
, membiarkan Mamanya memeluk ukiranbih lama lagi. Siska tanpa emosinal setelah dihadapan kembali pada kenyataan bahwa Putrinya sudah tiad Moza Maafin mama ... " Suara terdengar Pilu. Dia enggan melepaskan pelukannya barang sebentar. Seolah dengan begitu dia bisa memeluk Putri yang sangat dirindukannya, " Maafin mama karena baru datang setelah hampir setahun kepergian kamu ga Papanya Keenan menarik Putranya menjauh dari makam Moza. Dia pun memberi istrinya waktu lebih lama untuk mencurahkan Perasaannya di makam Mozerima kasih karena sudah berjuang mengungkapkan fakta sebenarnya di balik meninggalnya adik kamu, " Arga menepuk bahu Keenan tetapi Pandangannya masih terfokus pada makam Putri kesayangannya, " Papa sungguh merasa bersalah karena kurang Perhatian sama kalian,Keenan bisa melihat Penyesalan dari sorot teduh kedua mata Papanya, Papanya sibuk bekerja dan hampir tidak Pernah ada di rumah. Arga lebih sering berada di keluar kota. Berpindah dari kota yang satu ke kota lainnya, atau bahkan ke luar negeri untuk mengurus Proyek di bidang teknologi yang melibatkan lima negara besar di dunia selain Indonesia, Yaitu Jepang, Jerman, Korea, Amerika dan Tiongknan mengikuti arah Pandang Papanya, mengamati Punggung mamanya yang masih berguncang hebapa janji nggak lepas Perhatian lagi sama kamu, " Arga Langsung kembali menatap Keenan di sampingnya, " Apalagi Keputusan yang kamu ambil untuk ikut Papa setelah kamu lulus sekolah adalah keputusan yang tepat. kita bertiga bisa kumpul sama-sama. Papa juga bisa lebih perhatian sama Perkembangan kamuenan membuang napas berat beberapa kali. Setiap kali membayangkan dia akan meninggalkan Jakarta tidak lama lagi, Perasaannya sungguh dilematis. Dia akan lulus sebentar lagi, meninggalkan masa SMA yang Penuh kenMA Keenan banyak belajar, Tidak hanya limu dari sekolah, tetapi juga Pelajaran yang jauh lebih penting daripada sana Keenan menemukan sahabat sahabat terbaiknya. Orang-orang yang tidak Pernah mengenakan " topeng " diam-diam saling menyokong walua kadang tak tersirat, juga rela berkorban demi utuhnya persahabatan. Keenan sungguh baru merasakan persahabatan sekental ini Hanya Ethan, Satya, dan Miko yang membuat Keenan merasa seperti memiliki saudara selain keluarganya
MA, Keenan juga bertemu dengan seseorang yang berhasil merebut hampir seluruh Perhatiannya. Senyum, manis yang mengingatkannya Pada Moza. juga sifat dingin cewek itu yang membuat Keenan Penasaran Dia tidak akan menemukan cewek semanarik Naura di luar sana.
Tepukan Arga seketika menyadarkan Keenan dari lamunannya. " Kamu yakin nggak akan menyesal dengan keputusan yang kamu ambil,kan
Bukankan Keenan sudah tidak punya Pilihan lain ? Dengan dia menjauh sama saja dia memberi Ethan kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Naura, Dan itu memang yang diharapkan Keenan, merelakan Naura untuk Ethan yang sudah terlalu baik Padanya
" iya, Pa, "
...•••...
eenan sungguh marah bukan main. Dengan tidak tahu malunya Yuda masih bisa memohon Padanya setelah yang cowok itu lakukan pada MozBukan gue yang bunuh Moza, Gue nggak mungkin setega itu sama orang yang Gue Cinta, "
Sialan, " Keenan hampir hilang kesabaran. Dia meninju kaca transparan itu hingga bergetar, tetapi tak cukup kuat untuk menghancurkannya, " jadi ini yang Lo lakuin sama cewek yang Lo cinta Bikin dia rusak, kemudian hilangin nyawanyauda tampak ketakutan di balik kaca. Namun dia masih berusaha menyakinkan Keenan, " Gue berani sumpah, bukan gue yang bunuh Moza Dari awal harusnya gue sadar omongan Lo itu nggak bisa di Percaya, Lo Cuma berusaha melindungi diri Lo sendiri demi kebusukan Perbuatan Lo," Keenan menekankan setiap kata dalam kalimatnya Matanya memerah menusuk Yuda hingga ke tulang-tulangn" Kalau Gue Ceritain semuanya apa Lo mau bantu gue, "erkataan Yuda hampir membuat Keenan kehilangan kesabarannya apa Yuda meminta bantuan darinya " Mungkin Lo udah tahu semuanya dari kesimpulan yang Lo buat bahkan sebelum dengar dari gue langsung. Gue cuma mau mengakui kesalahan gue. Berharap Lo mau maafin gue, walau gue yakin Lo nggak akan bisa maafin gue seumur hidup Lo " Yuda berusaha mengabaikan tatapan membunuh dari Keenan yang menusuknya sejak taduda menarik nafas Panjang sebelum melanjutkan kata-katanya, " Gue udah suka sama Moza udah lama Sejak Lo kenalin Moza ke gue waktu gue main ke rumah Lo Tangan keenan mengepal kuat di atas meja. Mendengar kenyataan langsung dari Yuda rupanya lebih menyakitkan lebih dari apapuGue sengaja deketin Moza diam-diam tanpa sepengetahuan Lo karena gue yakin, Lo nggak akan biarin gue main ke rumah Lo kalau Lo tahu gue suka sama adik Lo Dan, kalau itu terjadi, gue nggak bisa ketemu Moza sering-seringKeenan membisu di tempatnya. Yerlalu Pandai menyembunyikan ketertarikannya Pada Moz" Lo masih ingat Pertanyaan iseng gue tentang kemungkinan Moza Punya Pacar," Yuda menatap Keenan Penuh Penyesalan" jawaban Lo waktu itu yang buat gue berani terang-terangan untuk deketin Moza, karena gue takut Lo akan ngejauhin gue dari dia, "
...•••...
Perkataan Yuda memaksa Keenan untuk berpikir, mengingat kembali kejadian dua tahun yang lal" Keenan, Moza udah Punya CowokKeenan sedang merapikan PS sehabis dia main dengan Yuda langsung menoleh cepat Pada Yuda yang sedang memilih komik di meja belajar untuk dia bac" Gue akan izinin Moza pacaran, Dia masih kecil juga, " kata Keenan kemudian melanjutkan kegiatanny" Kalua Seandainya dia udah punya Pacar Tanpa sepengetahuan Lo gimana," Yuda meraih satu Komik Naruto dan membawanya ke atas tempat tidur Keena" Gue akan Paksa mereka buat putus daauhin Cowok itu dari Moza, " sahut Keenan cuek, seolah itu hanya Pertanyaan Pengandaian bias" Kalua Seandainya Cowok itu nggak main - main sama Moza, Lo tetap nggak izinin mereka pacaran," tanya Yuda sehati-hati mungkin" Moza itu masih kelas 2 SMP mana ngerti cowok yang tulus sama yang cuma main-main sama dia ? Biar gue aja yang jagain Moza, Dia nggak Perlu Pacaran dulu"Kenapa Lo takut Moza di sakitin sama Cowok Playboy ? Nggak ngaca Lo, " ejek Yuda terang-teranganGini-gini gue Playboy masih dalam batas aman. Gue akan sampai ngerusak cewek mana pun. Karena gue masih Pandang Moza dan Nyokap sebagai wanita yang paling gue sayang di dunia ini, Gue nggak mau bikin mereka kecewa"ahang Keenan mengeras, Dia tidak menyangka Pertanyaan itu adalah salah satu Petunjuk bahwa Yuda tertarik sama Moza, mengapa dia bisa sebodoh ini hingga tidak menyadari itu " Gue juga sering nungguin Moza sampai selesai latihan renang di gedung SMP ANGKASA, awalan dia nolak tawaran gue buat antar dia Pulang. Tapi, suatu hari dia nggak nolak. Dan, itu gue anggap sebagai lampu hijau bahwa dia mau Pertimbangin gue,"eenan mendengarkan semuanya seperti anak kecil yang sedang mendengarkan dongeng sebelum tidur. Begitu terbawa arus yang penuh emos" Dan, ketika gue tahu bahwa gue sama Moza udah kelewat batas, gue stres banget, Gue nggak bermaksud buat ngerusak Moza, Keenan sungguh, " Yuda mulai terisak, Tak tahan bila harus mengingat lagi kebodohannya waktu iturang ajar, !" Keenan memaki Yuda sambil memukul kaca keras-keraue memang minta Moza buat ambil jalanang salah, Tapi itu semua bukan mau gue Tapi bokap gue yang maksa gue," Yuda masih melanjutkan Perkataannya, " Dan, ketika Moza minta ketemuan di suatu tempat buat bahas semua itu, gue dengan egoisnya masih nurut sama desakan Bokap gue. Gue Pergi ninggalin Moza yang nangis sendirian di sana. Dan lo tahu apa yang terjadi setelah itu Keenan ? Yuda menunduk dalam Mengusap wajahnya kasar sambil berusaha menahan Isak tangisnya yang semakin jelas, " Gue balik lagi buat nenangin Moza sekali lagi, tapi sebelum gue sampai di sana, gue lihat dua orang udah bawah Moza masuk ke dalam mobil dan Pergi entah di mana "eenan menunggu Cerita Yuda dengan tidak sabar. Entah Perkataan Yuda dapat di Percaya atau tidak, Keenan memilih untuk Mendengarkan cerita hingga selesGue langsung nyusul mobil itu pakai motor. Gue benar-benar kayak orang kesetanan waktu itu, Gue khawatir sama Moza, " Yuda mengacak-acak rambutnya frustasi. kejadiannya itu memaksanya mengingat kembali tragedi yang mengerikan itu, " Gue Panik bukan main saat itu. Gue takut ancaman bokap gue beneran terjadi,uda mengusap kasar wajahnya hingga menunduk dalam kemudian melanjutkan kembali Kalimatnya ituWaktu bokap tahu Perbuatan gue, bokap gue marah besar, dia bersikeras minta gue memaksa Moza buat ambil Jalan yang salah itu, " Yuda menunduk tidak berani menatap Keenanaat itu Bokap gue lagi dalam Percalonan jadi Bupati. Dia nggak mau berita miring sekecil apapun menghambat Langkahnya buat duduk di Posisi itu, enan mendengarkan semua Perkataan Yuda dengan emosi yang hampir meledak. Dia masih tidak Percaya ada orang tua sekeji itu. Rela menghilangkan nyawa seseorang demi kedudukan semaokap ngancam akan turun tangan kalau sampai gue nggak berhasil bujuk, Moza, Gue Takut Keenan, gue takut banget, " Yuda mengacak-acak rambutnya frustasi dengan matanya yang sudah berkaca-kaca, " Bokap gue nggak Pernah main-main sama omongnya, " Dia menghela nafas berat beberapa kali " Dan, Pada hari itu, semua ketakutan gue benar terjadi, Gue terlambat buat nyelematin Moza Gue terlambat, Keenan Orang-orang itu Moza udah nggak ada saat gue sampainpa disadari air mata sudah jatuh membasahi pipi Keenan. Keenan tidak menduga kejadian yang menimpa Moza strategis itu. itu Pun bila kata-kata Yuda bisa dip" Bokap gue yang Pegang semua kendali Maaf, " suara Yuda melemah Dia sangat menyesali perbuatannyeenan kehilangan kata-kata. Dia terpukul luar biasa membayangkan Moza Pergi dengan cara sekeji itu, Demi apa pun, Moza masih 14 tahun saat itu. Moza tidak seharusnya mendapat Perlakuan Sekejam itu" Gue akan mengaku sama Lo tapan Keenan menusuk . Apa lagi Pengakuan yang akan diungkap Yud Gue yang taruh buku diary Pertama Moza di hair dryer di laci meja belajar Moza, waktu gue main ke rumah sehabis tanding futsal sama sekolah Loeenan membulatkan matanya, Pantas saja. jauh sebelum hari itu, Keenan merasa sudah mencari semua petunjuk di kamar Moza, tetapi tidak berhasil menemukan apa puGue yang selipkan foto di diary Moza waktu gue nginap di rumah Lo, Gue yang mancing Lo buat cari lanjutan buku diary Moza di loker arena renang. Padahal gue sendiri yang udah sembuyiin buku diary itu di sana. Lo nggak pernah tahu bahwa gue pemegang saham terbesar di Yayasan ANGKASA, Gue bisa dengan mudah masuk ke sana apalagi Cuma ganti kode kunci loker Moza, "
Keenan hampir tidak percaya dengmua ini direncanakan Yud Gue yakin Lo nggak Pernah curiga teang gue yang ternyata adalah anak pemegang saham terbesar di Yayasan ANGKASA. mungkin Lo berpikir seharusnya gue sekolah di Yayasan ANGKASA bukan di SMA 1, karena gue bukan Ethan yang bisa tahan sekolah di lingkungan yang sama dari TK sampai SMA, cukup sampai SD gue di sana SMP Dan SMA gue Putusin sekolah di lingkungan baru, " Pengakuan Yuda selanjutnyGue yang sobek lembar terakhir tulisan Moza di buku diary itu, Pas gue tahu Lo Pindah ke SMA ANGKASA buat menyelidiki kasus Moza. gue ketakutan setengah mati makanya gue ngelakuin semua itu agar Lo nggak Curiga sama gue, Gue berusaha bikin Lo curiga Sama teman-teman Lo sendiri termasuk sama Cewek yang Lo suka ,Gue harus bunuh Lo !" Keenan sudah hilang kesabaran. Dia memukul-mukul kaca yang memisahkannya dari Yuda. Dia harus membuat Perhitungan dengan cowok iua orang Petugas datang mendekat dan segera menghentikan keributan yang diciptakan Keenan. Keenan meronta sekuat tenageenan gue minta maaf gue tahu ini semua salah gue, gue mohon maafin gue," Yuda terus mengiba, membuat Keenan Semakin Meronta marao harus dkum mati, Yuda !" Lo udah buat gue kehilangan semua yang gue Punya, " teriak Keenan penuh emosi. Tubuhnya diseret paksa untuk menjauh dari hadapan Yuda. Dia kemudian di Paksa keluar setelah dibereringatan untuk tidak membuat keributan