My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 44 Baikan ?



" Sat, udah jam istirahat, Udah nggak ada yang berhubungan dengan Pelajaran apalagi Ujian, Namun tidak hari in" Lo lagi Sakit, Sat, ?" tanya Miko sambil menempelkan Punggung tangannya di kening Satya Lo yang sakit !" sahut Satya sambil menyingkirkan tangannya Miko jauh-jauh, sampai semester Mau ke mana Kalian ? Miko yang tidak diajak bicara justru menyahut antusiasMau nonton bareng sama Naura. Hitung-Hitung sebagai ucapan makasih gue udah bantuin gue ngejar tugas-tugas dan bersedia ngajarin pelajaran-pelajaran yang gue lewatin, itu " kata Ethan tak kalah antusias. Beberapa saat kemudian dia kembali menatap Keenan yang hanya diam sejak tadi, " Gimana Keenan Lo mau datang, kan" Emangnya, gue Pernah nolak, " Nggak !" Ethan langsung menjawab dengan cepat sambil tersenyum sangat lebar, " Pokoknya lho. wajib ikut" Gue juga ikut dong, Than, " Satymenutup buku di mejanya kemudian berbalik menghadap EthanMiko lansung bertindak, Dia memutar kembali tubuh Satya hingga menghadap ke depan, kemudian membuka kembali buku kimia untuk Satya dengan halaman asal, " Minggu depan kan, UNBK jadi, Lo harus belajar yang rajin supaya Lulus ! ejeknya, mengulang kata-kata Satya tadi" Gue butuh refreshing, " bela Satya. Baaja dia berniat untuk memutar tubuhnya kembali, Miko lebih cepat menyikut dadanya untuk tetap pada Posisiny" jangan, rusak rencana kita, deh," ancam Miko dengan suara Pelan tetapi mampu dicerna baik oleh otak Satya


Kursi D7, 8, 9, " Ethan membentangkan tiket nonton XXI ke hadapan Keenan dan Naura, " Bukan di depan, nggak terlalu belakang juga, sesuai Permintaan Lo, RaNaura mengganguk, " Emang harus banget nonton Annabelle siang-siang giniKenapa ? Lo takut nonton Film horor,"aura menggeleng, " Bukan, Gue malah khawatirnya Lo bikin rusuh satu studio karena teriakan Lo ,han melebarkan matanya, " kita lihat siapa yang teriak-teriak nanti di dalam. Kalua ternyata Lo yang Paling nggak bisa diam, Lo traktir kita makan habis ini gimana, " tantang Ethan tak benar-benar serius


Naura tergelak Tidak menyanggupi, tidak juga menolak. Hanya menjawab dengan tawanya yang memenangkan hati Ethan


Ethan mendekati Keenan yang sejak tadi enggan bergabung dalam obrolannya dengan Naura, " jangan jangan Lo sekarang diam, lagi simpan suara buat Lo teriak di dalam, ya ," goda Ethan Pada Keenan


Keenan tak merespons, ketiganya menunggu beberapa saat sampai Pintu teater dibuka


Naura masuk lebih dahulu menuju kursi yang ditunjukkan Ethan tadi. Dia sudah berniat akan duduk di kursi nomor 7 atau 9, demi menghindari kemungkinan duduk bersebelahan dengan keenan, Namun rupanya hari ini bukan keberuntungan Naura. ketika dia sudah duduk di kursi nomor 9 Ethan malah duduk di kursi 7 hingga menyisakan kursi 8 yang belum terisi


" Geser Than, gue mau duduk di Pinggir," ucap Keenan yang masih berdiri di samping kursi Ethan


" Gue bakal bolak -balik toilet. Perut gue lagi nggak enak, Lo aja yang di dalam," kata Ethan berasalan


Sebelum Keenan berargumen lagi, Ethan sudah lebih dahulu menariknya hingga memaksanya Duduk di kursi nomor 8 menjadi Pemisah antara Naura dan Ethan


Lampu dipadamkan dan film mulai di Putar. suara sound effect ciri suara khas film horor mulai menggema di dalam tester, membuat sebagian Penonton menahan napas karena tegang, juga ada yang menahan suara histeris ketika disuguhkan Penampakan wajah anak Perempuan yang menyeramkan ketika menoleh


Ethan melirik Naura dan Keenan yang sama tidak terpengaruh dengan scene dan sound effect yang mencekam sejak film di Putar Keduanya nyaris menunjukkan ekspresi sama datarnya, seolah hanya mata mereka yang menonton film di hadapannya, sedangkan hati dan Pikirannya entah berada di mana saat ini


Ethan mengeluarkan popcorn yang tadi sempat di belinya sebelum film dimulai. Dia lalu mengulurkannya Pada Keenan yang langsung di tolak Keenan


" Bukan buat Lo, Tolong oper ke Naura,"


Keenan menoleh. Ragu untuk menyambut Popcorn itu. setelah cukup lama berdebat dengan hatinya sendiri, Keenan menoleh itu dan meletakkannya di tempat yang berada di antara kursi Naura tanpa kata-kata, tetapi cukup membuat Naura menoleh


Sejujurnya, Naura tidak benar benar menikmati Film yang sedang di Putar di hadapannya Dia lebih sibuk mengendalikan Debaran jantungnya yang sejak tadi, Sejak Keenan duduk tepat di sebelahnya, ternyata tanpa sepengetahuannya, Keenan merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan Naura. keduanya tidak saling bicara, tetapi membuat mereka salah tingkah


" Keenan, gue ketoilet sebentar, ya, lho Tunggu disini " Ethan berbisik Pada Keenan ketika Film baru berjalan 30 menit


Kecurigaan Keenan rupanya tidak main-main Ethan belum juga kembali hingga film selesai di Putar. satu Persatu Penonton meninggalkan teater hingga menyisakan Keenan dan Naura di sana. kalau saja tidak ada petugas yang menegur mereka untuk meninggalkan teater, entah berapa lama Keenan dan Naura hanya berdiam diri di sana tanpa berinsiatif untuk beranjak lebih dahulu


Keduanya sudah keluar dari teater, berdiri dengan gelisah tidak jauh dari Pintu keluar teater dengan Ponsel di genggamannya masing-masing


" Ethan ke mana sih ? gumam Naura, lebih kepada dirinya sendiri


Keenan lansung membuka chat yang baru saja masuk ke Ponselnya setelah membaca nama si Pengirim


...Ethan...


...Keenan, Lo belum punya Foto Lo sama Naura kan, ? gue kirim biar kangen Lo terobati, Good luck sob...


Keenan meremas Ponselnya kuat kuat Dia kesal karena selalu kalah langkah untuk membiarkan Naura berdua dengan Ethan. Nyatanya, Ethan yang selalu berhasil membuatnya berdua dengan Naura


Perasaan keenan semakin tidak menentu setelah beberapa saat kemudian sebuah gambar yang di maksud Ethan masuk ke Ponselnya Dia menatap foto itu tanpa berkedip. foto yang menampilkan dirinya yang sedang menatap tawa cantik Keenan tidak percaya Ethan berhasil mengabadikan momen itu.


Keenan menghela nafas dengan gusar. Chat dan Foto dari Ethan seolah adalah lampu hijau dari Ethan mengizinkannya kembali mendekati Naura


sekarang apa yang sebaiknya dilakukan Keenan ? mencoba berbaikan dengan Naura seperti Ethan tetap mau atau tetap pada usahanya mendekatkan Ethan dan Naura ?


Keenan memperhatikan Naura yang berdiri tidak jauh dari posisinya dia masih menimbang keputusan yang akan diambilnya Sebentar lagi. mengikuti atau justru melawan katanya hati


Naura menunggu balasan chat dari Ethan dengan tidak sabar. Tidak biasanya Cowok itu lama membalas Chat darinya sebenarnya Ethan Pergi ke mana ?


" Ra , "


Naura hampir menahan nafas mendengar suara Panggilan itu. Dia tidak yakin suara itu berasal dari keenan. Ragu-ragu dia mengangkat kepalanya dan langsung berhadapan dengan Keenan yang memang sedang menatapnya dengan ekspresi yang sulit di baca


" kita Cari makan yuk, " Lo Pasti lapar, kan"