
Dia m 10 menit lagi petugas akan meminta mereka untuk pulang karena perpustakaan akan ditutup pukul 5.00 sore
m rak kategori Sastra. lalu meletakkan buku yang dia ambil dengan asal
m
Baru saja Naura hendak berbalik dan melanjutkan langkahnya, Keenan sudah terlebih dahulu mencekal tangannya untuk tetap di tempat
" Kalua Lo nggak nurut, itu sama aja Lo nyusahin gue ! harusnya Lo menghargai Ethan yang udah berbaik hati minta gue nganterin Lo Pulang Naura !" Nada suara Keenan meninggi tanpa dia tahu Penyebab Pastinya Tidak seharusnya dia semarah ini. Naura berhak menolak ajakannya, Namun melihat langit yang sudah hiasi awan hitam membuat Keenan khawatir bila membiarkan Naura Pulang sendiri, Dia yakin hujan akan turun tidak lama lagi
" Kok Lo jadi maksa sih ? kesal Naura berusaha membebaskan tangannya
" Lo masih belum sadar selama Ethan itu Perhatian banget sama Lo "
Naura berhenti meronta Matanya menatap tajam Keenan, " Gue tahu Ethan emang jauh lebih Perhatian daripada Lo "
Keenan baru menyadari ada satu mobil yang masih terparkir rapi di dekat motornya. Dan, baru menyadari mobil itu mobil Arsen semua ini di luar Perkiraannya. Dia sama sekali tidak memperhitungkan Arsen yang masih berjuang mendapatkan Naura. selama ini dia terlalu fokus memainkan Peran sebagai iblis
Keenan tidak akan rela Naura bersama Arsen, Dia hanya merelakan Naura untuk Ethan, bukan Arsen
" Jangan Pulang sama dia !" Nada Keenan terdengar seperti ancaman di telinga Naura
" Lo siapa, berani ngatur gue ?" Naura dibuat makin emosi , " seenggaknya Arsen nggak Pernah main-main sama Perasaan gue, "
Naura mengentakkan tangannya kuat kuat hingga terbebas dari cekalan Keenan. Dia berbalik kemudian berlari menjauh setelah memberi tatapan menusuk ke mata Keenan
Nyatanya, bukan hanya Tatapan Naura yang mampu menusuk matanya kata kata Naura itu berhasil menusuk hati kecil Keenan. Keenan tahu kalimat itu adalah sindiran Untuknya
Lagi, dibanding-bandingkan dengan orang lain rasanya sangat menyakitkan. Apabila Kalimat itu menyatakan bahwa Keenan kalah telak dari Arsen
Keenan menatap punggung Naura yang semakin mengecil dan menghilang dari pandangannya
Sakit Rasanya ketika mencoba sekuat melawan Kata hati sendiri
...•••...
" Kenapa Lo biarin dia ikut kita, "
" Bukannya, Tadi Lo yang ngajak,"
" Gue Cuma basa-basi. Nggak tahunya dia ikut beneran, "
" Terus Keenan ke mana, "
" Bisa gagal rencana kita kalua kayak gini,"
Dua orang itu berbisik-bisik di balik tembok dapur sambil mengintip seseorang yang tengah asyik berbaring di sofa ruang tamu
" Rumpi mulu Lo berdua, Udah kayak ibu - ibu kompleks, " Johan menepuk Pundak Satya dan Miko serentak hingga membuat kedua orang itu terlonjak kaget sambil mengucap sumpah serapah untuknya
" Sialan Lo ! Gue sama Satya lagi meeting dadakan ini, " keluh Miko jadi kesal sendiri
Johan terbahak, " Ribet Lo berdua. Daripada kalian nebak-nebak sendiri, mending tanya langsung ke orangnya"
Miko dan Satya saling pandang sesaat, kemudian berjalan mendekati Ethan yang tampak Pura-pura tidur walau kedua mata Ethan tertutup rapat
Miko memaksa duduk di sofa setelah menggeser Paksa kaki Ethan lebih ke dalam, sedangkan Satya dan johan memilih duduk, di seberangnya
" Than, bukannya Lo harus belajar kelompok sama Keenan dan Naura, "
Pertanyaan Miko membuat Ethan terpaksa membuka matanya kemudian menyahut " Gue sengaja nggak dateng Biar Keenan sama Naura Punya kesempatan untuk berbaikan "
" Than, gue mau tanya sama Lo, "
" Tanya apaan, " Ethan menyahuti Satya
" Seandainya Keenan Udah nggak ada Perasaan sama Naura, Lo mau Coba deketin Naura lagi, "
Pertanyaan itu sukses membuat Ethan mengubah Posisinya menatap Satya dengan ekspres sangat bingung
" Maksudnya"
" Ya, Seandainya, seandainya Lo di kasih kesempatan biar bisa lebih dekat sama Naura, Lo mau coba,"
Ethan tidak menjawab, Dia malah menatap temannya satu persatu dengan curiga, " Gue rasa, bukan Cuma gue yang bisa lihat bahwa Keenan itu nggak main-main sama Naura. Kalian juga Pasti ngerasain hal itu juga kan "
" Ya, tapi kan hati Orang nggak ada yang tahu, " Miko menyahut sehati hatinya mungkin, " Sikap Keenan ke Naura juga, udah beda kan ? Udah nggak ngejar ngejar Naura lagi Mungkin aja dia udah capek sama Naura. Nah Pada saat ini Lo Punya kesempatan buat nyatain Perasaan Lo ke Naura "
Ethan masih menatap Curiga pada teman-temannya ," Gue masih belum ngerti apa yang kalian rencanain, Tapi Pasti gue bakal marah besar sama kalian kalau sampai Keenan tahu kalau gue suka sama Naura ! Gue Udah minta sama kalian tolong rahasiain ini dari Keenan"
Hening mencekam tercipta beberapa saat, sebelum akhirnya tawa nyaring Satya mencairkan suasana
" Yaelah Than, serius banget Gue bilangkan seandainya, seandainya jadi belum tentu terjadi, kan " ucap Satya kemudian tertawa garing
Beruntung Miko dan Johan ikut tertawa untuk mencairkan suasana yang tadi menegangkan