My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 49 Maju atau mengalah



" Ethan BTW gimana kisah Lo sama adik kelas waktu itu lanjut nggak,"


" Apaan sih, " Ethan melepaskan rangkulannya Satya di bahunya kemudian mempercepat langkahnya menuju Parkiran sekolah, " lanjut gimana maksud Lo ,"


" Ya lanjut, jadian gitu maksud gue, Kali aja Lo bisa move on, " Satya menyusul


" Gila, Lo masih Bocah begitu Lo minta gue jadian sama dia, Ogah banget gue jadian sama dia, Bikin kesal mulu yang ada. Nyusahin"


Satya terbahak-bahak, " Cantik lagi anaknya setahun lagi juga mateng,"


Ethan melirik Satya tanpa minat sekalipun " Ambil Sat, Ambil, "


Ethan yang terlihat kesal setengah mati justru membuat Satya semakin terbahak," Terus, waktu itu Lo sanggupin antar jemput dia sampai kakinya sembuh,"


Ethan berdecak sekali lagi, " Nggak, Dia itu anak mami banget Kelihatannya dari Tampangnya. Manja ! kelakuannya kayak tuan Putri aja"


" Loh bukannya Waktu itu dia ngikutin Lo sampai-sampai Pincang-pincang ke Parkiran Pas Pulang sekolah, "


" iya, Tapi dia langsung kaget gitu pas lihat motor butut gue. Dia kira gue ke sekolah naik mobil apa "


...••••...


" Apa Naik motor ini ? Salma tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya ketika melihat Ethan sedang mengeluarkan motornya dari tempat Parkir


" Gue nggak nawarin Lo Pulang bareng Ngerti, !" seru Ethan cuek sambil mengenakan helmnya. Dia bersiap melajukan motornya, tetapi dengan cepat Salma menahannya


" Tapi Lo udah janji mau antar jemput gue"


" Gue nggak bilang setuju Lo-nya aja tiba-tiba ambil keputusan sendiri Minggir" Ethan memutar gas sambil menahan rem, memberi peringatan agar Salma menyingkir


" Lo harus tanggung jawab Lo kan Cowok,"


Ethan mulai kesal tiap kali Cewek itu mengungkit masalah tanggung jawab. Dia lalu mengeluarkan Ponsel dari saku jaketnya, kemudian mulai mengetik sesuatu


" Alamat rumah Lo di mana ?" tanya Ethan tak sabar


" Eh, " Salma malah diam tak, mengerti


" Buruan, "


" Jalan Cempaka Putih nomor 52"


Ethan menunggu beberapa saat setelah mengetikkan alamat yang disebutkan Salma Pada sebuah aplikasi di Ponselnya, Sementara Salma pada sebuah aplikasi di Ponselnya, sementara Salma menunggu dengan Penuh tanya


" Lo tunggu aja sebentar di sini, Gue udah Pesenin Lo taksi online buat antar Lo Pulang, Mobil Avanza Plat nomor 5431 HW, " Ethan menyimpan kembali Ponsel ke dalam saku jaketnya, kemudian menutup rapat helm yang dikenakannya


Salma yang masih tercengang dengan Ucapan Ethan spontan menyingkir Ketika Ethan memutar nyaring gas motornya dan melaju meninggalkannya di Parkiran


" Hei, tunggu dulu, kalau gue diculik gimana, "


...•••...


" Gila, Lo anak Orang lagi Pincang gitu aja ," respons Satya setelah mendengar cerita Ethan


" Yang Penting gue udah ada niat tanggung jawab, Terserah dia mau terima cara gue atau nggak, " Ethan menanggapi dengan santai


" Terus, akhirnya tuh Cewek naik taksi online Pesanan Lo, itu,"


" Lo tahu dari mana, "


" sopirnya taksi neleponin gue melulu Dia ngeluh udah hampir sejam nunggu, Tapi nggak ketemu sama Cewek ciri-cirinya gue sebutin "


Satya tertawa semakin nyaring, " Tuh Cewek sama keras kepala kayak Lo,than,"


" siapa yang keras kepala ? Gue nggak,"


" Nggak salah lagi ? timpal Satya, masih tertawa puas, " Terus apa rencana Lo selanjutnya,"


" Apa, "


" UNBK baru' aja kelar ini, anak kelas X bakal masuk sekolah lagi Tuh, cewek pasti bakal gangguin Lo lagi, "


" Bodo amat,"


...•••...


" Keenan gue mau bicara serius sama Lo,"


Keenan melirik ke samping tanpa minat," Emangnya Lo bisa serius, "


Seseorang di sebelahnya berdecak kesal, tetapi Keenan tidak Peduli Dia kini melangkah ke luar kelas setelah merapikan alat tulisnya. Ujian terakhir sudah selesai 10 menit yang lalu. Keenan memang sengaja bertahan lebih lama di kelas untuk menghindari kemungkinan berpapasan dengan Ethan atau Naura. Tanpa dia duga, Miko malah mengikutinya


" Giliran gue serius Lo malah nggak Percaya, " keluh Miko, " Nasib punya tampang humoris emang gini, " Miko geleng-geleng kepala sambil menunduk. Dan, ketika dia mengangkat kepala dia sudah jauh tertinggal dari keenan


Miko berlari menyusul Keenan, Kemudian meraih bahu Keenan untuk menahannya


" Tunggu dulu, Keenan Gue serius ini, "


" Lo mau ngomong apa, sih ? Ngomong aja, Gue dengerin, " Keenan menyahut tanpa minat


" Tentang Ethan, "


Keenan Seketika Berhenti melangkah, kemudian menoleh sepenuhnya pada Miko


" Tentang Ethan, Naura Lo, dan hati kalian, "


" Lo Ngomong apa sih, " Keenan berniat kembali melangkah tetapi tangan Miko masih menahannya


" Mau sampai kapan kalian nyakitin diri kalian sendiri ? Mau sampai kapan kalian ngalah satu sama lain sikap kalian kayak gini nggak akan bisa nyelesaiin masalah, Keenan, "


Baru kali ini Keenan melihat keseriusan dari seorang Miko. Dia hampir tak percaya, temannya yang Paling suka bercanda itu rupanya bisa seserius ini. Dan tidak bisa di mungkiri kata-kata Miko barusan mampu mencubit hati kecilnya, Rasanya seperti tersindir


" Kalau sikap kalian kayak anak kecil gini yang, ada Naura nggak akan jadi sama salah satu dari kalian. Bisa aja ada yang manfaatin situasi seperti ini, Keenan " Miko masih memberikan Pertuahnya, yang di dengar oleh baik Keenan, " Sekarang Lo lihat ke sana, deh " Miko menunjuk ke arah Parkiran, Keenan mengikuti, " Bisa-bisa aja Arsen yang dapetin Naura,"


Mata Keenan langsung melebar ketika melihat Naura sedang berjalan bersisian dengan Arsen menuju tempat Parkir


Keenan mengerang marah, " Ethan ngapain aja sih sampai nggak sadar apa kalau gue udah ngalah buat dia,"


" Lo nggak bisa Salahin Ethan kalau sifat Lo sama kerasnya sama dia. Dia juga ngalah buat Lo, Keenan yang salah itu kalian berdua !" Miko jadi gemas Sendiri dengan keadaan ini, " Mending Lo sama Ethan duduk berdua deh. Bicarain ini empat mata. Putusin siapa yang mau ngalah dan siapa yang maju Atau kalian mau sama-sama mundur terserah ! Gue nggak peduli lagi Lo atau Ethan sakit hati Bodoh amat Tapi Please, Pikirin juga Perasaan Naura juga. kalian yang lebih tahu Hatinya milik siapa ! Kasihan anak Orang dioper-oper Perasaannya Lo Pikir hati dia bola yang bisa oleh oper ke mana Pun kalian mau, "


Keenan Terpaku, Tidak siap akan kenyataan telak yang baru saja dilemparkan kepada Miko padanya


Kasihan anak orang dioper-oper Perasaannya