersekat. seperti ada kerikil yang mengganjal tenggorokannya saat ini, juga " Ethan suka sama Lo sejak dulu Apa selama ini Lo Pura-pura nggak tahu, "


Mata Naura mulai memanas, bersiap menumpahkan air mata Pandangannya sudah mengabur tertutup air mata


Bagaimana bisa Keenan sekejam ini Padanya ? Mau beberapa kali Cowok ini mempermainkan Perasaannya


Kenyataan bahwa Ethan menyukainya selama ini nyatanya tidak mampu membuat hatinya menghangat. sakit hatinya akan sikap Keenan justru mendominasi daripada apa pun


Naura merasa bodoh Mengapa dia bisa kembali tertipu dengan Permainan Cowok Playboy bernama keenan ? Butuh beberapa kali dipermainkan sampai dia sadar bahwa keenan tidak akan pernah serius Padanya


" Tolong buka hati Lo buat Ethan. seperti yang Lo bilang dia itu orang baik Hatinya tulus suka sama Lo, "


Demi apa pun, Keenan menjerit dalam hati setelah melontarkan kalimatnya Apalagi ketika melihat air mata Naura kini tumpah membasahi wajah cantik itu


" Ra, "


" Berhenti, " teriak Naura muak, " Berhenti Panggil nama Gue ! Gue benci sama Lo "


" Ra Gue ... "


" Terus kenapa , " Naura memotong cepat. Nafasnya naik turun karena kesal sekali isakan tangisnya terdengar mengiringi air matanya yang kini mengalir deras, " Emangnya kenapa Ethan suka sama gue Lo mau gue jadian sama Ethan"


Keenan terguncang hebat. Dia merasa sudah menjadi orang yang sangat jahat. Melihat Naura menangis sesedih ini tentu bukan yang diharapkan. hatinya ikut menangis. Dia ingin sekali menarik Naura dalam Pelukannya Berbisik tepat di telinga cewek itu bahwa dia sungguh mencintainya


" Jawab keenan, " Naura sungguh tak tahan " Tujuan Lo deketin gue sebenernya apa Lo mau gue jadian Ethan,"


" iya, "